Makna Lagu Wake Me Up When September Ends dan Kisah di Baliknya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Wake Me Up When September Ends merupakan salah satu lagu Green Day. Makna lagu Wake Me Up When September Ends berkaitan dengan pengalaman pribadi Billie Joe Armstrong.
Lagu ini menjadi bagian dari album American Idiot yang dirilis pada 2004. Nuansanya terasa lebih muram dibandingkan sejumlah lagu Green Day lainnya karena membawa cerita kehilangan yang sangat personal.
Makna Lagu Wake Me Up When September Ends dari Green Day
Dikutip dari americansongwriter.com, makna lagu Wake Me Up When September Ends dari Green Day berangkat dari pengalaman Billie Joe Armstrong setelah ayahnya meninggal pada 10 September 1982 akibat kanker.
Saat masih kecil, Armstrong mengalami kesedihan mendalam setelah kehilangan tersebut hingga memilih mengurung diri di kamar.
Ketika ibunya mengetuk pintu, ia mengatakan agar dibangunkan ketika September berakhir, kalimat yang kemudian menjadi judul lagu.
September memiliki arti khusus bagi Armstrong karena bulan tersebut selalu mengingatkannya pada kematian sang ayah.
Waktu yang berlalu tidak membuat kenangan itu hilang, sehingga pergantian bulan justru dapat membawa kembali rasa kehilangan yang pernah dialaminya.
Penulisan lagu ini juga tidak dilakukan segera setelah peristiwa tersebut karena Armstrong membutuhkan waktu bertahun-tahun sebelum mampu menuangkan duka tersebut ke dalam sebuah karya.
Lagu ini kemudian berkembang dari kisah pribadi menjadi karya yang dapat dimaknai lebih luas sebagai ungkapan tentang kehilangan dan kenangan.
Kalimat tentang waktu yang berjalan cepat memperlihatkan jarak antara masa lalu dan masa kini, sementara ingatan terhadap orang yang telah tiada tetap bertahan.
Karena itu, kesedihan dalam lagu tidak hanya berupa tangisan, tetapi juga proses menerima bahwa seseorang telah pergi tanpa harus melupakan sosoknya.
Makna tersebut semakin luas melalui video musik yang memiliki cerita berbeda dari pengalaman Armstrong. Video yang disutradarai Samuel Bayer mengikuti pasangan kekasih yang terpisah setelah sang pria bergabung dengan Korps Marinir Amerika Serikat dan dikirim ke Irak.
Kisah tersebut membawa tema kehilangan ke konteks perang, terutama rasa sakit yang dialami orang yang ditinggalkan oleh orang terkasih.
Pada 2005, lagu ini juga digunakan dalam konteks solidaritas bagi korban Badai Katrina yang menghantam wilayah Gulf Coast. Green Day membawakannya dalam acara penggalangan dana ReAct Now: Music & Relief, lalu merilis versi live yang didedikasikan bagi para korban.
Penggunaan tersebut menunjukkan bagaimana lagu yang awalnya lahir dari pengalaman pribadi dapat memperoleh makna tambahan ketika ditempatkan dalam situasi kehilangan yang berbeda.
Berikut adalah lirik lagu Wake Me Up When September Ends lengkapnya, dikutip dari genius.com.
[Verse 1]
Summer has come and passed
The innocent can never last
Wake me up when September ends
Like my father's come to pass
Seven years has gone so fast
Wake me up when September ends
[Chorus]
Here comes the rain again
Falling from the stars
Drenched in my pain again
Becoming who we are
As my memory rests
But never forgets what I lost
Wake me up when September ends
[Verse 2]
Summer has come and passed
The innocent can never last
Wake me up when September ends
Ring out the bells again
Like we did when spring began
Wake me up when September ends
[Chorus]
Here comes the rain again
Falling from the stars
Drenched in my pain again
Becoming who we are
As my memory rests
But never forgets what I lost
Wake me up when September ends
[Guitar Solo]
[Verse 3]
Summer has come and passed
The innocent can never last
Wake me up when September ends
Like my father's come to pass
Twenty years has gone so fast
Wake me up when September ends
Wake me up when September ends
Wake me up when September ends
Makna lagu Wake Me Up When September Ends berpusat pada duka, kenangan, dan waktu yang terus berjalan setelah kehilangan orang terkasih.
Lagu ini tetap menyimpan kisah pribadi Billie Joe Armstrong, sekaligus membuka ruang bagi pendengar untuk memaknai pengalaman kehilangan dengan cara masing-masing. (Suc)
Baca Juga: Makna Lagu Bernaung dan Kisah yang Melatarbelakangi Lagunya
