Konten dari Pengguna

Lirik dan Makna Lagu Wizz Baker Nikah Kapan yang Viral

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi lirik dan makna lagu Wizz Baker Nikah Kapan. Foto: Unsplash.com/Konstantin Dyadyun
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi lirik dan makna lagu Wizz Baker Nikah Kapan. Foto: Unsplash.com/Konstantin Dyadyun

Lirik dan makna lagu Wizz Baker Nikah Kapan menarik perhatian sejak perilisannya pada 20 September 2025 di berbagai platform musik digital.

Karya terbaru dari musisi asal Timur Indonesia ini langsung mendapat respons luas karena kedekatan temanya dengan realitas sosial.

Nuansa musik timur yang berpadu pop Melayu menghadirkan warna emosional yang terasa jujur dan mudah diterima pendengar lintas generasi.

Lirik dan Makna Lagu Wizz Baker Nikah Kapan

Ilustrasi mendengarkan musik. Foto: Unsplash.com/Juja Han

Dikutip dari rri.co.id, berikut adalah lirik dan makna lagu Wizz Baker Nikah Kapan yang merepresentasikan kegelisahan, kekecewaan, serta harapan dalam hubungan tanpa kepastian.

Stop dari sini jang kejar-kejar sa lagi

Ko stop begini kas baper-baper sa lagi

Salam ko mama bapa nanti tong baku dapa lagi

(tong baku dapa lagi)

Su kenyang ko kas makan-makan deng janji

Ko bilang hati ni su dapa sasi

Su trada lagi kapa bubar jang baku dapa lagi

(jang baku dapa lagi)

Kalau su tra sayang, jang ko buang-baung

Adoh sungguh kasihan, tinggal bulan depan

Su tunggu perkawinan ko tambah deng beban

Baru nanti nikah kapan ?

Advertisement

Kalakuang macam anjing, tinggal baku pancing

Biking orang darting darting darting darting

Dapa tangkap tipu baru acting salting

Poro pono cacing cacing

Dan semestinya jangan begitu

Sa su kasi samua yang ko tapi ko tipu

Sa su cape dapa bera bukan baru satu kali

Ko su sasi hati ini tapi ko bikin pamali

Adoh, jujur saja kalo ko su tra sayang (su tra sayang)

Su kenyang ko kas makan-makan deng janji

Ko bilang hati ni su dapa sasi

Su trada lagi kapa bubar jang baku dapa lagi

Kalau su tra sayang, jang ko buang-baung

Adoh sungguh kasihan, tinggal bulan depan

Su tunggu perkawinan ko tambah deng beban

Baru nanti nikah kapan ?

Advertisement

Nona mata garida

Pakar di nomor lidah

Ko keturunan ninja

Hilang ju tiba-tiba

Cara, parah, ko pancing sampe sa marah

Dara, darah sifat setan yang ko bawah

Ko mama, ko bapa dong pasti paling malu

Deng ko tu pu sifat yang su paling terlalu

Jadi mulai sekarang anggap su trada

Dari pada harap ko ju bikin apa

Sa su cape baku dapa

Tinggal toki gila kapa

Kalau su tra sayang, jang ko buang-baung

Adoh sungguh kasihan, tinggal bulan depan

Su tunggu perkawinan ko tambah deng beban

Baru nanti nikah kapan ?

Kalau su tra sayang, jang ko buang-baung

Adoh sungguh kasihan, tinggal bulan depan

Su tunggu perkawinan ko tambah deng beban

Baru nanti nikah kapan ?

Ko bikin sa ni cape, cape,,,,

(sa ni cape,,,,,)

Lagu ini menggambarkan realitas hubungan yang berjalan lama tanpa kejelasan komitmen menuju pernikahan. Pertanyaan “nikah kapan” digunakan sebagai simbol tekanan emosional yang terus membayangi hubungan tidak pasti.

Bukan sekadar desakan sosial, pertanyaan tersebut menjadi beban batin akibat janji yang terus diulang tanpa realisasi.

Tokoh dalam lagu digambarkan telah memberikan kesabaran, kepercayaan, serta pengorbanan emosional secara berulang. Namun, keseriusan yang diharapkan tidak pernah benar-benar diwujudkan dalam bentuk tanggung jawab nyata.

Situasi tersebut memunculkan kelelahan batin yang perlahan berubah menjadi kekecewaan mendalam. Penggunaan bahasa timur yang lugas memperkuat kesan kejujuran serta emosi mentah tanpa hiasan berlebihan.

Setiap bait terasa seperti luapan perasaan yang lama tertahan akibat ketidakpastian arah hubungan. Lagu ini menegaskan bahwa cinta tanpa kejelasan justru melahirkan luka berkepanjangan.

Namun, pesan utama lagu tidak berhenti pada kemarahan atau sindiran semata. Karya ini menekankan pentingnya kejujuran sejak awal mengenai kesiapan, niat, dan tanggung jawab.

Pernikahan digambarkan sebagai keputusan besar yang memerlukan kesiapan hati, bukan jawaban cepat atas tekanan sekitar.

Kolaborasi Wizz Baker bersama Toton Caribo, Vicky Salamor, dan Jacson Zeran memperkaya emosi lagu secara musikal. Perpaduan vokal dan aransemen musik timur menghadirkan nuansa hangat sekaligus getir dalam satu kesatuan cerita.

Lagu ini menjadi refleksi bagi banyak hubungan yang terjebak di antara harapan dan kenyataan.

Lirik dan makna lagu Wizz Baker Nikah Kapan menegaskan bahwa kejelasan lebih bermakna daripada janji tanpa arah.

Melalui lagu ini, pendengar diajak memahami bahwa kesiapan jauh lebih penting daripada sekadar menjawab pertanyaan nikah kapan. (Suci)

Baca Juga: Lirik Lagu Spontan (tanpa) Uhuy Deabdil yang Viral