Lembar Kerja Wawancara tentang Praktik Baik dalam Masyarakat Kurikulum Merdeka

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lembar kerja wawancara tentang praktik baik dalam masyarakat menjadi salah satu tugas yang cukup menarik dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila.
Lewat kegiatan wawancara ini, siswa diajak turun langsung ke lingkungan sekitar untuk menggali pengalaman dan kisah inspiratif dari para tokoh masyarakat.
Bukan sekadar melakukan wawancara, tugas ini juga mengajak siswa memahami makna di balik setiap tindakan baik yang dilakukan narasumber.
Tugas Isi Lembar Kerja Wawancara tentang Praktik Baik
Isi lembar kerja wawancara tentang praktik baik dalam masyarakat pada soal Pendidikan Pancasila kelas 6 Kurikulum Merdeka berisi hasil wawancara di lingkungan sekitar yang menampilkan contoh pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Setelah melakukan wawancara, siswa diminta mencatat tempat dan waktu pelaksanaan, nama narasumber, kegiatan yang dilakukan narasumber, lalu menjawab tiga pertanyaan yang berkaitan dengan hasil wawancara tersebut.
Mengutip akun YouTube resmi @mediapembelajarann, adapun isi lembar kerja wawancara meliputi beberapa bagian, yaitu:
Tempat dan waktu wawancara.
Nama narasumber.
Kegiatan atau praktik baik yang dilakukan narasumber.
Jawaban atas tiga pertanyaan berdasarkan hasil wawancara.
Setelah data tersebut diisi, siswa diminta menjawab pertanyaan berikut.
1. Ceritakan hal-hal menarik yang kalian dapatkan dari kegiatan wawancara para narasumber di lingkungan sekitar kalian!
Dari hasil wawancara, siswa dapat menjelaskan bahwa setiap narasumber memiliki cara berbeda dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan masyarakat.
Ada yang rutin mengikuti gotong royong, membantu tetangga yang membutuhkan, menghormati hasil musyawarah, mengikuti kegiatan donor darah, hingga tetap menjaga toleransi dengan rekan kerja yang berbeda agama.
Berbagai tindakan tersebut menunjukkan bahwa nilai Pancasila dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari melalui perbuatan sederhana yang bermanfaat bagi orang lain.
2. Berdasarkan hasil wawancara tersebut, tunjukkan bukti bahwa para narasumber telah mengamalkan nilai-nilai Pancasila! Sila yang manakah itu?
Berikut beberapa contoh praktik baik beserta sila Pancasila yang sesuai.
Pak Suparman rutin mengikuti kegiatan gotong royong Sabtu Bersih di lingkungan RT/RW sebagai bentuk pengamalan sila ke-3, Persatuan Indonesia, karena kegiatan tersebut mempererat kebersamaan dan kerja sama antarwarga.
Ibu Holifah gemar membantu tetangga yang kurang mampu, baik memenuhi kebutuhan pokok maupun kebutuhan lainnya. Tindakan ini mencerminkan sila ke-2, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, karena menunjukkan sikap peduli dan saling menolong.
Pak Najib selalu menghormati serta menerima keputusan yang dihasilkan melalui musyawarah desa. Sikap tersebut merupakan contoh pengamalan sila ke-4, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan.
Ibu Diana aktif mengikuti kegiatan donor darah yang diselenggarakan PMI. Kegiatan ini mencerminkan sila ke-5, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, karena memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa membeda-bedakan.
Pak Andrew tetap menghormati dan bekerja sama dengan rekan kerja yang memiliki perbedaan keyakinan. Tindakan tersebut merupakan contoh pengamalan sila ke-1, Ketuhanan Yang Maha Esa, yang diwujudkan melalui sikap saling menghormati antarumat beragama.
3. Dalam beberapa kalimat, tunjukkan bahwa tindakan yang dilakukan narasumber memiliki keterkaitan dengan pengamalan sila yang lain!
Praktik baik yang dilakukan para narasumber tidak hanya mencerminkan satu sila, tetapi juga berkaitan dengan sila-sila lainnya.
Misalnya, kegiatan gotong royong selain menunjukkan persatuan juga mengandung nilai kemanusiaan karena dilakukan untuk kepentingan bersama.
Sikap membantu tetangga mencerminkan rasa kemanusiaan sekaligus mendukung terwujudnya keadilan sosial. Menghormati hasil musyawarah tidak hanya sesuai dengan sila keempat, tetapi juga memperkuat persatuan masyarakat.
Begitu pula sikap toleransi antarumat beragama yang selain mencerminkan sila pertama, juga mendukung persatuan serta menciptakan kehidupan yang damai dan harmonis.
Dengan begitu, isi lembar kerja wawancara tidak hanya berfokus pada mencatat hasil wawancara, tetapi juga mengajak siswa memahami bahwa nilai-nilai Pancasila saling berkaitan dan diterapkan melalui berbagai tindakan positif dalam kehidupan bermasyarakat.
Contoh-contoh di atas dapat dijadikan referensi saat mengerjakan tugas, namun siswa tetap dianjurkan melakukan wawancara secara langsung sesuai kondisi lingkungan masing-masing. (Fikah)
Baca juga: Alasan Pancasila Memiliki Kedudukan dan Fungsi Bagi Bangsa Indonesia
