Konten dari Pengguna

Masuknya Islam ke Indonesia Menurut Soetjipto Wirjosoeparto

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Masuknya Islam ke Indonesia Menurut Soetjipto Wirjosoeparto. Unsplash.com/Chris Lawton
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Masuknya Islam ke Indonesia Menurut Soetjipto Wirjosoeparto. Unsplash.com/Chris Lawton

Bagaimana pendapat Soetjipto Wirjosoeparto tentang masuknya Islam ke Indonesia? Menurut pendapat Soetjipto Wirjosoeparto, Islam masuk ke Indonesia melalui daerah Gujarat, India.

Pendapat ini termasuk mendukung Teori Gujarat, yaitu teori yang menyatakan bahwa penyebaran Islam ke Nusantara dibawa oleh para pedagang Muslim dari wilayah Gujarat pada sekitar abad ke-13.

Bagaimana Pendapat Soetjipto Wirjosoeparto tentang Masuknya Islam ke Indonesia?

Ilustrasi Masuknya Islam ke Indonesia Menurut Soetjipto Wirjosoeparto. Unsplash.com/Annie Spratt

Bagaimana pendapat Soetjipto Wirjosoeparto tentang masuknya Islam ke Indonesia? Dikutip dari buku Bahan Ajar, Sejarah SMA Kelas X, 85, Soetjipto Wirjosoeparto mendasarkan pendapat masuknya Islam ke Indonesia melalui Gujarat pada sebuah bukti sejarah.

Bukti tersebut berupa batu nisan makam Sultan Malik As-Saleh, seorang raja pertama Kerajaan Samudera Pasai yang memiliki corak dan bahan serupa dengan batu nisan yang berasal dari Gujarat. Kesamaan bentuk seni ukir dan material inilah yang menunjukkan adanya hubungan erat antara Gujarat dengan wilayah Nusantara, khususnya proses penyebaran Islam.

Penjelasan Teori Gujarat

Ilustrasi Masuknya Islam ke Indonesia Menurut Soetjipto Wirjosoeparto. Unsplash.com/Clem Onojeghuo

Teori Gujarat adalah salah satu teori yang menjelaskan tentang masuknya Islam ke Indonesia. Teori ini yang menyatakan bahwa Islam datang ke Nusantara melalui para pedagang Muslim dari wilayah Gujarat, India, pada sekitar abad ke-13.

Teori ini dikemukakan oleh beberapa sejarawan, salah satunya yaitu Soetjipto Wirjosoeparto yang didukung oleh J. Pijnappel dan Snouck Hurgronje.

Dalam teori ini, para pedagang Muslim dari Gujarat datang ke Indonesia melalui jalur perdagangan internasional. Para pedagang tersebut kemudian singgah di pelabuhan-pelabuhan Nusantara untuk berdagang rempah-rempah. Dalam proses interaksi dengan masyarakat setempat, para pedagang juga menyebarkan ajaran Islam.

Penyebaran Islam dilakukan melalui perdagangan, hubungan sosial, perkawinan dengan penduduk lokal, pendidikan, dan dakwah.

Bukti yang mendukung teori ini adalah batu nisan makam Sultan Malik As-Saleh di wilayah Samudera Pasai yang memiliki bentuk dan corak ukiran mirip sekali dengan marmer batu nisan dari Gujarat.

Selain itu, pada abad ke-13 Gujarat merupakan pusat perdagangan Islam yang sangat ramai. Sehingga banyak pedagang Gujarat yang aktif berlayar ke Asia Tenggara.

Namun, teori Soetjipto ini bukanlah satu-satunya. Dalam kajian sejarah Indonesia, terdapat beberapa teori lain seperti teori Arab/Mekkah yang menyatakan Islam datang langsung dari Arab.

Selain itu, ada juga teori Persia yang menyatakan bahwa Islam dibawa oleh pedagang Persia. Sedangkan teori Tiongkok menyatakan bahwa Islam datang melalui komunitas Muslim Tiongkok.

Masuknya Islam ke Indonesia menurut Soetjipto Wirjosoeparto adalah bahwa Islam masuk ke Indonesia berasal dari Gujarat, India. Islam dibawa oleh para pedagang Muslim dengan bukti berupa marmer batu nisan bercorak Gujarat di makam Sultan Malik As-Saleh di Samudera Pasai. (Win)

Baca juga: Pembeda antara Digital Citizen dan Citizen Journalism