Mengapa Iman, Islam, dan Ihsan Saling Terkait? Ini Makna Mendalam di Baliknya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengapa iman, Islam, dan ihsan saling terkait? Pertanyaan ini mungkin sederhana di telinga, tapi jika digali lebih dalam, ada makna besar yang menyentuh ruh, akhlak, bahkan cara kita menjalani hidup.
Dalam ajaran Islam, ketiga konsep ini bukan sekadar tiga istilah yang berdiri sendiri.
Iman berbicara tentang keyakinan dalam hati, Islam tentang pengamalan melalui amal lahiriah, dan ihsan tentang kualitas terbaik dalam beribadah serta berbuat baik, seakan-akan kita melihat Allah, atau minimal sadar bahwa Allah selalu melihat kita.
Mengapa Iman, Islam, dan Ihsan Saling Terkait?
Mengapa iman, Islam, dan ihsan saling terkait? Karena ketiganya membentuk satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan seorang muslim.
Dikutip dari laman baznas.go.id, mengungkapkan bahwa iman menjadi pondasi keyakinan, Islam menjadi wujud nyata dalam amal perbuatan, sedangkan ihsan menjadi penyempurna agar ibadah dilakukan dengan kesadaran penuh dan keikhlasan.
Tanpa salah satu di antaranya, pengamalan agama berpotensi kehilangan keseimbangan, makna, atau kedalaman ruhani.
Pemahaman mengenai hubungan ketiganya sangat penting agar praktik beragama tidak hanya berhenti pada bentuk luar, melainkan juga mencerminkan keyakinan yang benar dan akhlak yang baik.
Dalam ajaran Islam, konsep iman, Islam, dan ihsan dijelaskan secara terperinci melalui hadis Jibril yang diriwayatkan oleh Imam Muslim.
Dalam peristiwa tersebut, Malaikat Jibril bertanya kepada Rasulullah saw tentang Islam, kemudian tentang iman, dan terakhir mengenai ihsan.
Rasulullah saw menjawab dengan menyebut rukun Islam, rukun iman, serta makna ihsan yaitu beribadah seolah-olah melihat Allah, dan jika tidak mampu, cukup menyadari bahwa Allah selalu melihat.
Hadis tersebut menjadi landasan kuat yang menunjukkan bahwa ketiga hal ini memiliki hubungan erat dan saling melengkapi.
Di sisi lain, hubungan tersebut terlihat jelas dalam kehidupan sehari-hari. Keyakinan dalam hati mendorong seorang muslim untuk melaksanakan ibadah seperti shalat, puasa, zakat, atau bentuk amal lainnya.
Namun, ibadah tersebut akan terasa hampa apabila tidak dilakukan dengan penuh kesadaran dan ketulusan. Di sinilah ihsan berperan sebagai penyempurna, sehingga amal tidak hanya sekadar rutinitas, tetapi menjadi ibadah yang hidup dan bermakna.
Sebagai contoh, dalam shalat terdapat tiga lapisan yang saling berhubungan. Iman menumbuhkan keyakinan bahwa shalat adalah perintah Allah.
Islam menjadi pelaksanaan syariatnya sesuai tata cara yang benar. Ihsan memberikan ruh khusyuk, yakni kesadaran bahwa Allah selalu mengawasi. Contoh ini memperlihatkan bagaimana iman, Islam, dan ihsan bekerja bersama hingga amal menjadi lebih utuh.
Memahami keterkaitan iman, Islam, dan ihsan memiliki peran penting dalam memperkuat ketakwaan. Iman memberi arah, Islam memberi bentuk, dan ihsan memberi kualitas.
Dengan keseimbangan tersebut, seorang muslim dapat menjalani agama secara menyeluruh, tidak hanya melalui lisan dan tindakan, tetapi juga melalui keikhlasan hati dan perilaku yang mencerminkan akhlak mulia.
Melalui pemahaman dan penerapan yang konsisten, iman, Islam, dan ihsan menjadi jalan menuju kesempurnaan beragama dan keridaan Allah Swt. (KIKI)
Baca juga: Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Desember 2025 untuk Umat Islam
