Manfaat Negosiasi dan Taktiknya untuk Mencapai Kesepakatan

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada berbagai manfaat negosiasi yang bisa Anda dapatkan, baik sebagai penjual atau pembeli. Negosiasi sendiri adalah tawar-menawar yang dilakukan untuk mendapatkan kesepakatan bersama.
Negosiasi umumnya dilakukan dalam dunia bisnis, tetapi tak menutup kemungkinan di berbagai bidang lainnya dalam kehidupan. Dalam artikel ini akan dijelaskan tentang sederet manfaat negosiasi dan taktiknya.
Manfaat Negosiasi
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, negosiasi adalah proses tawar menawar dengan cara berunding untuk mencapai kesepakatan bersama antara pihak pertama dan lainnya. Proses negosiasi bisa dilakukan secara perorangan atau kelompok.
Negosiasi juga bisa diartikan untuk mendapatkan penyelesaian sengketa secara damai melalui perundingan antara pihak-pihak yang bersengketa.
Sementara itu, dalam buku Komunikasi Bisnis karya Reza Nurul Ichsan, Robbins menjelaskan arti negosiasi adalah sebuah proses yang di dalamnya ada dua pihak atau lebih bertukar barang dan jasa serta berupaya menyepakati kerja sama tersebut bagi kedua belah pihak.
Ada berbagai manfaat yang diperoleh dari negosiasi. Berikut ini uraian tentang manfaat negosiasi yang dirangkum dari karya ilmiah berjudul Urgensi Keterampilan Negosiasi Bagi Sekretaris yang diterbitkan uny.ac.id.
Menurut Nofriansyah
Beberapa manfaat yang diperoleh dari proses negosiasi menurut Nofriansyah:
Terciptanya jalinan kerja sama antara institusi atau badan usaha atau perorangan untuk melakukan usaha bersama atas dasar saling pengertian. Dengan negosiasi ini proses-proses transaksi dan kerja sama bisnis yang efektif akan tercipta.
Untuk sebuah perusahaan, negosiasi akan membuat jalinan hubungan bisnis yang lebih luas, sehingga mereka dapat mengembangkan pasarnya.
Meningkatkan relasi, profesionalisme, dan reputasi.
Menurut Baguley
Sementara itu, manfaat negosiasi menurut Baguley adalah sebagai berikut:
1. Menyatukan Pendapat
Kedua belah pihak dapat menyatukan pendapat dengan melakukan negosiasi. Seperti diketahui bahwa dalam proses negosiasi pasti ada berbagai pendapat yang berbeda.
2. Mencapai Kata Sepakat
Kemudian, negosiasi bisa membuat kedua belah pihak mencapai kata sepakat yang akan menguntungkan keduanya.
3. Menyelesaikan Masalah
Kedua belah pihak yang mengalami masalah dengan klien bisa diselesaikan dengan bernegosiasi, baik itu masalah yang besar atau kecil. Artinya, negosiasi bisa memberikan solusi dan keputusan.
4. Menjalin Kerja Sama
Perusahaan yang melakukan negosiasi dengan perusahaan lain umumnya bisa melakukan kerja sama yang tentunya saling menguntungkan antar kedua belah pihak.
Dari pendapat para ahli di atas, bisa disimpulkan manfaat negosiasi adalah meningkatkan kerja sama antara kedua belah pihak, mencapai kata sepakat, menyatukan pendapat, dan menyelesaikan masalah.
Baca Juga: 3 Contoh Teks Negosiasi, Ciri-Ciri, dan Strukturnya
Taktik Negosiasi
Tak selamanya proses negosiasi berjalan lancar, beberapa negosiasi bahkan tak mendapatkan kesepakatan. Sehingga, saat melakukan negosiasi perlu menerapkan beberapa taktik.
Merangkum modul Melakukan Negosiasi yang diterbitkan Universitas Pendidikan Indonesia pada 2018, berikut ini beberapa taktik negosiasi:
1. Memberi Pilihan
Taktik pertama yang bisa dicoba adalah dengan memberikan pilihan pada pihak lainnya. Misalnya, saat seorang pembeli tak mendapatkan barang yang diinginkan, penjual bisa menawarkan barang lain yang fungsinya sama atau hampir sama.
2. Lelang
Lelang adalah salah satu taktik negosiasi dalam jual beli barang, umumnya diberi batas waktu yang sudah ditentukan dan harganya cukup bersaing dengan penjual lainnya.
Dengan cara melelang barang, calon pembeli mendapatkan waktu yang terbatas untuk melakukan pertimbangan dan merasa tersaingi dengan calon pembeli lain.
3. Kalah untuk Menang
Kalah untuk menang adalah taktik selanjutnya dalam bernegosiasi antara penjual dan pembeli. Kesan yang diterima calon pembeli bahwa penjual sudah mengalami rugi atau kalah bisa membuat pembeli mau membeli barang tersebut.
Selain itu, apabila pembeli memberikan penawaran harga yang lebih rendah, penjual dapat memberikan persyaratan, yaitu pembeli harus membeli dengan jumlah minimal tertentu.
4. Pilihan Ya atau Tidak
Pilihan "ya" atau "tidak" dalam proses negosiasi adalah memberikan pilihan pada pihak lain agar tak bisa leluasa mengambil pertimbangan lainnya.
5. Penawaran Serius
Anda bisa memberikan penawaran yang serius, artinya berperilaku seperti orang-orang profesional dengan cara presentasi atau demonstrasi. Cara ini bisa meningkatkan kepercayaan pihak lain.
6. Persediaan Terbatas
Bagi penjual yang memiliki barang yang sedang banyak diburu pembeli, bisa menerapkan taktik persediaan terbatas.
Penjual dapat memberikan informasi kepada pembeli bahwa jumlah barang yang dijual tak banyak dan terjadi keterbatasan pengiriman barang dari pabrik. Agar lebih meyakinkan, Anda bisa memberikan data ready stock di gudang.
7. Bersabar
Negosiasi membutuhkan kesabaran tinggi, sehingga kedua pihak mendapatkan kesepakatan transaksi yang baik dan menguntungkan keduanya.
8. Tekan Terus menerus
Anda bisa menekan terus menerus pihak lain atau dalam kata lain memaksa. Namun, taktik ini harus tetap menggunakan cara yang hormat dan arif agar tak terkesan memaksa dan pihak lain tak merasa terganggu.
Anda juga bisa memberikan kesan agar dikasihani pihak lawan dan memuji kehebatan atau keadaan pihak yang diajak diskusi.
9. Kecocokan atau Ketidakcocokan
Penilaian terhadap barang, atau hal lain dalam proses negosiasi, yang cocok atau tidak untuk pihak lain umumnya sering dilakukan penjual atau pihak pertama. Taktik ini cukup memberikan manfaat yang baik untuk memotivasi pihak lain.
10. Melambungkan Bola Rendah
Taktik terakhir adalah melambungkan bola rendah. Contoh dari taktik ini adalah menawarkan persyaratan ringan atau yang paling rendah, kemudian setelah penawaran tersebut diterima, Anda dapat segera menawarkan hal penting yang berkaitan dengan persyaratan semula.
(NSF)
