Lirik Lagu Sewates Konco dari Lavora: Hubungan Sebatas Pertemanan

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lagu berbahasa daerah sedang booming di Indonesia, salah satunya adalah "Sewates Konco" yang dinyanyikan oleh Lavora feat. Destya Eka. Bagi yang paham bahasa Jawa, lirik lagu "Sewates Konco" mudah dipahami. Tapi, tidak demikian dengan orang yang tidak tahu artinya.
Mencari lirik lagu tersebut dengan artinya, akan membantu orang-orang yang tidak memahami Bahasa Jawa untuk lebih mendalami maknanya. Pendengar bisa lebih mudah mengerti pesan apa yang disampaikan melalui lagu tersebut.
Lirik Lagu Sewates Konco dan Maknanya
Lirik lagu "Sewates Konco" banyak dicari karena punya makna yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, terutama soal persahabatan dan cinta yang tak bisa bersatu. Lagu ini menjadi salah satu karya yang populer di kalangan pecinta musik bahasa Jawa karena bahasa dan pesannya yang sederhana tapi mengena di hati.
Selain enak didengar, lagu ini juga sering dijadikan backsound konten media sosial. Ditulisa ulang dari www.lyricsondemand.com, begini liriknya:
Saben wengi kelingan esem lan guyumu
Nanging kabeh kui mung dadi kenangan
Saiki wayahe laleke kowe
Yen kelingan kowe raiso turu malah mumet dewe
Aku ngerti kowe saiki ro liane
Nanging roso sayangku mung kanggo kowe
Lalekno aku wes gawe loro atimu
Mugo sliramu nemoke penggantiku
Aku tresno kowe ning ati raono liane
Ati iki loro mergo kowe milih wong liyo
Sepurane yen aku wes tau ngelarani atimu
Tulung lalekno awakdewe iki mung sewates konco
Kabeh wes diatur Gusti
Yen pancen jodone kabeh iso dadi siji
Aku tresno kowe ning ati raono liane
Ati iki loro mergo kowe milih wong liyo
Sepurane yen aku wes tau ngelarani atimu
Tulung lalekno awakdewe iki mung sewates konco
Aku tresno kowe ning ati raono liane
Ati iki loro mergo kowe milih wong liyo
Sepurane yen aku wes tau ngelarani atimu
Tulung lalekno awakdewe iki mung sewates konco
“Sewates Konco” dalam bahasa Jawa bisa diterjemahkan sebagai “sebatas teman saja”. Ini menunjukkan bahwa si penyanyi berada dalam posisi saat rasa sayang dan kedekatan yang dirasakan “hanya” sebagai teman, tidak lebih dari itu.
Dalam lagu tersebut, banyak bait yang menjelaskan kegelisahan di malam hari karena teringat senyuman dan candaan. Semua yang dulu membuat bahagia tapi sekarang hanya menjadi kenangan.
Setelah hubungan atau keadaan berubah (orang itu sekarang bersama dengan yang lain), penyanyi merasakan sakit hati karena rasa sayang masih ada. Ada penyesalan karena pernah menyakiti perasaan orang tersebut dan sekarang hanya dianggap sebagai teman.
Dalam lagu ini ada pengakuan bahwa segala sesuatu sudah diatur Tuhan, dan jika memang jodohnya, mungkin mereka bisa bersatu kembali. Tapi sampai saat itu, penerimaan sebagai teman dulu yang harus dilakukan.
Kalimat "Tulung lalekno awakdewe iki mung sewates konco" ini bukan hanya ditujukan kepada orang yang disayang. Tapi juga berfungsi untuk meyakinkan diri sendiri bahwa memang yang terbaik saat ini adalah menjadi teman saja.
Menurut buku 11 Cara Melewati Masa Putus Cinta Agar Kembali Bahagia, Abidaril Hasan, (2023), menerima kenyataan dan situasi yang terjadi adalah salah satu jalan untuk berdamai dengan diri setelah patah hati. Ini juga yang coba disampaikan dalam lagu tersebut.
Lirik lagu "Sewates Konco" berisi cerita sederhana tapi universal. Hampir semua orang pernah merasakan kisah cinta yang tidak dibalas dengan cara yang sama. Melodinya mendukung nuansa rindu dan sakit hati, sehingga emosinya bisa tersampaikan dengan kuat. (DNR)
Baca Juga: Lirik Lagu Ego Wong Tuo dari Pusma Shakira Feat Royhan Reyhan
