Konten dari Pengguna

Makna Lagu Kidung Chrisye, Kisah tentang Harapan di Tengah Kesedihan

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Makna Lagu Kidung Chrisye, Foto: Unsplash/Vitaly Gariev
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Makna Lagu Kidung Chrisye, Foto: Unsplash/Vitaly Gariev

Ada alasan kenapa makna lagu Kidung Chrisye kembali menarik perhatian. Lagu yang sudah berusia puluhan tahun ini ternyata masih menemukan pendengar baru, termasuk setelah “Kidung” digunakan sebagai soundtrack film Surat untuk Masa Mudaku pada 2026.

Jauh sebelum kembali muncul dalam film tersebut, “Kidung” sudah dikenal sebagai salah satu karya yang dinyanyikan Chrisye bersama Rafika Duri dan Trio Libels. Lagu ini tercatat dalam album Chrisye Masterpiece.

Makna Lagu Kidung Chrisye

Ilustrasi Mendengarkan Lagu Kidung Chrisye, Foto: Unsplash/Rifki Kurniawan

Mengutip situs https://www.musixmatch.com, makna lagu Kidung Chrisye menggambarkan harapan, kedamaian, kerinduan, dan kesempatan untuk terbebas dari kesalahan.

Liriknya menghadirkan suasana yang ceria setelah melewati keadaan yang tidak mudah, seolah mengingatkan bahwa mendung tidak selalu berakhir kelabu.

Dalam lagu ini, kidung juga dimaknai sebagai lantunan doa yang membawa ketenangan sekaligus menyelamatkan manusia dari marabahaya dan dosa.

Pesan tentang harapan terlihat dari lirik lagu yang menggambarkan perubahan suasana menjadi lebih ceria.

Kalimat “Nyatanya hari ini kulihat begitu ceria” dan “Tak selamanya mendung itu kelabu” menunjukkan bahwa kesulitan bukan berarti kebahagiaan akan hilang selamanya.

Suasana kemudian menjadi semakin damai melalui gambaran hari yang berseri dan dunia yang penuh kedamaian. Selain harapan dan ketenangan, “Kidung” juga membawa pesan tentang penebusan.

Bagian “Oh, kidung yang indah, kau luputkan aku dari sebuah dosaku” menggambarkan rasa syukur karena adanya sesuatu yang dianggap mampu melepaskan seseorang dari kesalahan yang pernah dilakukan.

Oleh karena itu, lagu ini tidak hanya terasa sebagai ungkapan kerinduan, tetapi juga memiliki nuansa spiritual yang kuat.

Lagu “Kidung” sendiri diciptakan oleh Chris Manusama, kakak dari Bram Manusama. Berdasarkan cerita yang dibagikan Chris Manusama, lagu tersebut tercetus setelah dirinya bermimpi bertemu dengan mendiang ibunya.

Pengalaman dalam mimpi itu kemudian menjadi awal lahirnya lagu yang menggambarkan kerinduan tersebut. Dalam konteks tersebut, kata “kidung” juga memiliki makna sebagai lantunan doa.

Makna doa semakin terasa pada bagian reff ketika tokoh dalam lagu mengungkapkan bahwa kidung yang indah telah meluputkannya dari sebuah dosa. Jadi, kerinduan kepada sosok yang dicintai berpadu dengan harapan untuk memperoleh ketenangan dan keselamatan.

“Kidung” pertama kali dirilis pada 1978 dan kemudian dikenal luas. Lagu ini tidak hanya pernah dibawakan oleh Bram dan Dianne, tetapi juga oleh Chrisye, Rafika Duri, dan Trio Libels pada 1990.

Popularitasnya kembali muncul ketika Ben Abraham membawakan lagu tersebut bersama kedua orang tuanya melalui TikTok pada 2024. Dengan demikian, makna lagu “Kidung” Chrisye dapat dipahami melalui perpaduan rasa rindu, harapan, kedamaian, dan penebusan.

Liriknya mengajak pendengar melihat bahwa setelah masa yang kelabu masih ada kemungkinan datangnya hari yang lebih ceria, sementara lantunan kidung menjadi simbol doa yang membawa ketenangan dan harapan. (Fikah)

Baca juga: Lirik Lagu Pelampiasan 2 yang Dinyanyikan oleh Nayla Fardila feat. Jasun Marju