Lumba-Lumba Putih: Karakteristik dan Kehidupannya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lumba-lumba putih selalu menarik perhatian ilmuwan dan pengamat laut karena karakter warna yang jarang muncul pada mammalia laut, memunculkan diskusi tentang variasi genetis dan adaptasi di berbagai perairan dunia.
Di balik viralnya fenomena lumba-lumba putih di media sosial, warna cerah pada beberapa spesies lumba-lumba menarik perhatian karena dianggap dipengaruhi oleh faktor alami. Lantas, bagaimana karakteristik dan kehidupan lumba-lumba putih?
Karakteristik Lumba-Lumba Putih dan Kehidupannya
Mengutip situs https://www.opcf.org.hk, lumba-lumba putih, yang juga dikenal sebagai Chinese white dolphin atau Indo-Pacific humpback dolphin, memiliki ciri fisik yang mudah dikenali.
Spesies ini mempunyai moncong panjang dan ramping, serta tonjolan punggung yang menonjol di bagian tengah tubuh. Di atas tonjolan tersebut terdapat sirip kecil berbentuk sabit, yang menjadi alasan mengapa spesies ini kerap disebut sebagai lumba-lumba punuk.
Warna tubuh lumba-lumba putih sangat bervariasi, tergantung pada lokasi geografis tempat hidupnya. Di perairan Tiongkok, warna tubuhnya berubah seiring bertambahnya usia.
Bayi lumba-lumba lahir dengan warna abu-abu gelap, kemudian secara bertahap berubah menjadi putih atau merah muda saat dewasa. Sebagian individu dewasa juga masih mempertahankan bercak abu-abu pada tubuhnya.
Habitat dan Pola Kehidupan
Lumba-lumba putih banyak ditemukan di perairan barat Hong Kong serta wilayah sekitarnya, termasuk muara Sungai Pearl. Spesies ini hidup di perairan pesisir dan sering terlihat di dekat aktivitas manusia, khususnya di sekitar kapal nelayan.
Makanan utama lumba-lumba putih adalah ikan-ikan kecil. Dalam beberapa kesempatan, hewan ini terlihat mencari makan di belakang perahu nelayan.
Dari segi perilaku, berbagai aktivitas permukaan kerap diamati, seperti melompat keluar dari air dan mengintip ke permukaan. Durasi menyelam lumba-lumba putih relatif singkat, umumnya tidak lebih dari empat hingga lima menit.
Sebagai predator puncak dalam rantai makanan, lumba-lumba putih memegang peranan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut. Keberadaannya membantu mengontrol populasi organisme laut lain, seperti ikan dan cumi-cumi.
Lumba-lumba putih menghadapi berbagai ancaman yang memengaruhi keberlangsungan populasinya. Salah satu ancaman utama adalah jeratan jaring ikan. Banyak individu yang terperangkap dan mati akibat jaring atau alat tangkap yang dibuang ke laut.
Beberapa kasus juga menunjukkan adanya mata kail di dalam perut lumba-lumba, yang menandakan dampak serius dari pembuangan alat tangkap secara sembarangan.
Selain itu, hilangnya habitat akibat pembangunan pesisir dan aktivitas manusia terus mempersempit ruang hidup spesies ini.
Gangguan dari lalu lintas laut yang padat juga menjadi masalah serius. Beberapa lumba-lumba ditemukan mengalami luka yang diduga berasal dari baling-baling kapal. Pencemaran laut pun turut memperburuk kondisi kesehatan populasi ini.
Upaya Konservasi yang Dilakukan
Sejak 1995, Ocean Park Conservation Foundation Hong Kong (OPCFHK) telah memulai berbagai penelitian dan program jangka panjang untuk melindungi lumba-lumba putih.
Organisasi ini kemudian bergabung dengan Hong Kong Society of Panda Conservation pada 2005 dan menjadikan lumba-lumba putih sebagai spesies fokus utama. Hingga kini, puluhan proyek konservasi telah didanai untuk melindungi dan mempelajari spesies ini.
Selain itu, sejak 2006, OPCFHK bekerja sama dengan Agriculture, Fisheries and Conservation Department (AFCD) dalam menangani kasus terdamparnya mamalia laut, termasuk lumba-lumba putih dan pesut tanpa sirip.
Sampel dari hewan yang terdampar memberikan informasi penting tentang usia, jenis kelamin, penyebab kematian, serta kandungan polutan di dalam tubuh, yang sangat berguna untuk upaya perlindungan habitat dan spesies tersebut.
Demikianlah gambaran mengenai karakteristik, habitat, ancaman, dan upaya konservasi lumba-lumba putih yang menegaskan pentingnya perlindungan berkelanjutan untuk menjaga kelestarian spesies langka ini di ekosistem laut. (Fikah)
Baca juga: Apa Itu Sinkhole? Ini Pengertian dan Alasan Terjadinya Menurut Sains
