Memahami Jurnal Umum dan Perbedaannya dengan Jurnal Lain

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada beberapa jenis jurnal yang digunakan dalam pencatatan akuntansi. Salah satu jenis jurnal tersebut adalah jurnal umum.
Jurnal sendiri merupakan buku yang digunakan untuk mencatat transaksi keuangan secara urut sesuai dengan tanggal, bulan, dan tahun terjadinya transaksi.
Jurnal memuat keterangan terkait rekening-rekening yang terpengaruh oleh transaksi beserta jumlah dan keterangan ringkas tentang transaksi tersebut.
Jurnal umum secara sederhana dapat diartikan sebagai jurnal pencatatan seluruh transaksi yang dilakukan oleh suatu perusahaan dalam periode akuntansi yang telah ditetapkan.
Jurnal umum dibutuhkan untuk mempermudah suatu perusahaan membuat laporan keuangan. Laporan keuangan nantinya akan membantu perusahaan dalam proses pengambilan suatu keputusan.
Berikut ini pembahasan lebih lanjut mengenai jurnal umum, mulai dari pengertian jurnal umum hingga perbedaannya dengan jurnal lainnya.
Pengertian Jurnal Umum
Jurnal merupakan catatan akuntansi permanen yang pertama setelah bukti transaksi dan digunakan untuk mencatat transaksi keuangan perusahaan secara kronologis.
Jurnal umum merupakan salah satu jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi perusahaan secara keseluruhan yang runut berdasarkan tanggal dilakukannya suatu transaksi
Menurut Himayati dalam buku Eksplorasi Zahir Accounting + Cd, jurnal umum adalah transaksi manual debit kredit dalam akuntansi yang merupakan akar sesungguhnya dari proses keuangan (akuntansi).
Hanya saja, pada modul-modul lain, seperti penjualan, pembelian, persediaan, dan lain-lain, jurnal tersebut terbentuk secara otomatis.
Jurnal umum juga dapat diartikan sebagai buku jurnal yang digunakan untuk mencatat semua transaksi yang tidak bisa dicatat dalam jurnal khusus.
Artinya, ada beberapa jenis transaksi yang tidak dapat ditulis dalam jurnal umum. Adapun pencatatan jurnal umum memuat transaksi-transaksi berikut:
Transaksi retur pembelian kredit dan retur penjualan kredit
Ayat jurnal penyesuaian atau adjustment entry
Ayat jurnal koreksi atau correcting entry
Ayat jurnal penutup atau closing entry
Ayat jurnal pembalik atau reversing entry
Contoh Jurnal Umum
Untuk mengetahui seperti apa contoh dari jurnal umum simak beberapa gambar berikut ini.
Gambar di atas merupakan contoh jurnal umum perusahaan jasa yang mencatat seluruh transaksi yang dilakukan oleh perusahaan tersebut.
Metode Jurnal Umum
Ada dua metode yang biasanya digunakan dalam melakukan pencatatan pada jurnal umum, yakni jurnal umum metode fisik atau metode periodik dan metode perpetual atau metode terus-menerus.
Mengutip dari buku Ekonomi & Akuntansi: Mengasah Kemampuan Ekonomi terbitan Gradfindo, perbedaan antara kedua metode tersebut ialah pada pencatatan terhadap perkiraan persediaan barang atau jasa yang disediakan.
Apabila suatu perusahaan menggunakan pencatatan jurnal umum metode periodik, setiap transaksi penjualan atau pembelian langsung dicatat pada perkiraan barang.
Penggunaan metode periodik atau metode fisik berkemungkinan dapat menimbulkan masalah karena pada akhir periode, persediaan barang tidak menujukkan jumlah barang yang sebenarnya.
Berbeda dengan metode fisik, pencatatan jurnal umum metode perpetual dilakukan setiap saat jumlah persediaan dapat diidentifikasi. Metode ini tidak perlu menunggu hingga akhir periode.
Cara Membuat Jurnal Umum
Menurut Siti Khodijah dalam buku Ekonomi Paket C Setara SMA/MA Kelas XII, secara umum, cara membuat jurnal umum perusahaan dagang dan cara membuat jurnal umum perusahaan jasa sama saja.
Untuk membuat jurnal umum, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yakni:
