Lirik Lagu Mengheningkan Cipta Karya Truno Prawit dan Maknanya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada saat kegiatan upacara bendera, umumnya ada satu sesi khusus yang disebut mengheningkan cipta dan dipimpin langsung oleh sang inspektur atau pembina upacara. Tahukah bahwa, lirik lagu Mengheningkan Cipta yang dinyanyikan pada sesi ini menyimpan makna yang begitu berarti.
Dalam praktik setiap upacara, aba-aba yang diberikan oleh inspektur dapat berbeda-beda. Sebenarnya, semuanya berisi ajakan yang sama, yaitu untuk mengenang jasa para pahlawan yang gugur dalam membela dan memperjuangkan bangsa ini serta para pahlawan lainnya.
Lirik Lagu Mengheningkan Cipta yang Dinyanyikan Saat Upacara
Pada saat instruktur upacara mengucapkan aba-aba "Mengheningkan cipta, mulai," selanjutnya lirik lagu Mengheningkan Cipta akan diperdengarkan secara instrumental maupun dinyanyikan oleh tim paduan suara secara langsung.
Mengutip halaman website resmi pa-semarang.go.id, beginilah bunyi lagunya:
Dengan seluruh angkasa raya memuji
Pahlawan negara
Nan gugur remaja di ribaan bendera
Bela nusa bangsa
Kau ku kenang wahai bunga putra bangsa
Harga jasa kau cahya pelita
Bagi Indonesia merdeka
Selama menyanyikan lagu Mengheningkan Cipta berlangsung, maka seluruh peserta upacara berdiri nan khidmat sambil berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Saat lagu selesai, inspektur upacara akan memberikan aba-aba "Selesai."
Lagu telah menjadi rangkaian penting dalam tradisi upacara bendera di Indonesia. Lagu ini diputar saat mengheningkan cipta dan diperdengarkan setelah pengibaran bendera dalam upacara bendera. Bahkan lagu ini juga dinyanyikan pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia setiap tanggal 17 Agustus.
Makna Lagu Mengheningkan Cipta Karya Truno Prawit
Lagu Mengheningkan Cipta merupakan buah karya Truno Prawit, sosok komponis berbakat Indonesia yang berasal dari tanah Solo. Ia lahir pada tahun 1915 dan dikenal sebagai seniman musik.
Ia juga merupakan sosok pelaku sejarah yang mengembangkan kemampuan bermusiknya sebagai Staf Musik di Keraton Surakarta. Selama masa hidupnya, Truno Prawit menciptakan deretan lagu-lagu perjuangan.
Karya monumental nya yaitu Mengheningkan Cipta, Mars Diponegoro, Rasa Kebangsaan, Hari Pahlawan, Bersatulah, Hari Angkatan Perang, Tanah Airku, dan Indonesia Pusaka.
Lagu Mengheningkan Cipta mengandung makna yang begitu dalam. Ungkapan "Nan gugur remaja di ribaan bendera" dan "Bela nusa bangsa" menggambarkan para pahlawan bangsa yang rela mengorbankan jiwa raga demi mempertahankan kehormatan bangsa dan negara ini.
Lagu ini juga menegaskan bahwa pahlawan sejati adalah sosok yang berani, tulus, juga rela berkorban demi kebenaran dan kemerdekaan bangsa.
Kemudian pada bagian lagu "Kau cahya pelita" dan "Bagi Indonesia merdeka" menggambarkan para pahlawan ibarat pelita yang memberikan cahaya dan harapan. Sebab berkat pengorbanan merekalah, bangsa Indonesia dapat mencapai titik kemerdekaan yang dinikmati saat ini.
Melihat akar sejarahnya, tradisi mengheningkan cipta pertama kali dilakukan oleh Presiden pertama Republik Indonesia, yaitu Ir. Soekarno pada tahun 1958 saat upacara peringatan Hari Pahlawan di Ambon. Peringatan tersebut berkaitan dengan upaya pembebasan Irian Barat.
Sejak saat itulah, lirik lagu Mengheningkan Cipta telah melekat dengan sesi khusus di setiap pelaksanaan upacara bendera di Indonesia, bahkan hingga saat ini. (Aya)
Baca juga: Lirik Lagu Dangdut Academy yang Membuat Pendengar Terngiang-ngiang
