Konten dari Pengguna

Mad Wajib Muttasil: Pengertian dan Contoh Bacaannya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mad Wajib Muttasil. Foto: Unsplash/Abdullah Arif.
zoom-in-whitePerbesar
Mad Wajib Muttasil. Foto: Unsplash/Abdullah Arif.

Mad wajib muttasil meruakan salah satu hukum tajwid yang digunakan untuk membaca Al-Qur’an, yang mana sesuai dengan namanya, hukum tajwid ini termasuk ke dalam kategori hukum bacaan mad.

Mengutip dari website ejournal.iainpurwokerto.ac.id, mad wajib muttasil adalah hukum bacaan panjang yang terjadi ketika ada huruf hijaiyah berharakat fathah tanwin bertemu dengan huruf hijaiyah yang berharakat sukun. Contohnya, pada kata “robbanaa”.

Hukkum bacaan tajwid yang satu ini sangat pentig untuk diperhatikan karena dapat memengaruhi makna suatu kata. Tak hanya itu saja, hukum bacaan ini juga memiliki manfaat dalam keindahan bacaan Al-Qur’an.

Daftar isi

Pengertian Mad Wajib Muttasil

Mad Wajib Muttasil. Foto: Unsplash/Malik Shibly.

Mad Wajib Muttasil adalah jenis mad yang terjadi ketika terdapat huruf "alif" (ا) setelah huruf "hamzah" (ء), di mana hamzah dan alif tersebut berada dalam satu kata.

Artinya, bacaan mad harus dilanjutkan tanpa jeda (bersambung), dan perpanjangan harus dilakukan selama 4 harakat.

Definisi memiliki peran yang sangat penting dalam memahami hukum bacaan tajwid yang satu ini.

Mad wajib muttasil dijelaskan sebagai hukum bacaan panjang yang terjadi ketika sebuah huruf hijaiyah yang diberi harakat fathah tanwin bertemu dengan huruf hijaiyah yang berharakat sukun.

Definisi ini menjadi dasar untuk memahami berbagai jenis, cara membaca, serta contoh-contoh mad wajib muttasil.

Tanpa pemahaman yang jelas tentang definisi ini, akan sulit membedakan mad wajib muttasil dari hukum bacaan lainnya.

Definisi ini juga menjadi pedoman dalam praktik membaca Al-Qur'an, sehingga para pembaca dapat melafalkan mad wajib muttasil dengan tepat sesuai dengan kaidah tajwid yang benar.

Contoh Bacaan Mad Wajib Muttasil

Mad Wajib Muttasil. Foto: Unsplash./Andri Helmansyah.

Sebagai contoh, pada kata “robbanaa”, terdapat mad wajib muttasil pada huruf “baa” yang diberi harakat fathah tanwin dan bertemu dengan huruf “naa” yang berharakat sukun. Dalam contoh ini, huruf “baa” harus dibaca panjang selama dua harakat.

Selain itu, contoh juga bisa digunakan untuk menunjukkan berbagai jenis mad wajib muttasil. Sebagai contoh, pada kata “alhamdulillaah”, terdapat mad wajib muttasil mukhaffaf karena huruf sukun terletak di awal kata setelah fathah tanwin.

Contoh ini mempermudah pembaca untuk memahami perbedaan antara jenis-jenis mad wajib muttasil dan cara membacanya dengan benar.

Dengan demikian, contoh-contoh sangat penting dalam memahami mad wajib muttasil karena dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai penerapan hukum bacaan ini dalam bacaan Al-Qur'an.

Contoh-contoh tersebut membantu pembaca menguasai hukum bacaan mad wajib muttasil dan meningkatkan kualitas bacaan mereka.

Berikut adalah contoh bacaan mad wajib muttasil:

  1. أَفَاءَ (Afāa) – Surah Al-Hashr, Ayat 10

    Penjelasan: Terdapat pertemuan antara huruf hamzah (ء) dan alif (ا) pada kata "أَفَاءَ". Bacaan diperpanjang 4 harakat.

  2. جَاءَ (Jā'a) – Surah An-Najm, Ayat 56

    Penjelasan: Terdapat pertemuan hamzah dan alif, diperpanjang 4 harakat.

  3. قَاءَ (Qā'a) – Surah Al-Infitar, Ayat 1

    Penjelasan: Huruf hamzah (ء) bertemu dengan alif (ا), sehingga bacaan dipanjangkan 4 harakat.

  4. سَاءَ (Sā'a) – Surah Al-Kafirun, Ayat 6

    Penjelasan: Huruf hamzah dan alif bertemu, perpanjangan bacaan 4 harakat.

  5. بَاءَ (Bā'a) – Surah Al-Mumtahanah, Ayat 6

    Penjelasan: Terdapat pertemuan hamzah dan alif, bacaan dipanjangkan 4 harakat.