Harta: bertambah di sebelah debit, berkurang di sebelah kredit dan mempunyai saldo normal debit.
Utang: bertambah di sebelah kredit, berkurang di sebelah debit dan mempunyai saldo normal kredit.
Modal: bertambah di sebelah kredit, berkurang di sebelah debit dan mempunyai saldo normal kredit.
Pendapatan: bertambah di sebelah kredit, berkurang di sebelah debit dan mempunyai saldo normal kredit.
Beban: bertambah di sebelah debit, berkurang di sebelah kredit dan mempunyai saldo normal debit.
1. Cara Membuat Jurnal Umum
Dalam membuat jurnal umum, agar dapat menghasilkan hasil yang optimal, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan.
Mengutip dari buku Pengantar Akuntansi 1: Perusahaan Dagang dan Jasa yang ditulis oleh Blasius Erik Sibarani, dkk, berikut langkah-langkah membuat jurnal umum.
Memahami persamaan dasar akuntansi, yakni persamaan yang menujukkan bahwa jumlah harta atau aset selalu sama dengan jumlah utang dan modal.
Mengumpulkan bukti transaksi yang telah dilakukan selama periode akuntansi yang telah ditetapkan
Menganalisis dan mengidentifikasi bukti transaksi yang ada
Melakukan pencatatan pada tabel jurnal umum dengan format tabel yang telah disiapkan.
2. Cara Membuat Buku Besar dari Jurnal Umum
Seperti yang disebutkan sebelumnya, jurnal umum merupakan dasar dari seluruh laporan keuangan. Dalam membuat laporan keuangan, jurnal umum digunakan untuk membuat buku besar.
Pembuatan buku besar dilakukan dengan cara memindahkan catatan-catatan transaksi pada jurnal umum. Berikut cara membuat buku besar dari jurnal umum:
Memindahkan tanggal transaksi yang ada pada jurnal umum ke kolom tanggal buku besar rekening yang bersangkutan.
Memindahkan jumlah nominal transaksi yang ada pada jurnal umum ke kolom debit ataupun kredit buku besar rekening yang bersangkutan.
Memindahkan halaman jurnal umum ke kolom ref buku besar yang bersangkutan sebagai tanda sumber pemindahbukuan.
Memindahkan kode rekening ke kolom ref pada jurnal umum sebagai tanda transaksi telah dipindahbukukan.
Perbedaan Jurnal Umum dan Jurnal Lainnya
Pada pembahasan sebelumnya, telah disebutkan bahwa jurnal dalam ilmu akuntansi terdiri dari dua jenis, yakni jurnal umum dan jurnal khusus.
Jurnal umum adalah jurnal pencatatan seluruh transaksi, sedangkan jurnal khusus adalah jurnal pencatatan yang digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi tertentu.
Berdasarkan pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa perbedaan jurnal umum dan jurnal khusus terletak pada jenis transaksi yang dituliskan ke dalam jurnal tersebut.
Jurnal khusus adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi keuangan yang sejenis dan sering kali terjadi sesuai dengan urutan waktu terjadinya.
Jurnal ini terdiri dari 4 kelompok berdasarkan jenis transaksinya, yakni jurnal khusus pembelian, jurnal khusus penjualan, jurnal penerimaan kas, dan jurnal pengeluaran kas.
(SAI)
Frequently Asked Question Section
Apa saja metode yang digunakan dalam melakukan pencatatan pada jurnal umum?

Apa saja metode yang digunakan dalam melakukan pencatatan pada jurnal umum?
Ada dua metode yang biasanya digunakan dalam melakukan pencatatan pada jurnal umum, yakni jurnal umum metode fisik atau metode periodik dan metode perpetual atau metode terus-menerus.
Apa perbedaan jurnal umum metode fisik dan perpetual?

Apa perbedaan jurnal umum metode fisik dan perpetual?
Perbedaan antara kedua metode tersebut ialah pada pencatatan terhadap perkiraan persediaan barang atau jasa yang disediakan.
Apa saja yang perlu diperhatikan dalam membuat jurnal umum?

Apa saja yang perlu diperhatikan dalam membuat jurnal umum?
Harta, utang, modal, pendapatan, dan beban.
