Mengenal Apa Itu Rasi Bintang dan Fungsinya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Zaman dahulu, banyak orang yang menggunakan rasi bintang sebagai penunjuk arah. Umumnya, rasi bintang tersebut baru dapat dilihat ketika malam hari. Lantas, apa itu rasi bintang?
Dikutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), rasi bintang adalah kumpulan bintang yang berdekatan dan tampak saling berhubungan membentuk suatu konfigurasi khusus.
Sementara menurut Gelar Soetopo dalam buku Kuark - Mengenal Rasi Bintang, rasi bintang adalah kelompok bintang yang saling berhubungan hingga terlihat membentuk susunan tertentu.
Untuk mengetahui penjelasan lebih lengkap mengenai rasi bintang, simak informasinya dalam uraian artikel di bawah ini.
Apa Itu Rasi Bintang?
Rasi bintang, atau bisa juga disebut konstalasi, adalah kumpulan bintang yang tampak saling berhubungan hingga membentuk sesuatu. Karena membentuk sesuatu, rasi bintang sering kali diberi nama oleh para ahli astronomi.
Sebenarnya, rasi bintang yang tersusun atas bintang-bintang ini terletak jauh antara satu dengan yang lainnya, walau beberapa ada juga yang terletak berdekatan.
Namun, karena manusia melihatnya dari bumi, tidak heran apabila rasi bintang bisa terlihat berdekatan dan membentuk sebuah objek, seperti binatang atau orang, jika dihubungkan dengan imajinasi dan garis-garis imajiner.
Para ahli astronomi hingga hari ini masih menggunakan rasi bintang untuk menamakan bintang-bintang dan hujan meteor. Seringnya mereka memberi nama rasi bintang dengan menggunakan nama benda, hewan, dan orang-orang di masa lampau.
Hingga saat ini, terdapat 88 nama rasi bintang yang diakui secara resmi oleh NASA. Disadur dari laman resmi NASA, berikut daftar nama rasi bintang dalam bahasa Latin dan artinya:
Andromeda (Putri Andromeda)
Antlia (Pompa Air)
Apus (Cendrawasih)
Aquarius (Pembawa Air)
Aquila (Elang)
Ara (Altar)
Aries (Domba Jantan)
Auriga (Sais Kereta Perang)
Bootes (Pengembala)
Caelum (Pahat)
Camelopardalis (Jerapah)
Cancer (Ketam)
Canes Venatici (Anjing-anjing Pemburu)
Canis Major (Anjing Besar)
Canis Minor (Anjing Kecil)
Capricornus (Kambing Laut)
Carina (Lunas Kapal Argo)
Cassiopeia (Ratu Ethiopia)
Centaurus (Centaur)
Cepheus (Raja Ethiopia)
Cetus (Ikan Paus)
Chamaeleon (Bunglon)
Circinus (Kompas)
Columba (Merpati)
Coma Berenices (Rambut Berenice)
Corona Australis (Mahkota Selatan; Yunani Kuno – Ptolemaeus)
Corona Borealis (Mahkota Utara)
Corvus (Burung Gagak)
Crater (Cangkir)
Crux (Salib Selatan)
Cygnus (Angsa)
Delphinus (Lumba-lumba)
Dorado (Ikan Todak)
Draco (Naga)
Equuleus (Kuda kecil)
Eridanus (Sungai)
Fornax (Tungku)
Gemini (Kembar)
Grus (Burung bangau)
Hercules (Hercules, anak Zeus)
Horologium (Jam)
Hydra (Naga laut)
Hydrus (Ular air)
Indus (Indian)
Lacerta (Kadal)
Leo (Singa)
Leo minor (Singa kecil)
Lepus (Kelinci)
Libra (Timbangan)
Lupus (Serigala)
Lynx ( Lynx)
Lyra (Harpa)
Mensa (Meja)
Microscopium (Mikroskop)
Monoceros (Kuda Bertanduk)
