Lirik Lagu Sesi Potret Enau Beserta Makna Lagunya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lirik lagu Sesi Potret Enau menjadi salah satu karya musik yang menarik perhatian pendengar karena nuansa liriknya yang sederhana namun sarat makna.
Lagu ini dibawakan dengan gaya khas Sesi yang cenderungtenang, dan penuh perasaan. Melalui alunan musik yang lembut, pendengar diajak masuk ke dalam ruang refleksi tentang hubungan, kenangan, serta perasaan yang kerap sulit diungkapkan secara langsung.
Judul “Potret Enau” memberi kesan simbolis, seolah lagu ini adalah sebuah gambaran atau bingkai dari kisah emosional yang pernah dialami.
Lirik Lagu Sesi Potret Enau
Lirik lagu Sesi Potret Enau menunjukkan perbedaan yang cukup mencolok dibandingkan karya-karya Enau sebelumnya yang sering mengangkat kritik sosial bernuansa satire.
Melalui lagu ini, Enau menyampaikan ungkapan perasaan yang jauh lebih personal dan menyentuh, menggambarkan penyesalan seorang perantau yang tak sempat pulang tepat waktu.
Berikut adalah lirik lagu Sesi Potret Enau mengutip dari laman youtube.com, yang memperkuat narasi duka, rindu, dan kehilangan melalui rangkaian bait yang ditulis dengan jujur dan emosional
Tahun lalu berjuta alasanku
Maaf tak bisa pulang penghasilanku pas-pasan
Kali ini sudah lumayan
Berkat doamu diijabah Sang Maha Kaya
Dan tahun ini, kubisa pulang
Oleh-oleh sudah di tangan
Tapi anehnya, bukan kau yang menyambutku
Ohh ternyata, kau yang lebih dulu pulang...
[Reff]
Ku bertamu ke rumah barumu
Tak ada kamu
Hanya papan dan namamu
Mana ocehan, wewangian khasmu
Jarak ini terlalu jauh
Kalau rindu aku tak mampu
Soal ikhlas ternyata aku masih amatir
Gengsi menyelimutiku, manusia ini kehilanganmu
Sesi potret yang selalu kubenci
Aneh rasanya kau tak di sini
Susunan barisannya tak sama lagi
Ooh... Satu... dua... tiga...
Ini nyata, kau telah pergi...
[Reff]
Ku bertamu ke rumah barumu
Tak ada kamu
Hanya papan dan namamu
Mana ocehan, wewangian khasmu
Jarak ini terlalu jauh
Kalau rindu aku tak mampu
Sesal hatiku tak sempat temani kamu
Harusnya kubisikkan kata ajaib ke telingamu
Soal ikhlas ternyata aku masih amatir
Masih sangat amatir
Gengsi menyelimutiku
Manusia ini kehilanganmu
Kehilanganmu
Itulah lirik lagu yang menggambarkan penyesalan, rindu mendalam, dan proses belajar ikhlas atas kehilangan orang tercinta. (Arif)
Baca juga: Lirik Lagu Work No Na dan Makna di Baliknya
