Konten dari Pengguna

Lirik Lagu Dia Yesus Telah Mati Bagiku Lengkap

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi lirik lagu Dia Yesus Telah Mati Bagiku. Foto: Unsplash.com/Laura Allen
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi lirik lagu Dia Yesus Telah Mati Bagiku. Foto: Unsplash.com/Laura Allen

Lirik lagu Dia Yesus Telah Mati Bagiku hadir sebagai ungkapan iman yang menekankan hubungan pribadi dengan Kristus melalui bahasa sederhana yang mudah dipahami.

Penggalan kata dalam nyanyian rohani sering kali menjadi sarana untuk mengendapkan makna pengorbanan tanpa perlu penjelasan yang rumit.

Keheningan batin justru menemukan ruangnya ketika kalimat-kalimat pendek dinyanyikan berulang dengan kesadaran yang semakin dalam.

Lirik Lagu Dia Yesus Telah Mati Bagiku

Ilustrasi lirik lagu Dia Yesus Telah Mati Bagiku. Foto: Unsplash.com/Varun Nambiar

Berikut adalah lirik lagu Dia Yesus Telah Mati Bagiku yang dikenal luas dalam ibadah sebagai lagu “Bagi Dia Segala Pujian" ciptaan Djohan Handojo, dikutip dari YouTube Vriego Soplely Official.

Verse 1:

Dia Yesus t'lah mati bagiku

Dia Tuhan s'lamatkan jiwaku

Bagi Dia pujianku

Tak dapat kubalas kasih-Nya

Verse 2:

Dia angkatku jadi anak-Nya

B'ri damai di dalam hidupku

Bagi Dia sembahku

Hanya Dia s'galanya bagiku

Chorus:

Bagi Dia segala pujian

Hormat serta syukur

Kekal selama-lamanya

Bagi Dia segala pujian

Hormat serta syukur

Selama-lamanya

Makna dalam lagu ini tidak hanya berhenti pada pengakuan iman, tetapi bergerak ke arah kesadaran diri yang lebih jujur.

Kalimat tentang kematian Yesus tidak disampaikan secara rumit, tetapi langsung menyentuh inti bahwa pengorbanan itu bersifat pribadi, bukan sekadar konsep umum. Kesederhanaan ini justru membuat pesan terasa lebih dekat dan tidak berjarak.

Bagian awal lagu memperlihatkan posisi manusia sebagai penerima. Tidak ada usaha untuk meninggikan diri atau menampilkan peran manusia sebagai pusat.

Kalimat tentang ketidakmampuan membalas kasih menegaskan bahwa hubungan dengan Tuhan dibangun di atas anugerah, bukan hasil pencapaian.

Perubahan arah terlihat pada bait berikutnya. Identitas sebagai anak membawa makna bahwa relasi yang sebelumnya jauh kini menjadi dekat dan bersifat tetap.

Damai yang disebutkan tidak hanya berarti ketenangan sesaat, tetapi kondisi batin yang stabil di tengah situasi apa pun. Kalimat “Hanya Dia s’galanya bagiku” menjadi titik di mana fokus hidup dipusatkan sepenuhnya pada Kristus.

Chorus dalam lagu ini berfungsi sebagai penguatan dari seluruh isi. Pengulangan tidak sekadar memperindah lagu, tetapi membantu menegaskan komitmen yang diucapkan.

Kata pujian, hormat, dan syukur menggambarkan respons yang utuh, bukan hanya emosi sesaat. Penggunaan frasa waktu yang panjang memberi kesan bahwa hubungan ini tidak dibatasi oleh keadaan tertentu.

Kekuatan lagu ini juga terletak pada keseimbangan antara lirik dan makna. Tidak ada kalimat yang berlebihan, namun setiap baris membawa bobot yang cukup dalam.

Lagu ini sering dinyanyikan dalam suasana reflektif karena mampu menuntun pikiran untuk kembali pada dasar iman yang sederhana tetapi kuat.

Selain itu, lagu ini mudah diterima oleh berbagai kalangan karena tidak menggunakan istilah yang sulit. Pesan yang disampaikan tetap utuh meskipun dinyanyikan dalam suasana yang berbeda-beda, baik secara pribadi maupun bersama.

Hal ini menunjukkan bahwa kekuatan utama terletak pada kejujuran pesan, bukan pada kompleksitas bahasa.

Lirik lagu Dia Yesus Telah Mati Bagiku menjadi pengingat bahwa makna terbesar sering kali hadir melalui ungkapan yang tidak rumit namun tepat sasaran.

Penghayatan terhadap setiap bait membuka ruang untuk melihat kembali relasi iman dengan cara yang lebih tenang dan mendalam. (Shofia)

Baca Juga: 60 Lagu untuk Ibadah Jumat Agung bagi Umat Kristiani