Makanan Awetan dari Bahan Nabati, Solusi Praktis Menjaga Makanan Tetap Aman

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Makanan awetan dari bahan nabati menjadi salah satu alternatif pangan yang memiliki waktu simpan lebih lama. Dengan berbagai macam karakteristiknya, bahan makanan yang tidak diolah dengan tepat dapat rusak dengan mudah dan cepat.
Kondisi ini dapat memengaruhi kualitas produk, bahkan pendapatan suatu produsen makanan. Terlebih pada komoditas pangan yang berjumlah besar. Inilah mengapa terdapat proses pengolahan bahan pangan guna mengatasi permasalahan tersebut. Berikut ulasan selengkapnya!
Bahan Pangan
Melansir buku Prakarya dan Kewirausahaan oleh Arif Kurniawan, bahan pangan adalah bahan yang memungkinkan manusia tumbuh dan mampu memelihara tubuhnya. Adapun bahan pangan memiliki empat komponen utama, yakni karbohidrat, protein, lemak, dan air beserta turunannya.
Berdasarkan sumbernya, bahan pangan dikelompokkan menjadi bahan pangan nabati dan bahan pangan hewani. Bahan pangan nabati merupakan kelompok bahan pangan yang berasal dari hasil pertanian dan bersifat rentan terhadap kerusakan.
Kondisi demikian memunculkan berbagai inovasi di bidang teknologi pengolahan makanan. Selain menjadi solusi atas permasalahan, pembaruan juga merupakan upaya beradaptasi dengan perubahan zaman.
Mengutip buku Prakarya dan Kewirausahaan Kelas X Semester 1 oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, teknologi pengolahan adalah salah satu solusi yang menjadikan sebuah komoditas memiliki daya simpan lebih lama. Teknologi pengolahan juga mempermudah dan memperluas jangkauan distribusi suatu barang.
Makanan Awetan dari Bahan Nabati
Sebagai negara agraris, Indonesia kaya akan sumber daya alam. Berbagai jenis hasil pertanian dapat dengan mudah ditemukan. Hal ini mendorong terciptanya berbagai macam produk olahan makanan di banyak daerah dan menjadi ciri khas masing-masing.
Produk olahan makanan secara tidak langsung memunculkan inovasi produk makanan awetan. Selain untuk kemudahan distribusi dan menjangkau konsumen lebih luas, produk makanan awetan menjadi solusi untuk menjaga stabilitas harga di pasaran.
Tidak hanya itu, teknologi pangan berupa makanan awetan dapat mencegah terbuangnya hasil panen. Sehingga produk panen termanfaatkan secara optimal.
Mengutip buku Prakarya dan Kewirausahaan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, makanan awetan dari bahan nabati merupakan makanan yang dibuat dari pangan nabati seperti buah-buahan dan sayur-sayuran serta telah melalui pengolahan yang tepat.
Pengolahan yang tepat dimulai dari pengawetan hingga pengemasan. Hal ini disesuaikan dengan kriteria yang telah ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Di samping untuk mencari keuntungan, produk makanan awetan dari bahan nabati diproduksi sebagai identitas yang membedakan suatu daerah dengan daerah lain. Hal ini berkaitan dengan hasil pertanian masing-masing daerah.
Umumnya proses pengolahan makanan awetan dari bahan nabati menggunakan bahan baku, metode, dan peralatan yang sederhana.
Makanan awetan dari bahan nabati saat ini telah terdistribusi secara luas. Bahkan untuk kepentingan usaha yang lebih besar, produk makanan awetan dari bahan nabati telah diekspor ke berbagai negara tujuan.
(ANM)
