Mengapa Jefri Menggunakan Kardus Bekas? Ini Jawabannya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada buku bahasa Indonesia kelas 5 halaman 55 Kurikulum Merdeka, siswa diminta untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berdasarkan teks berjudul Ekspresi Diri Melalui Hobi. Salah satu pertanyaan yang harus dijawab adalah mengapa Jefri menggunakan kardus bekas?
Dikutip dari buku Spektrum Pembelajaran Bahasa di Era Merdeka Belajar, Ida Zulaeha (2024 : 5) fungsi utama dari bahasa adalah sebagai sarana untuk berkomunikasi, oleh karena itu tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia agar peserta didik menjadi terampil dalam berkomunikasi.
Mengapa Jefri Menggunakan Kardus Bekas? Ketahui Kunci Jawaban
Sebelum dapat menjawab pertanyaan mengapa Jefri menggunakan kardus bekas, siswa terlebih dahulu harus membaca teks yang terdapat pada halaman 53 dengan seksama.
Ekspresi Diri Melalui Hobi
Namaku Jefri Mamantouw, kelas lima SD. Aku anak yang pintar. Nilai-nilaiku tidak pernah di bawah delapan. Pelajaran yang paling aku minati adalah matematika, menggambar, dan keterampilan. Sayangnya, aku tidak mempunyai banyak teman. Itu karena aku sedikit gugup dan kurang pandai bicara.
Ayahku berjualan suku cadang motor di garasi rumah kami di Kota Manado. Ayah mempunyai banyak kardus bekas yang ditumpuk di pojok garasi. Kardus tidak terpakai itu boleh kupakai. Aku mencoba membuat sesuatu. Lebih dulu aku menggambar suatu pola di kertas. Aku lalu menjiplaknya di kardus. Aku memotong pola itu dan menempel bagian-bagiannya dengan lem super punya ayah. Jadilah mobil-mobilan!
Aku tidak berhenti sampai di situ. Aku ingin mainan yang bisa dibongkar pasang. Aku mencari tahu cara membuatnya di internet. Sepulang sekolah, aku mencoba membuat mainan kardus yang bisa dirakit tanpa menggunakan lem. Setiap minggu aku membuat satu mainan. Model hewan, model kendaraan, dan model rumah-rumahan. Iseng-iseng, semua mainan yang kubuat itu kupasang di garasi ayah.
Pada awalnya, beberapa orang dan teman yang melihat karyaku, menertawakannya. Mereka menganggapku buang-buang waktu dengan barang bekas. Namun, aku tidak memedulikannya. Kegiatan ini sudah menjadi hobi yang menyenangkan buatku.
Suatu hari, ada pelanggan ayah datang ke toko. Model kuda kardus yang aku pasang di atas lemari toko, menarik perhatiannya. Kami berbincang-bincang lama. Aku senang ada yang memuji karyaku. Ia meminta izin untuk memotret hasil-hasil karyaku dan memajangnya di media sosil.
Sejak saat itu, koleksi mainan kardusku mulai dikenal. Banyak pengunjung toko ayah datang untuk melihat koleksiku bahkan tertarik membelinya. Teman-temanku juga berdatangan. Kata ayah, mainan buatanku menginspirasi teman-temanku untuk membuatnya sendiri. Saat ini, aku berencana membuat video tutorial membuat mainan dari kardus bekas, agar lebih banyak anak-anak bisa menciptakan karyanya sendiri.
Jefri menggunakan kardus bekas karena di garasi ayahnya banyak tersedia kardus yang tak terpakai. Jefri memanfaatkannya untuk membuat mainan sebagai bentuk ekspresi dirinya melalui hobi, sekaligus mengurangi sampah.
Dengan adanya kardus bekas, ia tidak memerlukan biaya tambahan untuk membeli bahan baku. Jefri tidak ingin membiarkan barang tersebut terbuang sia-sia, sehingga memutuskan untuk mengubahnya menjadi barang yang berguna dan kreatif.
Kardus bekas dapat memberikan Jefri keleluasaan untuk berkreasi dan membuat berbagai model mainan, seperti hewan, kendaraan, dan rumah-rumahan, sesuai dengan hobinya.
Dari penjelasan di atas, dapat dipahami alasan mengapa Jefri menggunakan kardus bekas, yang merupakan pertanyaan dari buku bahasa Indonesia kelas 5 halaman 55 Kurikulum Merdeka. (EA)
Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 8 Halaman 5 Kurikulum Merdeka
