Lirik Lagu Kebangsaan Singapura Majulah Singapura oleh Zubir Said

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lirik lagu kebangsaan Singapura bukan sekadar rangkaian kata yang dinyanyikan dalam upacara resmi. Di baliknya ada sejarah panjang yang membuat lagu kebangsaan Singapura “Majulah Singapura” punya tempat khusus dalam perjalanan negara tersebut.
Lagu karya ciptaan Zubir Said ini pertama kali diperdengarkan pada 1958 dan kemudian mengalami penyesuaian sebelum ditetapkan sebagai lagu kebangsaan pada 3 Desember 1959.
Lirik Lagu Kebangsaan Singapura dan Sejarah Singkatnya
Mengutip situs https://www.nhb.gov, berikut adalah lirik lagu kebangsaan Singapura. Selain lirik, tersedia pula notasi musik dan terjemahannya dalam bahasa resmi Singapura lainnya, yaitu bahasa Inggris dan Mandarin:
Majulah Singapura
Mari kita rakyat Singapura
Sama-sama menuju bahagia
Cita-cita kita yang mulia
Berjaya Singapura
Marilah kita bersatu
Dengan semangat yang baru
Semua kita berseru
Majulah Singapura
Majulah Singapura
前进吧,新加坡!
来吧,新加坡人民,
让我们共同向幸福迈进;
我们崇高的理想,
要使新加坡成功。
来吧,让我们以新的精神,
团结在一起;
我们齐声欢呼:
前进吧,新加坡!
前进吧,新加坡!
Onward Singapore
Come, fellow Singaporeans
Let us progress towards happiness together
May our noble aspiration bring
Singapore success
Come, let us unite
In a new spirit
Let our voices soar as one
Onward Singapore
Onward Singapore
Lagu kebangsaan Singapura adalah “Majulah Singapura”, yang diciptakan oleh Zubir Said. Judul tersebut berarti “Maju Singapura” atau “Onward Singapore”.
Lagu ini menjadi gambaran semangat masyarakat Singapura untuk terus berkembang sekaligus menjadi bagian penting dari identitas negara.
“Majulah Singapura” pertama kali dibuat pada 1958. Saat itu, Zubir Said diminta oleh Ong Eng Guan, yakni Wali Kota Singapura, untuk menciptakan sebuah lagu resmi bagi City Council of Singapore.
Lagu tersebut disiapkan untuk memperingati pembukaan kembali Victoria Theatre yang telah direnovasi. Untuk pertama kalinya, lagu ini dibawakan oleh Singapore Chamber Ensemble.
Setahun kemudian, tepatnya pada 3 Desember 1959, “Majulah Singapura” kembali dikumandangkan dan ditetapkan sebagai lagu kebangsaan Singapura. Sebelum menjadi lagu kebangsaan, komposisi tersebut merupakan lagu yang dibuat untuk City Council.
Dalam proses menciptakan lagu tersebut, Zubir Said sangat memperhatikan penggunaan lirik. Beliau ingin kata-kata yang digunakan singkat, sederhana, dan dapat dipahami oleh masyarakat dari berbagai latar belakang di Singapura.
Zubir Said bahkan berkonsultasi dengan seorang ahli bahasa Melayu agar liriknya menggunakan bahasa Melayu yang tepat, tetapi tetap mudah dipahami.
Pada 1959, ketika Singapura membutuhkan lagu kebangsaan, Dr. Toh Chin Chye tertarik menggunakan karya Zubir Said tersebut. Namun, beliau meminta beberapa perubahan agar lagu tersebut lebih sesuai sebagai lagu kebangsaan.
Menurut Toh, lagu kebangsaan harus singkat, mudah diingat, dan mudah dinyanyikan. Toh Chin Chye juga menginginkan lagu kebangsaan Singapura menggunakan bahasa Melayu, yang dipandang sebagai bahasa asli kawasan tersebut.
Menurutnya, penggunaan bahasa Melayu dalam lagu kebangsaan dapat diterima oleh berbagai kelompok masyarakat.
Menanggapi masukan tersebut, Zubir Said mempersingkat lirik dari lagu yang sebelumnya dibuat untuk City Council sekaligus melakukan penyesuaian.
Hasil perubahan inilah yang kemudian menjadi “Majulah Singapura” dalam bentuk yang dikenal sebagai lagu kebangsaan Singapura.
Kemudian, pada 19 Januari 2001, versi “Majulah Singapura” yang telah diaransemen ulang diperkenalkan. Aransemen tersebut dibuat oleh komponis Singapura sekaligus penerima Cultural Medallion, yaitu Phoon Yew Tien.
Versi ini menggunakan nada dasar F dan dipilih karena dianggap memberikan kesan yang lebih megah serta membangkitkan semangat. Versi aransemen tersebut tetap menjadi versi resmi lagu kebangsaan.
Kemudian, pada 2019, Singapore Symphony Orchestra (SSO) kembali merekam “Majulah Singapura” untuk memperingati 60 tahun simbol-simbol nasional Singapura. Dalam rekaman terbaru itu, lirik karya Zubir Said dan aransemen Phoon Yew Tien tetap dipertahankan.
Perekaman ulang dilakukan dengan kualitas suara yang lebih baik sehingga detail aransemen musik dapat terdengar lebih jelas, terutama ketika lagu dimainkan di tempat berukuran besar atau menggunakan sistem suara modern.
Demikianlah informasi tentang lirik lagu kebangsaan Singapura “Majulah Singapura” beserta sejarah singkat di baliknya. Dari karya Zubir Said hingga menjadi simbol nasional, lagu ini terus membawa pesan persatuan dan semangat untuk membawa Singapura maju. (Fikah)
Baca juga: Lirik Lagu Memoria El Putra Sarira dan Informasi tentang Lagu Terbarunya
