Konten dari Pengguna

Mengenal Apa Itu Eksorsisme Katolik, Sejarah, dan Prosesnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi gereja. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi gereja. Foto: Unsplash

Eksorsisme adalah praktik pengusiran setan yang biasanya diadakan oleh gereja-gereja Katolik. Eksorsisme Katolik bertujuan untuk melawan kekuatan iblis atau roh-roh jahat dan mengusirnya dari tubuh seseorang atau suatu tempat.

Dikutip dari laman United States Conference of Catholic Bishops, eksorsisme Katolik didasarkan pada pelayanan Yesus yang termuat dalam beberapa pasal Alkitab. Namun, tidak ada dasar Alkitabiah untuk ritus formal eksorsisme selain penggunaan Mazmur dan perikop Injil yang dimasukkan dalam ritus pengusiran setan seiring perkembangannya.

Sejak kapan eksorsisme Katolik ini mulai dilakukan? Untuk mengetahuinya, simak pembahasan lebih jauh tentang apa itu eksorsisme Katolik, sejarah, dan prosesnya berikut ini.

Apa Itu Eksorsisme Katolik?

Ilustrasi eksorsisme Katolik. Foto: Unsplash

Eksorsisme Katolik adalah praktik pengusiran setan atau makhluk halus atau roh jahat dari seseorang atau suatu tempat yang dipercaya sedang kerasukan. Mengutip situs Keuskupan Agung Pontianak, praktik ini sudah dilakukan sejak lama dan menjadi bagian dari sistem kepercayaan di berbagai negara.

Eksorsisme Katolik dilakukan untuk membebaskan seseorang dari pengaruh setan melalui kewenangan rohani Yesus yang Dia percayakan kepada gereja-Nya. Dalam ajaran Katolik, praktik ini merupakan sakramentali, yaitu ritual yang tidak termasuk dalam sakramen utama.

Eksorsisme tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Praktik ini hanya boleh dilakukan oleh imam yang ditahbiskan atau yang memiliki jabatan gerejawi lebih tinggi dengan izin resmi dari uskup setempat.

Baca juga: Doa Jam 3 Pagi Katolik agar Terhindar dari Roh Jahat

Sejarah Eksorsisme

Ilustrasi eksorsisme Katolik. Foto: Unsplash

Eksorsisme berasal dari bahasa latin yang artinya mengusir atau menghalau setan. Dikutip dari situs National Geographic, ritual ini awalnya dilakukan oleh umat Kristen.

Zaman dulu, asipu (penyembuh yang mengandalkan sihir) mencegah dan mengusir setan yang membawa penyakit dan kekacauan. Mereka dianggap sebagai pelindung terhormat yang menggunakan jimat dan melakukan ritual tertentu untuk melakukan pengusiran setan.

Seiring berkembangnya agama Kristen, eksorsisme menjadi sarana untuk mempersatukan para umat dan membuktikan keyakinan mereka setelah terjadinya penganiayaan agama. Ritual ini sekaligus digunakan untuk melegitimasi agama Kristen.

Pada abad ke-4 M, eksorsisme digunakan secara luas dalam konteks pra-pembaptisan. Orang yang bertobat menjalani eksorsisme setiap pagi menjelang pembaptisan. Ketika hari pembaptisan tiba, uskup akan menghilangkan pengaruh jahat dari mereka.

Eksorsisme mengalami transisi signifikan pada sekitar abad ke-12. Ini disebabkan oleh munculnya sekte-sekte sesat dalam agama Kristen. Beberapa sekte seperti Cathar menganut keyakinan yang dianggap sebagai penghinaan terhadap doktrin dan hierarki Katolik Roma.

Bagi umat Katolik ortodoks, ritual eksorsisme dianggap dapat membantu umat Kristen terbebas dari pengaruh roh jahat yang menyesatkan mereka. Eksorsisme dianggap mampu mengurangi dosa-dosa mereka tersebut.

Baca juga: Doa Katolik Mohon Perlindungan dari Bahaya dan Roh Jahat

Proses Eksorsisme

Ilustrasi eksorsisme Katolik. Foto: Unsplash

Proses eksorsisme biasanya diawali dengan tahap penyelidikan dan evaluasi terhadap seseorang yang diduga terkena pengaruh roh jahat. Misalnya dengan melakukan pemeriksaan medis untuk menghilangkan kemungkinan bahwa yang menjadi penyebab kerasukan itu adalah penyakit mental.

Sebelum eksorsisme dilaksanakan, imam akan melakukan persiapan rohani dengan membaca doa. Korban yang kerasukan kekuatan jahat juga akan diarahkan untuk memperkuat imannya.

Setelah persiapan rohani selesai, eksorsisme sudah bisa mulai dilaksanakan. Ritual ini biasanya dilakukan di gereja. Selama prosesi, imam akan memimpin doa-doa eksorsisme sesuai ketetapan gereja Katolik dengan menggunakan beberapa atribut seperti tanda salib dan air suci.

Jika seluruh roh jahat berhasil dikeluarkan, imam akan membaca doa penutup dan memberikan penghiburan rohani kepada korban. Tujuannya agar individu tersebut tidak mengalami trauma berkepanjangan dan senantiasa berada dalam perlindungan Tuhan.

(ADS)