Makna Lagu Pikiran yang Matang - Perunggu dan Liriknya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Makna lagu Pikiran yang Matang - Perunggu dirilis secara resmi pada tanggal 20 Juni 2025. Lagu ini adalah single ketiga dari album kedua band ini.
Personel band ini dikenal sebagai karyawan kantoran di siang hari. Karya musik Perunggu ini mengeksplorasi kedewasaan berpikir, refleksi diri, dan ketenangan batin di tengah derasnya arus media sosial dan kehidupan urban modern.
Makna Lagu Pikiran yang Matang - Perunggu dan Liriknya
Makna lagu Pikiran yang Matang - Perunggu terinspirasi dari pengalaman nyata sang drummer bernama Ildo Hasman. Ia sempat menjalani puasa media sosial, yaitu berhenti sementara dari penggunaan media sosial untuk menyadari betapa banyak waktu dan energi yang terbuang percuma.
Dalam prosesnya, mereka menyadari bahwa apa yang terjadi di media sosial tidak selalu memberi dampak yang positif. Bahkan bisa menguras mental dan produktivitas.
Makna utama dari lagu ini adalah ajakan untuk menjaga kesehatan mental dengan mengelola paparan informasi digital. Selain itu lagu ini juga mengajak untuk menjauh dari drama yang tidak perlu.
Lagu ini juga mengandung pesan tentang bersyukur pada hal-hal nyata di kehidupan sehari-hari dan memberi perhatian lebih pada apa yang benar-benar penting.
Lirik Lagu Pikiran yang Matang Karya Perunggu
Berikut adalah lirik lagu Pikiran yang Matang dari Perunggu, yang dikutip dari rri.co.id:
Dinding yang mulai berjamur
Setengah dua dan kubutuh tidur
Isi kepalaku tak lebih penuh
Dari TransJakarta kemarin subuh
Mulai hari ini saja
Berhenti menyaksikan polahmu
Tak apa jika semuanya terlewat
Tak pernah berdampak penting bagiku
Hei, aku tak perlu kenal dirimu
Atau membaca tulisanmu
Kuharap semua tetap begitu
Banyak yang butuhkan perhatianku
Hei, kau pernah sita semua waktuku
Dan tak kembalikan satu pun
Hidupmu biar kau yang tahu
Banyak yang butuhkan perhatianku
Hari ini tak lebih seru
Hari ini tak banyak terganggu
Hari ini oh biasa saja
Makin nyaman jauh dari drama
Hei, aku tak perlu kenal dirimu
Atau membaca tulisanmu
Kuharap semua tetap begitu
Banyak yang butuhkan perhatianku
Hei, kau pernah sita semua waktuku
Dan tak kembalikan satu pun
Hidupmu biar kau yang tahu
Banyak yang butuhkan perhatianku
Di laut yang tenang
Dan pikiran yang matang
Dan semua umpatan yang kuredam
Kan kutuai semua yang kutanam
(Di laut yang, di laut yang)
Di laut yang tenang
(Pikiran yang, pikiran yang)
Pikiran yang matang
Dan semua umpatan yang kuredam
Kan kutuai semua yang kutanam
Oh, dan
Makna lagu Pikiran yang Matang - Perunggu adalah panggilan untuk melakukan refleksi diri, menjaga pikiran agar tetap sehat, dan memilih hubungan nyata serta hal-hal yang bermakna.
Hal-hal di atas adalah hiruk-pikuk dunia digital yang tidak berhenti menguras perhatian. (Win)
Baca juga: Makna Lagu Tsunami NIKI yang Bikin Pendengar Terhanyut
