Konten dari Pengguna

Memahami Apa Arti Majas Hiperbola dalam Bahasa Indonesia

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi apa arti majas hiperbola. Foto: unsplash.com.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi apa arti majas hiperbola. Foto: unsplash.com.

Daftar isi

Secara singkat, apa arti majas hiperbola adalah jenis kiasan yang pernyataannya dibuat berlebih-lebihan. Majas hiperbola adalah salah satu bentuk retorika yang berguna untuk mendukung penjelasan penulis dalam menggambarkan suatu hal pada karya sastra.

Majas hiperbola banyak digunakan untuk menciptakan suasana dramatis atau kesan yang kuat pada pembaca. Agar penggunaan majas hiperbola dalam karya sastra tak keliru, sebaiknya untuk memahami apa arti majas hiperbola. Simaklah artikel ini hingga habis untuk penjelasannya!

Apa Arti Majas Hiperbola?

Ilustrasi apa arti majas hiperbola. Foto: Unsplash.com/Sincerely Media

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), majas adalah cara melukiskan sesuatu dengan jalan menyamakannya dengan sesuatu yang lain. Majas juga bisa disebut kiasan.

Ada banyak jenis majas dalam bahasa Indonesia yang digunakan untuk mengungkapkan banyak hal, salah satunya adalah majas hiperbola. Sebenarnya, apa arti majas hiperbola?

Dikutip dari buku Pasti Bisa Peringkat 1 Rangkuman Pelajaran Superlengkap SMP Kelas 2 oleh Tini Rustini, dkk., majas hiperbola merupakan jenis majas yang mengandung pernyataan yang berlebih-lebihan agar terlihat hebat.

Majas hiperbola digunakan untuk memberikan gambaran yang berlebihan dan terlihat melampaui aslinya. Majas ini akan memberikan efek yang sangat ekspresif tentang sebuah fenomena.

Kemudian, menurut Tarigan (2006) yang disadur dari karya ilmiah berjudul Analisis Penggunaan Majas Hiperbola pada Iklan Komersial di Televisi oleh Hamzah Nuzulul Fazri Sitompul, Universitas Bengkulu, majas hiperbola adalah sejenis gaya bahasa yang mengandung pernyataan yang melebih-lebihkan jumlahnya, ukurannya, atau sifatnya.

Tarigan menyebutkan bahwa majas tersebut digunakan dengan maksud memberi penekanan pada sebuah situasi atau pernyataan untuk meningkatkan dan memperhebat kesan serta pengaruhnya.

Sementara itu, Djajasudarma (2009) menyebutkan bahwa majas hiperbola merupakan ungkapan yang melebih-lebihkan dari apa yang sebenarnya dimaksudkan.

Baca Juga: 85 Contoh Kalimat Majas Metafora dan Maknanya

Ciri-Ciri Majas Hiperbola

Ilustrasi majas hiperbola. Foto: Shutter Stock

Secara umum, ciri yang paling menonjol dari majas hiperbola adalah terlihat sangat berlebihan dalam menggambarkan suatu hal. Dikutip dari buku Pasti Bisa Peringkat 1 Rangkuman Pelajaran Superlengkap SMP Kelas 2 oleh Tini Rustini, dkk., berikut ini ciri-ciri majas hiperbola.

  • Menyajikan suatu hal dengan cara sangat melebih-lebihkan atau merendahkan.

  • Perbandingan atau pendeskripsian yang digunakan tak sesuai realitas.

  • Ungkapan yang digunakan cenderung berlebihan untuk menyampaikan ide atau gagasan.

Fungsi Majas Hiperbola

Ilustrasi majas hiperbola. Foto: Pexels/SHVETS production

Penggunaan majas hiperbola dapat memiliki berbagai efek dalam teks atau karya sastra. Dirangkum dari umsu.ac.id, berikut penjabarannya:

1. Penekanan yang Kuat

Majas hiperbola memungkinkan suatu penekanan yang kuat pada sebuah ide atau perasaan. Oleh karenanya, banyak pembaca atau pendengar yang mudah mengingat pernyataan dengan majas ini.