  6. رَاءَ (Rā'a) – Surah Al-A'raf, Ayat 66

    Penjelasan: Huruf hamzah dan alif bertemu, harus dibaca panjang 4 harakat.

  7. مَاءَ (Mā'a) – Surah Al-Mulk, Ayat 30

    Penjelasan: Terdapat pertemuan antara huruf hamzah dan alif, yang menyebabkan bacaan dipanjangkan selama 4 harakat.

  8. فَاءَ (Fā'a) – Surah Al-Baqarah, Ayat 272

    Penjelasan: Terdapat pertemuan antara hamzah dan alif dalam satu kata, diperpanjang selama 4 harakat.

  9. نَاءَ (Nā'a) – Surah Al-A'raf, Ayat 44

    Penjelasan: Mad Wajib Muttasil terjadi antara hamzah dan alif, dibaca panjang 4 harakat.

  10. لَاءَ (Lā'a) – Surah Al-A'raf, Ayat 146

    Penjelasan: Huruf hamzah bertemu dengan alif, sehingga bacaan diperpanjang 4 harakat.

  11. وَاءَ (Wā'a) – Surah An-Nisa', Ayat 121

    Penjelasan: Terdapat pertemuan antara hamzah dan alif, maka bacaan diperpanjang selama 4 harakat.

  12. حَاءَ (Hā'a) – Surah Al-Ahzab, Ayat 62

    Penjelasan: Bacaan dipanjangkan 4 harakat karena pertemuan hamzah dan alif.

  13. كَاءَ (Kā'a) – Surah Al-Mulk, Ayat 14

    Penjelasan: Terdapat pertemuan antara hamzah dan alif, yang memerlukan bacaan panjang 4 harakat.

  14. شَاءَ (Shā'a) – Surah At-Tawbah, Ayat 51

    Penjelasan: Perpanjangan bacaan 4 harakat terjadi karena hamzah dan alif bertemu.

  15. ضَاءَ (Dā'a) – Surah Al-Baqarah, Ayat 30

    Penjelasan: Bacaan diperpanjang 4 harakat karena adanya pertemuan antara hamzah dan alif.

  16. تَاءَ (Tā'a) – Surah At-Tawbah, Ayat 81

    Penjelasan: Mad Wajib Muttasil terjadi pada huruf hamzah dan alif, diperpanjang 4 harakat.

  17. وَاءَ (Wā'a) – Surah Al-Jumu'ah, Ayat 9

    Penjelasan: Perpanjangan bacaan 4 harakat karena hamzah bertemu dengan alif.

  18. حَاءَ (Hā'a) – Surah Al-Baqarah, Ayat 26

    Penjelasan: Terdapat pertemuan hamzah dan alif yang dipanjangkan selama 4 harakat.

  19. فَاءَ (Fā'a) – Surah Al-Baqarah, Ayat 103

    Penjelasan: Bacaan dipanjangkan 4 harakat akibat pertemuan hamzah dan alif.

  20. يَاءَ (Yā'a) – Surah Al-Furqan, Ayat 54

    Penjelasan: Mad Wajib Muttasil terjadi karena adanya pertemuan hamzah dan alif, dipanjangkan 4 harakat.

  21. أَبَاءَ (Abā'a) – Surah Al-Ahzab, Ayat 23

    Penjelasan: Bacaan ini harus dipanjangkan 4 harakat karena adanya pertemuan hamzah dan alif.

  22. رَاءَ (Rā'a) – Surah Al-A'raf, Ayat 66

    Penjelasan: Terdapat pertemuan antara hamzah dan alif yang memerlukan perpanjangan bacaan 4 harakat.

  23. مَاءَ (Mā'a) – Surah At-Tur, Ayat 30

    Penjelasan: Perpanjangan bacaan 4 harakat terjadi karena adanya mad wajib muttasil.

  24. عَاءَ (A'ā) – Surah Al-Kahf, Ayat 47

    Penjelasan: Bacaan diperpanjang 4 harakat karena pertemuan hamzah dan alif.

  25. دَاءَ (Dā'a) – Surah Al-A'raf, Ayat 53

    Penjelasan: Mad Wajib Muttasil diterapkan dengan perpanjangan bacaan 4 harakat.

  26. جَاءَ (Jā'a) – Surah Al-A'raf, Ayat 56

    Penjelasan: Bacaan ini dipanjangkan 4 harakat karena ada pertemuan antara hamzah dan alif.

  27. هَاءَ (Hā'a) – Surah Al-Baqarah, Ayat 26

    Penjelasan: Mad wajib muttasil diterapkan dengan perpanjangan bacaan 4 harakat.

  28. فَاءَ (Fā'a) – Surah An-Nisa', Ayat 30

    Penjelasan: Mad wajib muttasil terjadi dengan pertemuan hamzah dan alif, dibaca panjang 4 harakat.

