Manfaat Kencur untuk Batuk dan Gangguan Kesehatan Lainnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Manfaat kencur untuk batuk sudah banyak dibuktikan beberapa orang. Hal tersebut karena kencur memiliki kandungan alami yang bermanfaat untuk tubuh.
Pada dasarnya, batuk adalah refleks tubuh untuk membersihkan tenggorokan dari benda asing penyebab iritasi, seperti bakteri dan virus. Namun, apabila intensitas batuk berlebih, tentunya akan mengganggu aktivitas.
Oleh karena itu, batuk harus segera disembuhkan. Tak hanya minum obat, batuk dapat disembuhkan dengan mengonsumsi kencur. Simak artikel ini untuk mengetahui manfaat kencur untuk batuk lebih lengkap.
Manfaat Kencur untuk Batuk
Kencur adalah tanaman rimpang-rimpangan yang banyak ditemukan di daerah tropis, termasuk Indonesia. Tanaman dengan nama latin kaempferia galangan ini telah lama digunakan untuk mengobati berbagai jenis penyakit, seperti batuk.
Manfaat kencur untuk batuk berasal dari kandungan senyawa aktif atau fitokimia yang ditemukan di dalamnya. Berdasarkan Journal of Ethnopharmacology oleh Ajay Kumar, kencur mengandung setidaknya 49 fitokimia yang baik untuk tubuh.
Kencur dapat meredakan gatal dan rasa sakit pada tenggorokan. Hal tersebut karena kandungan etil p-metoksi sinamat dan polifenol yang cukup tinggi.
Sedikit informasi, etil p-metoksi sinamat merupakan analgesik yang dapat mengurangi nyeri akibat inflamasi. Sementara itu, polifenol adalah antimikroba yang bisa mencegah bakteri penyebab batuk berkembang biak dan membuat iritasi di tenggorokan lebih parah.
Kemudian, kencur juga mengandung minyak atsiri dan saponin yang dapat melegakan saluran pernapasan serta mengeluarkan dahak.
Disadur dari buku Metode dan Cara Budidaya Kencur oleh Danialaz, untuk mengobati batuk dengan kencur, Anda dapat mengonsumsi secara langsung atau dengan direbus untuk diambil sarinya. Agar rasanya tak terlalu pedas, Anda bisa menambahkan madu sesuai selera.
Selain cara tersebut, Anda dapat memarut kencur kemudian diperas dengan kain untuk diambil sarinya. Tambahkan perasan jeruk nipis dan madu pada sari kencur dan minum tiga kali sehari.
Baca Juga: 7 Manfaat Cuka Apel, Efek Samping, dan Kandungan Nutrisinya
Manfaat Kencur Lainnya
Selain bermanfaat untuk mengobati batuk, kencur dipercaya dapat mengobati penyakit lainnya.
Dirangkum dari artikel ilmiah berjudul Aromatic Ginger (Kaempferia galanga L.) Extracts with Ameliorative and Protective Potential as a Functional Food, Beyond Its Flavor and Nutritional Benefits oleh Nupur Srivastava, berikut sederet manfaat kesehatan dari kencur:
1. Meningkatkan Fungsi Ginjal
Kencur mengandung antioksidan yang cukup banyak. Kandungan tersebut berkhasiat sebagai antihepatotoksik atau anti keracunan empedu dan antiinflamasi yang bermanfaat dalam meningkatkan fungsi ginjal dan hati manusia.
2. Mengobati Asam Urat dan Rematik
Manfaat lain dari kandungan antioksidan di dalam kencur adalah dapat mengatasi radang sendi atau penyakit rematik. Kandungan tersebut juga bisa mengurangi gejala asam urat yang bisa membuat sendi-sendi terasa nyeri.
3. Mengontrol Kadar Kolesterol
Kencur mengandung berbagai senyawa aktif yang dapat meningkatkan kadar kolesterol baik (high density lipoprotein atau HDL) serta menekan kadar kolesterol jahat (low density lipoprotein atau LDL).
Penurunan kadar kolesterol jahat tersebut dikaitkan dengan berkurangnya risiko terserang stroke dan penyakit kardiovaskular. Sehingga, apabila Anda mengonsumsi ekstrak kencur secara rutin akan membantu mencegah kedua penyakit berbahaya tersebut.
4. Mengobati Masalah Pencernaan
Manfaat selanjutnya dari kencur adalah dapat mengurangi masalah pencernaan. Kencur dapat memproduksi cairan empedu di kantong empedu yang dapat melancarkan pencernaan serta metabolisme tubuh.
Kemudian, menyadur artikel ilmiah berjudul Kaempferia galanga L.: Progresses in Phytochemistry, Pharmacology, Toxicology and Ethnomedicinal Uses oleh Si-Yu Wang, dkk., kencur juga bermanfaat untuk mengatasi perut kembung, meredakan mual, meningkatkan nafsu makan, dan mengatasi pencernaan yang tak lancar.
5. Menjaga Kesehatan Liver
Kencur disebut dapat melindungi liver atau hati dari hepatotoksik, yakni bahan kimia yang menimbulkan efek buruk pada hati. Jadi, kencur bisa dijadikan alternatif alami dan mudah dijumpai untuk menjaga kesehatan hati.
6. Membantu Pengobatan Kanker
Selanjutnya, kencur dipercaya dapat membantu pengobatan kanker. Senyawa antioksidan yang terkandung di dalam kencur dapat menghentikan pertumbuhan sel-sel kanker.
Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk membuktikan keefektifan kencur dalam pengobatan kanker.
7. Mengatasi Osteoarthritis
Kencur juga mengandung nutrisi yang dapat membantu mengatasi gejala osteoarthritis, yakni penyakit persendian, di mana sendi terasa sakit dan kaku. Hal tersebut karena sifat analgesik (pereda nyeri) pada kencur, sehingga gejala nyeri di sendi bisa mereda.
8. Obat Diuretik
Diuretik adalah zat yang membantu membersihkan tubuh dari garam atau natrium dan air, sehingga tak ada penumpukan cairan di dalam tubuh.
Kencur dipercaya dapat digunakan sebagai obat diuretik alami. Zat tersebut merangsang ginjal untuk melepaskan lebih banyak natrium ke dalam urine.
9. Mengatasi Peradangan
Senyawa antiradang yang terkandung di dalam kencur dapat menghambat produksi prostaglandin yang memunculkan peradangan dalam tubuh. Selain itu, kandungan antiradang tersebut dapat mengurangi gejala penyakit akibat peradangan.
10. Menangkal Radikal Bebas dan Virus
Kencur adalah salah satu sumber antioksidan yang dapat mengusir radikal bebas dan virus berbahaya penyebab berbagai penyakit dalam tubuh. Dengan mengonsumsi kencur secara rutin, daya tahan tubuh seseorang akan meningkat dan tak akan mudah terserang penyakit.
11. Meningkatkan Nafsu Makan
Banyak orang tua yang percaya bahwa kencur dapat meningkatkan nafsu makan. Umumnya, mereka memberi jamu beras kencur pada anak-anak yang sulit makan.
Hal tersebut karena kencur mengandung senyawa yang bersifat karminatif, yakni agen yang berfungsi untuk mengurangi dan mencegah perut kembung penyebab nafsu makan berkurang.
(NSF)
