Menciptakan Sekolah yang Menyenangkan dan Dimensi yang Diperhatikan

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bapak dan Ibu Guru, bagaimana menciptakan sekolah yang menyenangkan? Dimensi apa yang perlu diperhatikan? Seiring dimulainya tahun ajaran baru, pertanyaan ini menjadi perhatian banyak tenaga pendidik.
Untuk menjawab hal tersebut, sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka, Kemendikdasmen melalui program MPLS Ramah mengajak sekolah menciptakan lingkungan yang membuat murid merasa diterima, dihargai, dan nyaman sejak hari pertama belajar.
Bagaimana Menciptakan Sekolah yang Menyenangkan dan Dimensi yang Diperhatikan di Tahun Ajaran Baru?
Bapak dan Ibu Guru, bagaimana menciptakan sekolah yang menyenangkan? Dimensi apa yang perlu diperhatikan? Berikut penjelasan lengkapnya:
Mengutip situs https://www.smkn2ketapang.sch.id, salah satu upaya mewujudkan sekolah yang menyenangkan adalah melalui Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM), yaitu gerakan yang mendorong budaya belajar yang kritis, kreatif, dan mandiri pada peserta didik.
Di sisi lain, menciptakan sekolah yang menyenangkan juga dapat dilakukan dengan membangun lingkungan belajar yang positif, aman, nyaman, dan kondusif sehingga seluruh warga sekolah merasa dihargai, termotivasi, serta antusias untuk belajar dan berkembang.
Untuk mewujudkannya, ada beberapa dimensi yang perlu diperhatikan, yaitu dimensi fisik, sosial-emosional, akademik, serta partisipasi dan rasa memiliki.
1. Dimensi Fisik
Dimensi fisik menjadi salah satu aspek penting karena lingkungan sekolah yang bersih, aman, nyaman, dan menarik secara visual dapat meningkatkan suasana hati serta semangat belajar.
Selain itu, sekolah juga perlu memastikan lingkungan belajar mampu memenuhi kebutuhan warga sekolah sehingga tercipta rasa nyaman selama mengikuti proses pembelajaran.
2. Dimensi Sosial-Emosional
Selanjutnya, dimensi sosial-emosional tidak kalah penting. Hubungan yang hangat, positif, dan inklusif antara guru, peserta didik, maupun seluruh warga sekolah menjadi fondasi terciptanya suasana belajar yang menyenangkan.
Ketika setiap individu merasa aman, dihargai, dan diterima, mereka akan lebih percaya diri untuk berinteraksi dan berkembang.
3. Dimensi Akademik
Dari sisi akademik, pembelajaran perlu dirancang agar menarik, relevan, dan mampu memicu kreativitas peserta didik.
Proses belajar tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif siswa sehingga kegiatan belajar terasa lebih bermakna dan tidak sekadar menjadi proses satu arah.
4. Dimensi Partisipasi dan Rasa Memiliki
Selain itu, dimensi partisipasi dan rasa memiliki juga perlu diperhatikan. Peserta didik perlu diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapat, berpartisipasi dalam berbagai kegiatan, menerima tanggung jawab, serta mengembangkan potensi diri
Segala bentuk upaya untuk mendorong partisipasi dan menumbuhkan rasa memiliki perlu diterapkan, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik. Upaya tersebut juga sejalan dengan penerapan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN).
Mengutip situs https://cerdasberkarakter.kemendikdasmen.go.id, BSAN dibangun di lingkungan sekolah untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan spiritual, pelindungan fisik, kesejahteraan psikologis, keamanan sosiokultural, serta keadaban dan keamanan digital.
Itulah beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mewujudkan sekolah yang menyenangkan. Yuk, ciptakan lingkungan belajar yang membuat setiap peserta didik merasa aman, dihargai, dan betah belajar setiap hari. (Fikah)
Baca juga: 15 Alasan Masuk Sekolah Favorit Pertimbangan Siswa dan Orang Tua