  29. رَاءَ (Rā'a) – Surah Al-A'raf, Ayat 57

    Penjelasan: Perpanjangan bacaan 4 harakat karena adanya mad wajib muttasil.

  30. مَاءَ (Mā'a) – Surah Al-A'raf, Ayat 73

    Penjelasan: Terdapat pertemuan hamzah dan alif, sehingga bacaan dipanjangkan selama 4 harakat.

  31. وَاءَ (Wā'a) – Surah Al-Anfal, Ayat 25

    Penjelasan: Terdapat pertemuan antara hamzah dan alif, bacaan diperpanjang 4 harakat.

  32. قَاءَ (Qā'a) – Surah Al-Mulk, Ayat 4

    Penjelasan: Perpanjangan bacaan 4 harakat diterapkan pada kata ini karena adanya mad wajib muttasil.

  33. جَاءَ (Jā'a) – Surah At-Tawbah, Ayat 92

    Penjelasan: Bacaan ini harus dipanjangkan 4 harakat karena adanya pertemuan hamzah dan alif.

  34. أَفَاءَ (Afāa) – Surah Al-Baqarah, Ayat 212

    Penjelasan: Mad wajib muttasil berlaku pada kata ini, yang menyebabkan perpanjangan bacaan 4 harakat.

  35. سَاءَ (Sā'a) – Surah Al-Infitar, Ayat 1

    Penjelasan: Bacaan diperpanjang selama 4 harakat karena adanya mad wajib muttasil.

  36. فَاءَ (Fā'a) – Surah An-Nisa', Ayat 92

    Penjelasan: Bacaan panjang 4 harakat karena terdapat mad wajib muttasil.

  37. قَاءَ (Qā'a) – Surah Al-Anfal, Ayat 22

    Penjelasan: Perpanjangan bacaan 4 harakat karena pertemuan antara hamzah dan alif.

  38. سَاءَ (Sā'a) – Surah Al-Tawbah, Ayat 51

    Penjelasan: Terdapat pertemuan antara hamzah dan alif yang mengharuskan bacaan diperpanjang 4 harakat.

  39. مَاءَ (Mā'a) – Surah At-Tur, Ayat 28

    Penjelasan: Mad wajib muttasil terjadi dengan perpanjangan bacaan 4 harakat.

  40. حَاءَ (Hā'a) – Surah Al-Furqan, Ayat 69

    Penjelasan: Perpanjangan bacaan 4 harakat karena adanya mad wajib muttasil.

  41. بَاءَ (Bā'a) – Surah Al-Mumtahanah, Ayat 2

    Penjelasan: Terdapat pertemuan antara huruf hamzah (ء) dan alif (ا) yang menyebabkan bacaan dipanjangkan selama 4 harakat.

  42. فَاءَ (Fā'a) – Surah Al-Baqarah, Ayat 103

    Penjelasan: Bacaan dipanjangkan 4 harakat karena adanya pertemuan hamzah dan alif.

  43. حَاءَ (Hā'a) – Surah At-Tawbah, Ayat 81

    Penjelasan: Mad Wajib Muttasil berlaku pada kata ini, yang menyebabkan bacaan diperpanjang selama 4 harakat.

  44. مَاءَ (Mā'a) – Surah Al-A'raf, Ayat 72

    Penjelasan: Perpanjangan bacaan 4 harakat diterapkan karena pertemuan hamzah dan alif.

  45. رَاءَ (Rā'a) – Surah At-Tawbah, Ayat 54

    Penjelasan: Bacaan dipanjangkan selama 4 harakat karena adanya mad wajib muttasil.

  46. نَاءَ (Nā'a) – Surah Al-Mujadila, Ayat 6

    Penjelasan: Bacaan harus diperpanjang 4 harakat karena adanya pertemuan antara hamzah dan alif.

  47. بَاءَ (Bā'a) – Surah Al-Baqarah, Ayat 212

    Penjelasan: Terdapat pertemuan antara hamzah dan alif dalam kata ini, yang mengharuskan bacaan diperpanjang selama 4 harakat.

  48. سَاءَ (Sā'a) – Surah Al-Kafirun, Ayat 6

    Penjelasan: Bacaan ini dipanjangkan selama 4 harakat karena adanya mad wajib muttasil.

  49. حَاءَ (Hā'a) – Surah Al-Baqarah, Ayat 97

    Penjelasan: Perpanjangan bacaan 4 harakat diterapkan karena pertemuan hamzah dan alif.

  50. فَاءَ (Fā'a) – Surah Al-Ahzab, Ayat 33

    Penjelasan: Mad Wajib Muttasil diterapkan dengan perpanjangan bacaan selama 4 harakat pada pertemuan hamzah dan alif.

Itulah penjelasan terkait pengertian mad wajib muttasil dan contoh bacaannya yang penting untuk diketahui.

Baca juga: 10 Contoh Mukadimah Ceramah Bahasa Arab untuk Acara Keagamaan