Mengapa Tigor Mengira Molen Ada Hubungannya dengan Tanaman Kak Tiur?Cek di Sini

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengapa Tigor mengira Molen ada hubungannya dengan tanaman Kak Tiur menjadi salah satu pertanyaan yang muncul dalam cerita tersebut dalam Kurikulum Merdeka kelas 4 Bahasa Indonesia.
Peristiwa yang dialami Tigor membuatnya memiliki dugaan tertentu terhadap Molen. Lantas, apa yang membuat Tigor sampai memiliki dugaan tersebut?
Alasan Mengapa Tigor Mengira Molen Ada Hubungannya dengan Tanaman Kak Tiur
Mengapa Tigor mengira Molen ada hubungannya dengan tanaman kak Tiur? Dikutip dari YouTube @BuAndChannel, “Kelas 4 Bahasa Indonesia BAB 2 di Bawah Atap Hal. 27 - 31 Kurikulum Merdeka”, jawabannya yaitu:
“Karena nama "Molen" ada "Len"-nya seperti tanaman Kak Tiur yaitu sukulen.”
Pertanyaan tersebut ada berdasarkan cerita “Kepala Suku Len” tentang Tigor, Kak Tiur, dan Molen di kucing.
Ceritanya dimulai oleh Tigor yang suka menyiram tanaman karena Tigor suka bermain air. Dengan semprotan air di tangannya, Tigor dapat membuat hujan.
Jika Tigor memutar kepala semprotan ke kanan, Tigor bisa menyemprotkan air lebih jauh. Jika Tigor memutar kepala semprotan ke kiri, air keluar seperti hujan gerimis. Kadang-kadang Tigor dapat melihat pelangi!
Sayangnya, Molen tidak suka. Kucing yang suka membuntuti Tigor itu takut air. Begitu Tigor menyalakan keran, Molen segera kabur dan masuk rumah. Baiklah, Tigor bekerja sendiri saja.
Rasanya Tigor ingin menyiram tanaman seharian, apalagi saat cuaca panas seperti ini. Tentu saja Inang tidak membolehkannya karena halaman akan menjadi becek.
Kata Inang, menyiram tanaman secara berlebihan itu membuang-buang air. Itu tidak baik.
Syuuur! Syuuuur! Tigor beraksi. Dari tanaman berbunga ungu di pojok kiri sampai pohon mangga besar di kanan, semua disiram Tigor. Tigor melakukannya secara sistematis agar tidak ada yang terlewat.
Tigor hampir sampai di tanaman kecil-kecil punya Kak Tiur. Tiba-tiba...
"Jangan! Kemarin sudah. Tanaman ini bisa mati kalau sering disiram," kata Kak Tiur.
"Kenapa?" Tigor heran sekali.
"Ini sukulen. Lihat, daunnya tebal sekali. Ini untuk menyimpan air. Kalau sering disiram, sukulen bisa membusuk," Kak Tiur menjelaskan.
"Su-ku-len? Suku Len? Aku baru tahu tanaman juga punya suku," sahut Tigor heran. Tigor tahu keluarga mereka bersuku Batak. Tigor dan Kak Tiur bermarga Siregar, mengikuti marga Bapak.
"Kita bersuku Batak dan bermarga Siregar. Tanaman ini bersuku Len dan bermarga apa?" tanya Tigor.
Kak Tiur tertawa. "Bukan begitu. Namanya memang sukulen. Bukan karena punya suku."
Tigor ikut tertawa. Seru juga seandainya tanaman juga punya suku. Ada suku Mawar, suku Mangga, suku Anggrek, dan suku Singkong.
Eh, kenapa Molen mengendus-endus?
Tigor terpikir, "Hei, namamu juga ada 'Len'. Mo-Len. Hmmm.... bagaimana kalau kamu menjadi Kepala Suku? Kepala Suku Len."
"Meooong ...," jawab Molen.
Cerita ini oleh Eva Nukman.
Jadi, itulah jawaban dari pertanyaan mengapa Tigor mengira Molen ada hubungannya dengan tanaman kak Tiur dan alur cerita awalnya tentang Tigor, Kak Tiur, dan Molen. (IF)
Baca juga: Materi Bahasa Indonesia Kelas 4 Semester 2 Kurikulum Merdeka untuk Siswa SD
