Konten dari Pengguna

Macabre Art Installation Ghost In The Cell, Karya Horor Terbaru Joko Anwar

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Macabre Art Installation Ghost In The Cell, Foto: Unsplash/Darya Tryfanava
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Macabre Art Installation Ghost In The Cell, Foto: Unsplash/Darya Tryfanava

Karya seni bertema gelap menarik perhatian publik, salah satunya adalah Macabre Art Installation Ghost In The Cell karya Joko Anwar yang ramai dibicarakan di media sosial dan forum seni.

Instalasi ini dikenal menghadirkan suasana yang tidak nyaman namun memikat, dengan visual yang menggabungkan unsur horor, simbolisme, dan pengalaman imersif bagi pengunjung.

Pameran Seni Macabre Art Installation Ghost In The Cell

Ilustrasi Pameran Seni Macabre Art Installation Ghost In The Cell, Foto: Unsplash/Frank R

Mengutip situs https://rri.co.id/hiburan/, Macabre Art Installation Ghost in the Cell adalah pameran seni horor imersif yang terinspirasi dari dunia film Ghost in the Cell karya Joko Anwar.

Pameran ini menghadirkan berbagai instalasi seni bernuansa gelap, menyeramkan, dan penuh elemen psikologis yang dibuat agar pengunjung bisa merasakan atmosfer film secara langsung, bukan hanya lewat layar bioskop.

Acara ini berlangsung pada 16–22 Mei 2026 di Nirmana Falatehan dan dibuka gratis untuk umum mulai pukul 10.00 hingga 20.00 WIB. Konsep “Macabre Art” sendiri merujuk pada gaya seni yang identik dengan tema kematian, tubuh manusia, horor, dan suasana kelam.

Dalam pameran ini, unsur tersebut dipadukan dengan dunia Ghost in the Cell sehingga menghasilkan pengalaman visual yang terasa mencekam sekaligus artistik.

Poster promosinya juga menampilkan bentuk instalasi tubuh manusia yang dimodifikasi secara surreal dan menyeramkan, memperlihatkan nuansa horor eksperimental yang menjadi ciri khas proyek ini.

Pameran tersebut menjadi bagian dari strategi promosi unik untuk film Ghost in the Cell. Alih-alih hanya mengandalkan trailer atau media sosial, tim produksi menghadirkan pengalaman langsung agar penonton bisa “masuk” ke dalam dunia film.

Instalasi yang dipamerkan dibuat untuk membangun rasa tidak nyaman, penasaran, sekaligus kagum terhadap detail visual yang dihadirkan.

Dalam proses kreatifnya, Joko Anwar menggandeng enam ilustrator Indonesia yang dikenal memiliki gaya visual kuat dan khas di dunia seni gelap serta horor.

Enam ilustrator ini adalah Anwita Citriya, Benediktus Budi, Benny Bennos Kusnoto, Coki Greenway, Hafidzjudin, dan Rudy AO.

Keenam seniman tersebut menciptakan berbagai konsep visual menyeramkan yang menjadi bagian penting dalam identitas film maupun pameran. Setiap ilustrator membawa pendekatan berbeda dalam menciptakan suasana horor.

Ada yang terkenal lewat komik horor psikologis, ada yang sering membuat karya untuk band metal internasional, hingga seniman yang dikenal lewat ilustrasi hiper-realistis tokoh budaya populer.

Perpaduan gaya para ilustrator membuat instalasi di pameran ini terasa unik, artistik, dan tidak sekadar menampilkan jumpscare biasa. Menurut Joko Anwar, proyek ini memang dirancang sebagai ruang kolaborasi lintas seni.

Joko Anwar ingin Ghost in the Cell berkembang bukan hanya sebagai film horor, tetapi juga menjadi wadah bagi kreator visual Indonesia untuk menunjukkan karyanya kepada publik yang lebih luas.

Oleh karena itu, setiap elemen instalasi dibuat melalui diskusi bersama untuk menggambarkan rasa takut yang dekat dengan pengalaman masyarakat.

Demikianlah penjelasan mengenai Macabre Art Installation Ghost in the Cell. Pameran ini bukan hanya sekadar instalasi horor biasa, tetapi juga perpaduan antara seni visual, pengalaman imersif, dan promosi film yang dikemas dengan konsep kreatif. (Fikah)

Baca juga: Apakah Ada Money Heist Season 6? Cari Tahu Informasinya di Sini