Konten dari Pengguna

Mengapa Krisis Ekonomi Tahun 1997 Menyebabkan Pengangguran Konjungtural?

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi krisis ekonomi. Foto: iStock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi krisis ekonomi. Foto: iStock

Pengangguran konjungtural terjadi karena naik turunnya kegiatan perekonomian suatu negara. Salah satu contohnya, krisis ekonomi tahun 1997 telah menyebabkan terjadinya pengangguran konjungtural.

Pengangguran konjungtural adalah pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan gelombang (naik turunnya) kehidupan perekonomian.

Krisis ekonomi yang terjadi pada tahun 1997 menjadi penyebab utama terjadinya pengangguran konjungtural di Indonesia pada saat itu. Untuk memahami lebih jelas terkait ini, simak pembahasan berikut.

Mengenal Pengangguran Konjungtural

Ilustrasi krisis ekonomi yang menyebabkan banyak pekerja menjadi pengangguran. Foto: iStock

Dikutip dari Ekonomi dan Akuntansi: Membina Kompetensi Ekonomi oleh Eeng Ahman dan Epi Indriani, pengangguran konjungtural adalah pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan gelombang (naik turunnya) kehidupan perekonomian atau siklus ekonomi suatu negara.

Pada saat perekonomian mengalami masa resesi (kemunduran) dan masa depresi (kehancuran), daya beli masyarakat menurun dan perusahaan banyak yang mengalami kerugian.

Akibatnya, perusahaan akan mengurangi kapasitas produksi dan mungkin juga menghentikan kegiatan produksinya karena barang-barang tidak laku di pasar. Oleh karena itu, kapasitas produksi dikurangi atau bahkan produksi dihentikan.

Dalam keadaan perusahaan merugi tersebut, sebagian tenaga kerja yang dipekerjakan tidak dapat diberi gaji sehingga perusahaan akan mengambil kebijakan pemutusan hubungan kerja terhadap sebagian para pekerjanya dan menjadi penganggur.

Penganggur demikian disebut pengangguran konjungtural. Selain itu, beberapa faktor penyebab terjadinya pengangguran konjungtural lainnya pada masa resesi adalah sebagai berikut.

  1. Jumlah orang yang kehilangan pekerjaan terus meningkat.

  2. Dibutuhkan waktu yang lebih lama lagi untuk mendapatkan pekerjaan.

Mengapa Krisis Ekonomi Tahun 1997 Menyebabkan Terjadinya Pengangguran Konjungtural?

Ilustrasi krisis ekonomi Asia pada tahun 1997. Foto: Prezi

Krisis ekonomi yang terjadi pada tahun 1997 merupakan periode krisis keuangan yang menerpa banyak kawasan Asia.

Krisis ekonomi ini dimulai pada tanggal 2 Juli 1997 ketika pemerintah Thailand yang saat itu dibebani utang luar negeri yang besar, memutuskan untuk menurunkan pematokan mata uang dan mengembangkan mata uang baht.

Strategi yang dilakukan Thailand tersebut bertujuan untuk merangsang pendapatan ekspor negaranya, tetapi sayangnya upaya tersebut tidak berhasil. Akibatnya, Thailand mengalami krisis ekonomi yang kemudian merembet ke negara-negara Asia lainnya, termasuk Indonesia.

Para investor asing yang telah menanamkan uang mereka di Asian Economic Miracle Countries (Ekonomi-Ekonomi Asia yang Ajaib) sejak satu dekade sebelum 1997, kehilangan kepercayaan di pasar Asia dan membuang berbagai mata uang serta aset-aset Asia secepat mungkin.

Indonesia mengalami imbasnya dengan nilai mata uang rupiah yang semakin anjlok. Selama Juli hingga Desember 1997, rupiah mengalami depresiasi yang sangat besar.

Nilai rupiah yang melemah pada awalnya terjadi setelah para investor menarik dananya dari Indonesia, yang kemudian diperparah karena banyak perusahaan meminjam dalam bentuk valuta asing.

Dikutip dari studi jurnal Krisis Moneter Indonesia: Sebab, Dampak, Peran IMF, dan Saran oleh Lepi T. Tarmidi, krisis ekonomi yang terjadi sejak Juli 1997 tersebut membuat Indonesia mengalami kelumpuhan kegiatan ekonomi karena semakin banyak perusahaan yang tutup dan meningkatkan jumlah pengangguran.

Krisis ekonomi tersebut menjadikan tingkat pengangguran meningkat signifikan sehingga berujung pada meningkatnya tingkat kemiskinan. Jumlah pengangguran pada waktu itu diperkirakan mencapai 20 juta orang atau sekitar 20 persen dari angkatan kerja (orang-orang yang sudah memasuki usia kerja).

Dalam ilmu ekonomi, jenis pengangguran yang terjadi akibat krisis ekonomi pada tahun 1997 tersebut adalah pengangguran konjungtural, di mana banyak perusahaan yang merugi sehingga mengambil kebijakan untuk melakukan pemutusan hubungan kerja pada para pekerjanya.

Pengangguran konjungtural terjadi akibat perubahan gelombang (naik turunnya) kehidupan perekonomian suatu negara yang mengalami masa resesi dan depresi ekonomi.

(SFR)