Musca (Lalat)
Norma (Timabangan Datar)
Octans (Oktan)
Ophiucus (Tangan Naga)
Orion (Pemburu)
Pavo (Merak)
Pegasus (Kuda bersayap)
Perseus (Perseus)
Phoenix (Phoenix)
Pictor (Kuda-kuda)
Pisces (Ikan)
Piscis Austrinus (Ikan Selatan)
Puppis (Buritan kapal Argo)
Pyxis (Kompas kapal Argo)
Reticulum (Jaring)
Sagitta (Anak Panah)
Sagittarius (Pemanah)
Scorpius (Kalajengking)
Sculptor (Alat Pemahat)
Scutum (Perisai)
Serpens (Ular)
Sextans (Sekstan)
Taurus (Lembu Jantan)
Telescopium (Teleskop)
Triangulum (Segitiga)
Triangulum Australe (Segitiga Selatan)
Tucana (Burung tukan)
Ursa Major (Beruang Besar)
Ursa Minor (Beruang Kecil)
Vela (Layar Kapal Argo)
Virgo (Sang Perawan)
Volans (Ikan Terbang)
Vulpecula (Rubah)
Fungsi Rasi Bintang
Selain kompas, para nelayan dan petani zaman dahulu kerap menggunakan rasi bintang untuk dijadikan penunjuk arah. Bagi nelayan, rasi bintang sering kali dijadikan acuan dalam menentukan arah ke mana mereka harus pergi.
Sementara untuk petani, rasi bintang kerap dimanfaatkan untuk melihat musim apa yang cocok untuk menanam dan memanen. Terdapat 4 jenis rasi bintang yang kerap dimanfaatkan oleh para nelayan dan petani.
Merujuk Buku Pintar Pendalaman Materi SD Kelas 4, 5, 6 yang ditulis oleh Ria Khoerunnisa S.Pd, berikut jenis-jenis rasi bintang yang dimanfaatkan sebagai penunjuk arah oleh petani dan nelayan:
1. Rasi bintang biduk (pedati, sungsang, beruang besar)
Rasi bintang biduk merupakan sebuah rasi bintang di langit yang terdiri atas tujuh bintang, yang digunakan sebagai penunjuk arah utara.
2. Rasi bintang waluku (orion)
Rasi bintang waluku atau orion adalah rasi bintang yang menunjukkan arah barat hingga ke timur, sebagai tanda bagi petani untuk menggarap sawah.
3. Rasi bintang pari (gubuk panceng)
Rasi bintang pari merupakan rasi bintang yang ada di langit sebelah selatan, yang berbentuk seperti layang-layang.
4. Rasi bintang kalajengking
Seperti namanya, rasi bintang kalajengking adalah rasi bintang yang berbentuk layaknya hewan kalajengking. Rasi bintang ini berada di langit tenggara.
Baca Juga: Begini Cara Mengetahui Zodiak Kita Sendiri
(NDA)
Frequently Asked Question Section
Di mana letak rasi bintang kalajengkik?

Di mana letak rasi bintang kalajengkik?
Seperti namanya, rasi bintang kalajengking adalah rasi bintang yang berbentuk layaknya hewan kalajengking. Rasi bintang ini berada di langit tenggara.
Mengapa rasi bintang diberi nama?

Mengapa rasi bintang diberi nama?
Alasan rasi bintang diberi nama, yakni karena zaman dahulu bintang-bintang tersebut kerap dimanfaatkan sebagai petunjuk arah. Umumnya, rasi bintang di langit malam akan terlihat bergeser ke barat seiring waktu sepanjang tahun.
Apa 4 jenis rasi bintang yang digunakan untuk petunjuk arah?

Apa 4 jenis rasi bintang yang digunakan untuk petunjuk arah?
Rasi bintang ursa mayor/biduk/great bear/beruang besar, rasi bintang pari/crux, rasi bintang kalajengking/scorpio, dan rasi bintang orion/waluku.