2. Humor

Dalam konteks yang tepat, majas hiperbola digunakan agar mendapatkan kesan humor. Apabila sebuah karya sastra dengan majas hiperbola dibaca di depan umum, pembaca dapat memberikan ekspresi yang sangat berlebihan.

3. Pemahaman yang Lebih Baik

Majas hiperbola adalah kiasan yang membesar-besarkan sesuatu dengan tujuan membantu pembaca atau pendengar memahami perasaan serta makna yang ingin disampaikan penulis atau pembicara.

Contoh Penggunaan Majas Hiperbola

Ilustrasi majas hiperbola. Foto: Unsplash/Olga Tutunaru

Masih disadur dari umsu.ac.id, majas hiperbola dapat digunakan dalam berbagai hal, mulai dari karya sastra hingga bahasa sehari-hari. Berikut uraiannya:

1. Puisi

Majas hiperbola paling banyak dijumpai dalam sebuah puisi. Fungsi majas ini dalam puisi adalah untuk menciptakan gambaran yang dramatis dan indah. Contohnya dalam puisi karya Chairil Anwar di bawah ini:

Doa karya Chairil Anwar

Tuhanku Dalam termangu

Aku masih menyebut namaMu

Biar susah sungguh

Mengingat Kau penuh seluruh

CayaMu panas suci

Tinggal kerdip lilin di kelam sunyi

Tuhanku

Aku hilang bentuk

Remuk

Tuhanku

Aku mengembara di negeri asing

Tuhanku

Di pintumu aku mengetuk

Aku tidak bisa berpaling

Majas hiperbola yang ditemukan dalam puisi berjudul Doa oleh Chairil Anwar adalah "aku hilang bentuk, remuk."

Puisi lain yang menggunakan majas hiperbola adalah Jatuh Cinta Padamu karya Kahlil Gibran.

Jatuh Cinta Padamu karya Kahlil Gibran

Mempesonanya kamu

Menyungging senyummu

Menghiasi raut wajahmu

Mendiamkan detak jantungku

Mataku jadi pencuri senyummu

Yang menghantam jantungku

Bingung tak menentu

Dengan kehadiranmu

Mungkinkah menerimaku

Kutakut kehilanganmu

Bila kau tahu perasaanku

Penggunaan majas hiperbola di puisi di atas, yaitu "mataku jadi pencuri senyummu" dan "yang menghantam jantungku."

2. Sastra Klasik

Sastra klasik sering disebut sastra tradisional. Karya sastra ini ada sebelum masuknya unsur terbaru sastra, yakni berkembang sebelum tahun 1920-an. Beberapa jenis karya sastra klasik, yaitu pantun, syair, legenda, fabel, dongeng, dan lainnya.

Majas hiperbola tetap dibutuhkan dalam sastra klasik jika dibutuhkan. Majas hiperbola berguna untuk menggambarkan kekuatan, ukuran, atau peristiwa yang epik.

Contohnya adalah dalam The Iliad karya Homer, di mana tokoh bernama Achilles digambarkan sebagai prajurit yang tak terkalahkan bahkan dihadapkan dengan ribuan musuh.

3. Iklan

Iklan juga sering menggunakan majas hiperbola untuk menarik kesan audiens sehingga produk atau layanan akan terlihat lebih menarik. Beberapa contoh majas hiperbola dalam iklan, yaitu:

  • Paling lezat di dunia.

  • Siapapun akan terpukau dalam kelembutannya.

4. Bahasa Sehari-hari

Tak banyak yang menyadari bahwa bahasa sehari-hari sering kali menggunakan majas hiperbola. Hal ini berguna untuk memberikan sentuhan humor atau menyoroti perasaan yang kuat.

Beberapa contoh penggunaan majas hiperbola dalam percakapan sehari-hari, yaitu:

  • Saya telah menelepon Anda sejuta kali.

  • Begitu merasa lapar, aku bahkan bisa memakan daging sapi seberat 100 kilogram!

  • Rudi mempunyai kecerdasan yang seolah-olah melampaui batas langit.

  • Rumahnya sangat luas dan membingungkan bagaikan labirin.

  • Tubuhnya tinggal kulit yang membalut tulang.

(NSF)