Konten dari Pengguna

Langkah Pertama dalam Siklus WASH FIT Adalah Apa? Ini Penjelasannya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi langkah pertama dalam siklus wash fit, Unsplash/Christin Hume
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi langkah pertama dalam siklus wash fit, Unsplash/Christin Hume

Langkah pertama dalam siklus WASH FIT menjadi pertanyaan penting dalam pengelolaan fasilitas kesehatan berbasis sanitasi dan kebersihan berkelanjutan.

Peningkatan kualitas layanan kesehatan memerlukan sistem kerja terstruktur yang mampu menjaga keamanan lingkungan sekaligus mencegah risiko penularan penyakit.

Fasilitas kesehatan di berbagai negara mulai menerapkan pendekatan pengelolaan air dan sanitasi terpadu untuk memperkuat mutu pelayanan medis sehari-hari.

Langkah Pertama dalam Siklus WASH FIT adalah Membentuk Tim Fasilitas Kesehatan

Ilustrasi langkah pertama dalam siklus WASH FIT adalah. Foto: Unsplash.com/Surface

Dikutip dari who.int, langkah pertama dalam siklus WASH FIT adalah membentuk tim WASH FIT yang bertanggung jawab mengelola penilaian, perencanaan, serta perbaikan layanan sanitasi dan kebersihan fasilitas kesehatan.

Tim tersebut biasanya terdiri atas tenaga kesehatan, pengelola fasilitas, petugas sanitasi, teknisi air, hingga pihak administrasi yang memiliki peran dalam operasional harian layanan kesehatan.

Pembentukan tim menjadi tahap awal yang sangat penting karena seluruh proses WASH FIT bergantung pada koordinasi lintas bidang dan pembagian tugas yang jelas.

WASH FIT atau Water and Sanitation for Health Facility Improvement Tool merupakan kerangka peningkatan kualitas berbasis risiko yang dikembangkan untuk memperbaiki layanan air, sanitasi, dan kebersihan di fasilitas kesehatan.

Pendekatan ini banyak diterapkan pada fasilitas kesehatan primer serta beberapa fasilitas kesehatan sekunder, terutama di negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Sistem WASH FIT dikembangkan dari konsep Water Safety Plan yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia sebagai metode efektif menjaga ketersediaan air minum aman secara berkelanjutan.

Pembentukan tim dilakukan sebelum proses penilaian fasilitas dimulai. Tahap tersebut bertujuan memastikan seluruh unsur penting dalam fasilitas kesehatan memiliki keterlibatan aktif sejak awal pelaksanaan program.

Tim WASH FIT biasanya dipimpin oleh kepala fasilitas kesehatan atau pihak yang memiliki kewenangan pengambilan keputusan agar proses perbaikan dapat berjalan lebih efektif.

Keberadaan tim juga membantu menentukan prioritas kerja sesuai kondisi lapangan dan kebutuhan fasilitas.

Setelah tim terbentuk, anggota mulai melakukan identifikasi kondisi layanan WASH di fasilitas kesehatan.

Penilaian mencakup kualitas air bersih, sanitasi toilet, kebersihan lingkungan, pengelolaan limbah medis, praktik cuci tangan, hingga kondisi bangunan pendukung pelayanan kesehatan.

Hasil identifikasi digunakan untuk mengetahui area dengan tingkat risiko tertinggi yang memerlukan penanganan segera. Pendekatan berbasis risiko tersebut menjadi ciri utama dalam penerapan WASH FIT.

Tim WASH FIT memiliki tugas penting dalam menyusun rencana peningkatan kualitas fasilitas secara bertahap dan berkelanjutan.

Proses tersebut tidak hanya berfokus pada perbaikan infrastruktur, tetapi juga mencakup penguatan perilaku hidup bersih, pelatihan staf, serta pengawasan rutin terhadap standar kebersihan fasilitas kesehatan.

Sistem kerja berkelanjutan diperlukan agar perbaikan yang sudah dilakukan tidak berhenti pada tahap awal saja.

WASH FIT juga menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam pengelolaan fasilitas kesehatan.

Pengelola rumah sakit, petugas sanitasi, tenaga teknis air, pemerintah daerah, dan bagian lingkungan memiliki tanggung jawab bersama dalam memastikan kualitas layanan tetap terjaga.

Pendekatan kolaboratif tersebut membantu menciptakan sistem pengawasan yang lebih efektif sekaligus mempercepat penanganan masalah sanitasi di lapangan.

Keberhasilan penerapan WASH FIT sangat dipengaruhi oleh kualitas koordinasi tim sejak tahap awal pembentukan.

Fasilitas kesehatan yang memiliki pembagian tugas jelas biasanya lebih mudah menjalankan pemantauan rutin serta memperbaiki kekurangan secara cepat.

Tim juga berperan menentukan indikator prioritas sesuai kondisi lokal, termasuk kebutuhan air bersih, keamanan limbah medis, dan kebersihan ruang pelayanan pasien.

Penerapan WASH FIT mendukung upaya pencegahan infeksi di fasilitas kesehatan melalui penguatan praktik kebersihan yang konsisten.

Lingkungan pelayanan kesehatan yang bersih dan aman mampu mengurangi risiko penyebaran penyakit bagi pasien maupun tenaga medis.

Oleh sebab itu, pembentukan tim pada tahap awal menjadi pondasi penting dalam keseluruhan siklus peningkatan kualitas sanitasi fasilitas kesehatan.

Program WASH FIT terus digunakan di berbagai negara karena dinilai mampu membantu fasilitas kesehatan memperbaiki kualitas layanan secara terukur dan sistematis.

Langkah pertama dalam siklus WASH FIT adalah membentuk tim pelaksana yang menjadi pusat koordinasi seluruh proses penilaian, pemantauan, dan peningkatan layanan sanitasi kesehatan secara berkelanjutan. (Suci)

Baca Juga: Sikap Apakah yang Patut Diteladani dari Kisah Kaum Muhajirin Berikan Contohnya