Lirik Lagu Teh Hijau - Tulus dan Maknanya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lirik Lagu Teh Hijau - Tulus dan maknanya menjadi topik yang banyak menarik perhatian sejak lagu ini resmi dirilis pada 30 Juni 2026.
Single terbaru tersebut menandai kembalinya Tulus berkarya setelah sekitar empat tahun sejak album Manusia hadir pada 2022. Kehadirannya pun disambut hangat oleh para penikmat musik karena kembali menghadirkan lirik yang sederhana, puitis, dan sarat makna.
Seperti karya-karya sebelumnya, lagu ini kembali menghadirkan lirik yang sederhana, puitis, sekaligus menyimpan makna yang mendalam sehingga mampu menarik perhatian banyak pendengar.
Lirik Lagu Teh Hijau - Tulus
Lirik Lagu Teh Hijau - Tulus disusun dengan pilihan kata yang sederhana, tetapi tetap mampu menghadirkan kesan yang puitis dan mendalam. Berikut lirik lagu Teh Hijau yang dikutip dari laman genius.com:
[Verse 1]
Hari-hari berulang
Misteri lenyap senang
Ada saran kudengar
Lebih sering keluar ke alam
Saran lain kudengar
Cari hal asing yang menantang
Keluar dari benteng
Dari tempatmu yang sekarang
[Pre-Chorus]
Tak ada yang hilang dariku belakangan
Sedang tak mudah bertemu rasa senang
Sedang kucari yang jadi pencetusnya
Mungkin hilangnya atau siklus hidupku
[Chorus]
Mungkin aku sedang tak bisa
Tak bisa jatuh cinta
Membuka hati 'tuk apapun, siapapun
Dan mungkin aku memang sedang tak bisa
Tak bisa jatuh cinta
Membuka hati 'tuk apapun, siapapun
[Interlude]
Woah-oh, woah-oh-oh (Apapun, siapapun)
[Verse 2]
Tambah gerak tubuhmu
Baca buku yang baru
Ragam saran brilian
Yang belum kunjung jadi penawar
[Pre-Chorus]
Untuk yang hilang dariku belakangan
Sedang kucoba memahami alurnya
S'moga segera kutemukan jawaban
Tapi kini kurayakan hampa ini, oh
[Chorus]
Mungkin aku sedang tak bisa
Tak bisa jatuh cinta
Membuka hati 'tuk apapun, siapapun
Dan mungkin aku memang sedang tak bisa
Tak bisa jatuh cinta
Membuka hati 'tuk apapun, siapapun
[Bridge]
Kulihat mana di kendaliku
Teh hijau ini yang di tanganku
Di tengah seram sedih yang menghantamku, uh
Lepaskan, lepas kemurunganku
Hijau kembali jiwa gersangku
Ambillah sayang sebanyak waktu yang kau perlu
[Chorus]
Mungkin (Aku sedang tak bisa), aku sedang tak bisa
(Tak bisa jatuh cinta) Tak bisa jatuh cinta
(Membuka hati 'tuk apapun, siapapun) Uuh
Dan mungkin aku sedang tak bisa
Tak bisa jatuh cinta
(Membuka hati 'tuk apapun, siapapun) Aah
[Post-Chorus]
Tanpa itu, tanpanya
Apapun yang mungkin hilang itu (Sabar, sayang)
Mungkin ini siklusnya
Sudah garis jalannya
Esok, esok akan lebih elok
[Chorus]
Dan mungkin aku sedang tak bisa
Tak bisa jatuh cinta
Membuka hati 'tuk apapun, siapapun
Dan mungkin aku sedang tak bisa
Tak bisa jatuh cinta
Membuka hati 'tuk apapun, siapapun
[Outro]
Dan mungkin aku sedang tak bisa
Tak bisa jatuh cinta
(Apapun, siapapun)
Lagu Teh Hijau menggambarkan perjalanan emosional seseorang yang sedang kehilangan rasa bahagia dan merasa kesulitan membuka hati terhadap apa pun maupun siapa pun.
Meski telah mencoba berbagai cara, mulai dari mendengarkan saran orang lain hingga mencari pengalaman baru, tokoh dalam lagu ini tetap belum menemukan jawaban atas apa yang sedang dirasakannya.
Melalui liriknya, Tulus menunjukkan bahwa kondisi tersebut bukanlah sesuatu yang harus selalu dilawan. Ada kalanya seseorang memang berada dalam fase hampa yang menjadi bagian alami dari perjalanan hidup.
Pesan ini terasa begitu relevan karena banyak orang pernah mengalami masa ketika semangat menghilang tanpa alasan yang jelas.(Arif)
Baca juga: Lirik dan Terjemahan Lagu Intro - Lungz
