Lirik Jalaraning Tresna Ilham Pradana, Arti, dan Maknanya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lagu bahasa Jawa semakin mendapat tempat di hati para pendengar musik. Indonesia, hal ini karena liriknya yang puitis dan penuh makna mendalam. Salah satu yang menarik perhatian saat ini adalah lirik Jalaraning Tresna yang dipopulerkan oleh Ilham Pradana.
Lagu ini enak didengar serta menyimpan pesan mendalam tentang cinta, pengorbanan, dan perjalanan perasaan seseorang. Sehingga tak heran jika banyak orang ingin mencari lirik, arti, dan makna Jalaraning Tresna agar bisa lebih memahami isi lagu tersebut.
Lirik Jalaraning Tresna Ilham Pradana, Lagu Berbahasa Jawa
Berikut adalah lirik Jalaraning Tresna, lagu yang dinyanyikan oleh Ilham Pradana disertai arti dan maknanya, dikutip dari Channel YouTube resmi Ilham Pradana.
Verse 1
Sunar bulan wayah dalu
(Cahaya bulan di waktu malam)
Kalah endahe yen kalawan esemu
(Kalah indahnya jika dibandingkan senyummu)
Solah slagahmu kang lugu
(Tingkah lakumu yang apa adanya)
Hamimbuhi kapang jroning kalbuku
(Menambah rasa rindu di hatiku)
Bungah tan kuwawa aku
(Bahagiaku tak terkira)
Tansah mbayangi pikirku
(Selalu terbayang dalam pikiranku)
Esemu dadi
(Senyummu menjadi)
Jalaraning tresnaku
(Sebab tumbuhnya cintaku)
Reff 1
Puspita kang manis ayu
(Bunga yang manis dan cantik)
Parasmu dya lintang luku
(Wajahmu seperti bintang yang bersinar)
Amung sira kang tak antu
(Hanya dirimulah yang kunanti)
Rina wengi nggugah kalbu
(Siang dan malam menggugah hatiku)
Asmara setya satuhu
(Cinta yang setia dan tulus)
Marang dhuh wong ayu
(Kepadamu, wahai wanita cantik)
Nyata tresnaku
(Cintaku nyata)
Tulus kanggo sliramu
(Tulus, hanya untukmu)
Verse 2
Sunar bulan wayah dalu
(Cahaya bulan di waktu malam)
Kalah endahe yen kalawan esemu
(Kalah indahnya jika dibandingkan senyummu)
Solah slagahmu kang lugu
(Tingkah lakumu yang apa adanya)
Hamimbuhi kapang jroning kalbuku
(Menambah rasa rindu di hatiku)
Bungah tan kuwawa aku
(Bahagiaku tak terkira)
Tansah mbayangi pikirku
(Selalu terbayang dalam pikiranku)
Esemu dadi
(Senyummu menjadi)
Jalaraning tresnaku
(Sebab tumbuhnya cintaku)
Reff 2
Puspita kang manis ayu
(Bunga yang manis dan cantik)
Parasmu dya lintang luku
(Wajahmu seperti bintang yang bersinar)
Amung sira kang tak antu
(Hanya dirimulah yang kunanti)
Rina wengi nggugah kalbu
(Siang dan malam menggugah hatiku)
Asmara setya satuhu
(Cinta yang setia dan tulus)
Marang dhuh wong ayu
(Kepadamu, wahai wanita cantik)
Nyata tresnaku
(Cintaku nyata)
Tulus kanggo sliramu
(Tulus, hanya untukmu)
Dari lirik tersebut, Ilham Pradana menggambarkan bagaimana cinta bisa tumbuh secara perlahan, penuh perjuangan, dan terkadang disertai rasa sakit. Kata “jalaraning tresna” dapat diartikan sebagai “jalannya cinta” atau proses perjalanan cinta yang tidak selalu mulus.
Lagu ini menggambarkan perasaan seseorang yang rela bertahan, meskipun harus menghadapi berbagai rintangan demi mempertahankan hubungan. Makna lagu ini terletak pada ketulusan dan kesabaran dalam mencintai.
Cinta tidak selalu tentang kebahagiaan, melainkan tentang menerima kekurangan, bertahan dalam keadaan sulit, dan tetap setia meskipun diuji. Pesan ini membuat lagu ini terasa begitu dekat dengan kehidupan banyak orang.
Dengan memahami lirik Jalaraning Tresna, arti, dan maknanya di atas, semua pendengar dapat melihat bahwa lagu ini merupakan refleksi perjalanan emosional yang nyata. Sehingga informasi di atas dapat membantu pendengar lebih menghayati setiap bait dalam lagu ini. (Aya)
Baca juga: Penjelasan Ending Ready or Not 2 dan Pesan yang Bisa Diambil
