Lirik Lagu Sesi Potret untuk Penikmat Musik

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lirik lagu Sesi Potret menarik perhatian penikmat musik Indonesia sejak pertama kali dirilis. Lagu hasil kolaborasi enau dan Ari Lesmana ini menyuguhkan nuansa reflektif dengan pesan yang sangat personal.
Lagu Sesi Potret menggambarkan seseorang yang akhirnya bisa pulang ke rumah setelah sekian lama merantau. Ia telah menyiapkan oleh-oleh dan harapan untuk bertemu sosok tercinta.
Namun kenyataan berkata lain, orang yang dinanti justru telah pergi lebih dulu untuk selamanya. Dari sinilah emosi lagu mulai terasa sangat kuat.
Makna Mendalam dalam Lirik Lagu Sesi Potret
Mengutip dari situs rri.co.id, lirik lagu Sesi Potret bukan hanya tentang kehilangan seseorang, tetapi juga tentang rasa bersalah yang tertinggal. Berikut lirik lagunya lengkap
Tahun lalu berjuta alasanku
Maaf tak bisa pulang penghasilanku pas-pasan
Kali ini sudah lumayan
Berkat doamu di ijabah sang maha kaya
Dan tahun ini, kubisa pulang
Oleh-oleh sudah ditangan
Tapi anehnya, bukan kau yang menyambutku
Ohh ternyata, kau yang lebih dulu pulang
Ku bertamu ke rumah barumu
Tak ada kamu
Hanya papan dan namamu
Mana ocehan, wewangian khasmu
Jarak ini terlalu jauh,
kalau rindu aku tak mampu
Soal ikhlas ternyata aku masih amatir
Gengsi menyelimutiku, manusia ini kehilanganmu
Sesi potret yang selalu ku benci
Aneh rasanya kau tak di sini
Susunan barisannya tak sama lagi
Ooh… Satu… dua… tiga…
Ini nyata, kau telah pergi…
Ku bertamu kerumah barumu,
Tak ada kamu
Hanya papan dan namamu
Mana ocehan, wewangian khasmu
Jarak ini terlalu jauh
Kalau rindu aku tak mampu
Sesal hatiku tak sempat temani kamu
Harusnya kubisikan kata ajaib ke telingamu
Soal ikhlas ternyata aku masih amatir
Masih sangat amatir
Gengsi menyelimutiku
Manusia ini kehilanganmu
Kehilanganmu
Kalimat seperti “Soal ikhlas ternyata aku masih amatir” menjadi bagian paling menyentuh karena menggambarkan betapa sulitnya menerima kenyataan perpisahan.
Tema utama lagu ini adalah penyesalan atas waktu yang terlewat. Banyak orang terlalu sibuk dengan urusan hidup hingga lupa memberi perhatian pada keluarga. Lagu ini seolah menjadi pengingat bahwa kesempatan tidak selalu datang dua kali.
Selain itu, istilah “Sesi Potret” dalam lagu memiliki simbol yang kuat. Foto keluarga yang biasanya menjadi momen kebersamaan justru berubah menjadi pengingat bahwa susunan keluarga tidak lagi sama.
Hal tersebut membuat lagu ini terasa sangat dekat dengan pengalaman banyak orang.
Kolaborasi vokal Enau dan Ari Lesmana juga memberikan warna tersendiri. Karakter suara keduanya saling melengkapi, menciptakan suasana haru yang lebih mendalam. Aransemen musik yang sederhana membuat fokus utama tetap berada pada kekuatan cerita.
Produksi lagu ini juga didukung oleh Kevin Pangestu sebagai produser musik, sementara penulisan lirik turut dibantu Mulia Kennedy. Perpaduan tersebut menghasilkan karya yang puitis namun tetap mudah dipahami.
Lirik lagu sesi potret menjadi pengingat bahwa cinta kepada orang terdekat sebaiknya diungkapkan selagi masih ada waktu.
Lagu ini bukan hanya enak didengar, tetapi juga membawa pesan yang relevan bagi banyak orang. Tidak heran jika lirik lagu sesi potret menjadi salah satu karya yang membekas di hati para penikmat musik Indonesia. (Echi)
Baca juga: Lirik We Almost Broke Up Again Last Night dan Makna di Balik Lagu
