Memahami Apa Arti Majas Hiperbola dalam Bahasa Indonesia

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Secara singkat, apa arti majas hiperbola adalah jenis kiasan yang pernyataannya dibuat berlebih-lebihan. Majas hiperbola adalah salah satu bentuk retorika yang berguna untuk mendukung penjelasan penulis dalam menggambarkan suatu hal pada karya sastra.
Majas hiperbola banyak digunakan untuk menciptakan suasana dramatis atau kesan yang kuat pada pembaca. Agar penggunaan majas hiperbola dalam karya sastra tak keliru, sebaiknya untuk memahami apa arti majas hiperbola. Simaklah artikel ini hingga habis untuk penjelasannya!
Apa Arti Majas Hiperbola?
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), majas adalah cara melukiskan sesuatu dengan jalan menyamakannya dengan sesuatu yang lain. Majas juga bisa disebut kiasan.
Ada banyak jenis majas dalam bahasa Indonesia yang digunakan untuk mengungkapkan banyak hal, salah satunya adalah majas hiperbola. Sebenarnya, apa arti majas hiperbola?
Dikutip dari buku Pasti Bisa Peringkat 1 Rangkuman Pelajaran Superlengkap SMP Kelas 2 oleh Tini Rustini, dkk., majas hiperbola merupakan jenis majas yang mengandung pernyataan yang berlebih-lebihan agar terlihat hebat.
Majas hiperbola digunakan untuk memberikan gambaran yang berlebihan dan terlihat melampaui aslinya. Majas ini akan memberikan efek yang sangat ekspresif tentang sebuah fenomena.
Kemudian, menurut Tarigan (2006) yang disadur dari karya ilmiah berjudul Analisis Penggunaan Majas Hiperbola pada Iklan Komersial di Televisi oleh Hamzah Nuzulul Fazri Sitompul, Universitas Bengkulu, majas hiperbola adalah sejenis gaya bahasa yang mengandung pernyataan yang melebih-lebihkan jumlahnya, ukurannya, atau sifatnya.
Tarigan menyebutkan bahwa majas tersebut digunakan dengan maksud memberi penekanan pada sebuah situasi atau pernyataan untuk meningkatkan dan memperhebat kesan serta pengaruhnya.
Sementara itu, Djajasudarma (2009) menyebutkan bahwa majas hiperbola merupakan ungkapan yang melebih-lebihkan dari apa yang sebenarnya dimaksudkan.
Baca Juga: 85 Contoh Kalimat Majas Metafora dan Maknanya
Ciri-Ciri Majas Hiperbola
Secara umum, ciri yang paling menonjol dari majas hiperbola adalah terlihat sangat berlebihan dalam menggambarkan suatu hal. Dikutip dari buku Pasti Bisa Peringkat 1 Rangkuman Pelajaran Superlengkap SMP Kelas 2 oleh Tini Rustini, dkk., berikut ini ciri-ciri majas hiperbola.
Menyajikan suatu hal dengan cara sangat melebih-lebihkan atau merendahkan.
Perbandingan atau pendeskripsian yang digunakan tak sesuai realitas.
Ungkapan yang digunakan cenderung berlebihan untuk menyampaikan ide atau gagasan.
Fungsi Majas Hiperbola
Penggunaan majas hiperbola dapat memiliki berbagai efek dalam teks atau karya sastra. Dirangkum dari umsu.ac.id, berikut penjabarannya:
1. Penekanan yang Kuat
Majas hiperbola memungkinkan suatu penekanan yang kuat pada sebuah ide atau perasaan. Oleh karenanya, banyak pembaca atau pendengar yang mudah mengingat pernyataan dengan majas ini.
2. Humor
Dalam konteks yang tepat, majas hiperbola digunakan agar mendapatkan kesan humor. Apabila sebuah karya sastra dengan majas hiperbola dibaca di depan umum, pembaca dapat memberikan ekspresi yang sangat berlebihan.
3. Pemahaman yang Lebih Baik
Majas hiperbola adalah kiasan yang membesar-besarkan sesuatu dengan tujuan membantu pembaca atau pendengar memahami perasaan serta makna yang ingin disampaikan penulis atau pembicara.
Contoh Penggunaan Majas Hiperbola
Masih disadur dari umsu.ac.id, majas hiperbola dapat digunakan dalam berbagai hal, mulai dari karya sastra hingga bahasa sehari-hari. Berikut uraiannya:
1. Puisi
Majas hiperbola paling banyak dijumpai dalam sebuah puisi. Fungsi majas ini dalam puisi adalah untuk menciptakan gambaran yang dramatis dan indah. Contohnya dalam puisi karya Chairil Anwar di bawah ini:
Doa karya Chairil Anwar
Tuhanku Dalam termangu
Aku masih menyebut namaMu
Biar susah sungguh
Mengingat Kau penuh seluruh
CayaMu panas suci
Tinggal kerdip lilin di kelam sunyi
Tuhanku
Aku hilang bentuk
Remuk
Tuhanku
Aku mengembara di negeri asing
Tuhanku
Di pintumu aku mengetuk
Aku tidak bisa berpaling
Majas hiperbola yang ditemukan dalam puisi berjudul Doa oleh Chairil Anwar adalah "aku hilang bentuk, remuk."
Puisi lain yang menggunakan majas hiperbola adalah Jatuh Cinta Padamu karya Kahlil Gibran.
Jatuh Cinta Padamu karya Kahlil Gibran
Mempesonanya kamu
Menyungging senyummu
Menghiasi raut wajahmu
Mendiamkan detak jantungku
Mataku jadi pencuri senyummu
Yang menghantam jantungku
Bingung tak menentu
Dengan kehadiranmu
Mungkinkah menerimaku
Kutakut kehilanganmu
Bila kau tahu perasaanku
Penggunaan majas hiperbola di puisi di atas, yaitu "mataku jadi pencuri senyummu" dan "yang menghantam jantungku."
2. Sastra Klasik
Sastra klasik sering disebut sastra tradisional. Karya sastra ini ada sebelum masuknya unsur terbaru sastra, yakni berkembang sebelum tahun 1920-an. Beberapa jenis karya sastra klasik, yaitu pantun, syair, legenda, fabel, dongeng, dan lainnya.
Majas hiperbola tetap dibutuhkan dalam sastra klasik jika dibutuhkan. Majas hiperbola berguna untuk menggambarkan kekuatan, ukuran, atau peristiwa yang epik.
Contohnya adalah dalam The Iliad karya Homer, di mana tokoh bernama Achilles digambarkan sebagai prajurit yang tak terkalahkan bahkan dihadapkan dengan ribuan musuh.
3. Iklan
Iklan juga sering menggunakan majas hiperbola untuk menarik kesan audiens sehingga produk atau layanan akan terlihat lebih menarik. Beberapa contoh majas hiperbola dalam iklan, yaitu:
Paling lezat di dunia.
Siapapun akan terpukau dalam kelembutannya.
4. Bahasa Sehari-hari
Tak banyak yang menyadari bahwa bahasa sehari-hari sering kali menggunakan majas hiperbola. Hal ini berguna untuk memberikan sentuhan humor atau menyoroti perasaan yang kuat.
Beberapa contoh penggunaan majas hiperbola dalam percakapan sehari-hari, yaitu:
Saya telah menelepon Anda sejuta kali.
Begitu merasa lapar, aku bahkan bisa memakan daging sapi seberat 100 kilogram!
Rudi mempunyai kecerdasan yang seolah-olah melampaui batas langit.
Rumahnya sangat luas dan membingungkan bagaikan labirin.
Tubuhnya tinggal kulit yang membalut tulang.
(NSF)
