Konten dari Pengguna

Lirik Lagu Sesi Potret untuk Penikmat Musik

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi lirik lagu sesi potret, foto: unsplash/Marcela Laskoski
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi lirik lagu sesi potret, foto: unsplash/Marcela Laskoski

Lirik lagu Sesi Potret menarik perhatian penikmat musik Indonesia sejak pertama kali dirilis. Lagu hasil kolaborasi enau dan Ari Lesmana ini menyuguhkan nuansa reflektif dengan pesan yang sangat personal.

Lagu Sesi Potret menggambarkan seseorang yang akhirnya bisa pulang ke rumah setelah sekian lama merantau. Ia telah menyiapkan oleh-oleh dan harapan untuk bertemu sosok tercinta.

Namun kenyataan berkata lain, orang yang dinanti justru telah pergi lebih dulu untuk selamanya. Dari sinilah emosi lagu mulai terasa sangat kuat.

Makna Mendalam dalam Lirik Lagu Sesi Potret

Ilustrasi lirik lagu sesi potret, foto: unsplash/Marius Masalar

Mengutip dari situs rri.co.id, lirik lagu Sesi Potret bukan hanya tentang kehilangan seseorang, tetapi juga tentang rasa bersalah yang tertinggal. Berikut lirik lagunya lengkap

Tahun lalu berjuta alasanku

Maaf tak bisa pulang penghasilanku pas-pasan

Kali ini sudah lumayan

Berkat doamu di ijabah sang maha kaya

Dan tahun ini, kubisa pulang

Oleh-oleh sudah ditangan

Tapi anehnya, bukan kau yang menyambutku

Ohh ternyata, kau yang lebih dulu pulang

Ku bertamu ke rumah barumu

Tak ada kamu

Hanya papan dan namamu

Mana ocehan, wewangian khasmu

Jarak ini terlalu jauh,

kalau rindu aku tak mampu

Soal ikhlas ternyata aku masih amatir

Gengsi menyelimutiku, manusia ini kehilanganmu

Sesi potret yang selalu ku benci

Aneh rasanya kau tak di sini

Susunan barisannya tak sama lagi

Ooh… Satu… dua… tiga…

Ini nyata, kau telah pergi…

Ku bertamu kerumah barumu,

Tak ada kamu

Hanya papan dan namamu

Mana ocehan, wewangian khasmu

Jarak ini terlalu jauh

Kalau rindu aku tak mampu

Sesal hatiku tak sempat temani kamu

Harusnya kubisikan kata ajaib ke telingamu

Soal ikhlas ternyata aku masih amatir

Masih sangat amatir

Gengsi menyelimutiku

Manusia ini kehilanganmu

Kehilanganmu

Kalimat seperti “Soal ikhlas ternyata aku masih amatir” menjadi bagian paling menyentuh karena menggambarkan betapa sulitnya menerima kenyataan perpisahan.

Tema utama lagu ini adalah penyesalan atas waktu yang terlewat. Banyak orang terlalu sibuk dengan urusan hidup hingga lupa memberi perhatian pada keluarga. Lagu ini seolah menjadi pengingat bahwa kesempatan tidak selalu datang dua kali.

Selain itu, istilah “Sesi Potret” dalam lagu memiliki simbol yang kuat. Foto keluarga yang biasanya menjadi momen kebersamaan justru berubah menjadi pengingat bahwa susunan keluarga tidak lagi sama.

Hal tersebut membuat lagu ini terasa sangat dekat dengan pengalaman banyak orang.

Kolaborasi vokal Enau dan Ari Lesmana juga memberikan warna tersendiri. Karakter suara keduanya saling melengkapi, menciptakan suasana haru yang lebih mendalam. Aransemen musik yang sederhana membuat fokus utama tetap berada pada kekuatan cerita.

Produksi lagu ini juga didukung oleh Kevin Pangestu sebagai produser musik, sementara penulisan lirik turut dibantu Mulia Kennedy. Perpaduan tersebut menghasilkan karya yang puitis namun tetap mudah dipahami.

Lirik lagu sesi potret menjadi pengingat bahwa cinta kepada orang terdekat sebaiknya diungkapkan selagi masih ada waktu.

Lagu ini bukan hanya enak didengar, tetapi juga membawa pesan yang relevan bagi banyak orang. Tidak heran jika lirik lagu sesi potret menjadi salah satu karya yang membekas di hati para penikmat musik Indonesia. (Echi)

Baca juga: Lirik We Almost Broke Up Again Last Night dan Makna di Balik Lagu