Konten dari Pengguna

Masalah yang Sering Terjadi Terkait Green Campus dan Solusinya

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Masalah yang Sering Terjadi Terkait Green Campus. Foto: Unsplash/Gilly Stewart
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Masalah yang Sering Terjadi Terkait Green Campus. Foto: Unsplash/Gilly Stewart

Masalah yang sering terjadi terkait green campus dan solusinya perlu dipahami karena penerapan konsep kampus berkelanjutan tidak selalu berjalan mulus.

Green campus bukan hanya berkaitan dengan penghijauan lingkungan saja, tetapi juga mencakup pengelolaan sampah, penggunaan energi dan air, transportasi, infrastruktur, hingga kebiasaan seluruh warga kampus.

Berbagai kendala tersebut perlu ditangani secara bertahap agar upaya menciptakan lingkungan kampus yang lebih ramah lingkungan bisa berjalan secara nyata.

Masalah yang Sering Terjadi Terkait Green Campus, Konsep Berkelanjutan

Ilustrasi Masalah yang Sering Terjadi Terkait Green Campus. Foto: Unsplash/Simon Wilkes

Dikutip dari Buku Prosiding Pengabdian Masyarakat Perguruan Tinggi, Achmad Fedyani Saifuddin, (2017:205), salah satu masalah yang sering terjadi terkait green campus adalah pengelolaan sampah yang belum optimal.

Aktivitas di lingkungan kampus menghasilkan sampah dalam jumlah cukup banyak. Jika tidak dipilah sejak awal, sampah organik dan anorganik dapat tercampur.

Solusinya dapat dilakukan dengan menyediakan tempat sampah terpilah, menerapkan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle), mengolah sampah organik, serta meningkatkan edukasi kepada warga kampus.

Pemborosan energi juga menjadi tantangan dalam penerapan green campus. Penggunaan lampu, pendingin, komputer, dan peralatan listrik secara berlebihan dapat meningkatkan konsumsi energi.

Upaya yang dapat dilakukan antara lain menggunakan perangkat hemat energi, memaksimalkan pencahayaan alami, melakukan audit energi, serta mengembangkan energi terbarukan seperti panel surya.

Persoalan lain berkaitan dengan penggunaan air yang belum efisien. Kebocoran instalasi dan penggunaan air secara berlebihan bisa meningkatkan pemborosan sumber daya.

Kampus bisa mengatasinya dengan memperbaiki jaringan yang bocor, menggunakan fasilitas hemat air, memanfaatkan air hujan, serta menerapkan sistem penggunaan kembali air untuk kebutuhan tertentu.

Penggunaan kendaraan pribadi yang tinggi juga turut menjadi kendala karena dapat meningkatkan emisi, polusi udara, dan kepadatan lalu lintas di sekitar kampus.

Penyediaan jalur pejalan kaki, area parkir sepeda, transportasi kampus, serta fasilitas kendaraan listrik dapat menjadi alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan bermotor.

Masalah selanjutnya adalah infrastruktur yang belum sepenuhnya mendukung prinsip keberlanjutan. Pembangunan dan renovasi gedung perlu memperhatikan efisiensi energi, ruang terbuka hijau, pengelolaan air, serta kenyamanan pengguna.

Fasilitas seperti sumur resapan, area hijau, tempat pengelolaan sampah, dan jalur pedestrian bisa menjadi bagian dari upaya perencanaan tersebut.

Tantangan lainnya yaitu keterbatasan anggaran serta konsistensi program. Penerapan teknologi ramah lingkungan membutuhkan biaya dan perencanaan jangka panjang.

Oleh karena itu, kampus perlu menetapkan target yang realistis, melakukan evaluasi berkala, serta mengukur hasil setiap program agar penerapannya tidak berhenti sebagai kebijakan semata.

Green campus merupakan proses yang membutuhkan kerja sama seluruh unsur perguruan tinggi. Pengelolaan sampah, penghematan energi dan air, transportasi ramah lingkungan, serta pembangunan berkelanjutan perlu dilakukan secara beriringan.

Demikianlah masalah yang sering terjadi terkait green campus dan solusinya. Langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten bisa membawa perubahan besar dalam menciptakan lingkungan kampus yang lebih sehat, hemat sumber daya, dan berkelanjutan. (Dista)

Baca Juga: Pohon Ketapang Kencana sebagai Solusi Penghijauan Lingkungan