Konten dari Pengguna

Makna Lagu Pikiran yang Matang - Perunggu dan Liriknya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Makna Lagu Pikiran yang Matang - Perunggu. Unsplash.com/GoodNotes 5
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Makna Lagu Pikiran yang Matang - Perunggu. Unsplash.com/GoodNotes 5

Makna lagu Pikiran yang Matang - Perunggu dirilis secara resmi pada tanggal 20 Juni 2025. Lagu ini adalah single ketiga dari album kedua band ini.

Personel band ini dikenal sebagai karyawan kantoran di siang hari. Karya musik Perunggu ini mengeksplorasi kedewasaan berpikir, refleksi diri, dan ketenangan batin di tengah derasnya arus media sosial dan kehidupan urban modern.

Makna Lagu Pikiran yang Matang - Perunggu dan Liriknya

Ilustrasi Makna Lagu Pikiran yang Matang - Perunggu. Unsplash.com/Evelina Šiukšterytė

Makna lagu Pikiran yang Matang - Perunggu terinspirasi dari pengalaman nyata sang drummer bernama Ildo Hasman. Ia sempat menjalani puasa media sosial, yaitu berhenti sementara dari penggunaan media sosial untuk menyadari betapa banyak waktu dan energi yang terbuang percuma.

Dalam prosesnya, mereka menyadari bahwa apa yang terjadi di media sosial tidak selalu memberi dampak yang positif. Bahkan bisa menguras mental dan produktivitas.

Makna utama dari lagu ini adalah ajakan untuk menjaga kesehatan mental dengan mengelola paparan informasi digital. Selain itu lagu ini juga mengajak untuk menjauh dari drama yang tidak perlu.

Lagu ini juga mengandung pesan tentang bersyukur pada hal-hal nyata di kehidupan sehari-hari dan memberi perhatian lebih pada apa yang benar-benar penting.

Lirik Lagu Pikiran yang Matang Karya Perunggu

Ilustrasi Makna Lagu Pikiran yang Matang - Perunggu. Unsplash.com/Nguyen Dang Hoang Nhu

Berikut adalah lirik lagu Pikiran yang Matang dari Perunggu, yang dikutip dari rri.co.id:

Dinding yang mulai berjamur

Setengah dua dan kubutuh tidur

Isi kepalaku tak lebih penuh

Dari TransJakarta kemarin subuh

Mulai hari ini saja

Berhenti menyaksikan polahmu

Tak apa jika semuanya terlewat

Tak pernah berdampak penting bagiku

Hei, aku tak perlu kenal dirimu

Atau membaca tulisanmu

Kuharap semua tetap begitu

Banyak yang butuhkan perhatianku

Hei, kau pernah sita semua waktuku

Dan tak kembalikan satu pun

Hidupmu biar kau yang tahu

Banyak yang butuhkan perhatianku

Hari ini tak lebih seru

Hari ini tak banyak terganggu

Hari ini oh biasa saja

Makin nyaman jauh dari drama

Hei, aku tak perlu kenal dirimu

Atau membaca tulisanmu

Kuharap semua tetap begitu

Banyak yang butuhkan perhatianku

Hei, kau pernah sita semua waktuku

Dan tak kembalikan satu pun

Hidupmu biar kau yang tahu

Banyak yang butuhkan perhatianku

Di laut yang tenang

Dan pikiran yang matang

Dan semua umpatan yang kuredam

Kan kutuai semua yang kutanam

(Di laut yang, di laut yang)

Di laut yang tenang

(Pikiran yang, pikiran yang)

Pikiran yang matang

Dan semua umpatan yang kuredam

Kan kutuai semua yang kutanam

Oh, dan

Makna lagu Pikiran yang Matang - Perunggu adalah panggilan untuk melakukan refleksi diri, menjaga pikiran agar tetap sehat, dan memilih hubungan nyata serta hal-hal yang bermakna.

Hal-hal di atas adalah hiruk-pikuk dunia digital yang tidak berhenti menguras perhatian. (Win)

Baca juga: Makna Lagu Tsunami NIKI yang Bikin Pendengar Terhanyut