Mengenal Bangsa Deutero Melayu dan Peradabannya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
Konten dari Pengguna
26 November 2021 17:46
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Mengenal Bangsa Deutero Melayu dan Peradabannya (204271)
searchPerbesar
Suku Melayu di Indonesia dibagi menjadi dua jenis berdasarkan kedatangannya. Salah satunya adalah Deutero Melayu. Foto: Kumparan
Salah satu kelompok ras Melayu di Indonesia adalah Deutero Melayu. Deutero Melayu adalah sebutan bagi ras Melayu yang datang pada gelombang kedua setelah Proto Melayu.
ADVERTISEMENT
Deutero Melayu juga disebut sebagai ras Melayu Muda. Deutero Melayu diperkirakan datang ke wilayah nusantara ada tahun 500 SM.
Untuk mengetahui lebih banyak mengenai Deutero Melayu, simak uraian selengkapnya di bawah ini.

Bangsa Deutero Melayu

Menurut M. Habib Mustopo dalam bukunya yang berjudul Sejarah: Untuk Kelas 1 SMA, Deutero Melayu adalah penduduk yang dianggap sebagai pendatang baru di daratan Asia. Penduduk bangsa Deutero Melayu juga dikenal sebagai salah satu pendukung peradaban megalitikum.
Deutero Melayu adalah ras yang berasal dari Indochina bagian utara yang kemudian masuk ke wilayah Indonesia. Penduduk Deutero Melayu masuk melalui Semenanjung Malaya dan berhasil memasuki wilayah pulau Sumatera hingga akhirnya tersebar ke seluruh nusantara.
Detailnya, bangsa Deutero Melayu memasuki wilayah nusantara melalui jalur Barat mereka menempuh rute dari Yunan (Teluk Tonkin), Vietnam, semenanjung Malaysia, dan akhirnya sampai di nusantara. Akibat kedatangan Deutro Melayu ini, masyarakat atau penduduk Proto Melayu terdesak ke kawasan pedalaman nusantara.
Mengenal Bangsa Deutero Melayu dan Peradabannya (204272)
searchPerbesar
Bangsa Deutero Melayu berasal dari wilayah Cina bagian utara (Yunnan). Foto: Kelas Online

Peradaban Deutero Melayu

Mariana S.Pd dalam Modul Sejarah Indonesia Kelas X menyebutkan bahwa bangsa Deutero Melayu memiliki kebudayaan dan peradaban yang lebih maju dibandingkan bangsa Proto Melayu.
ADVERTISEMENT
Jika kelompok Proto Melayu masih menggunakan alat-alat dari batu (neolitikum), bangsa Deutero Melayu telah dapat membuat barang-barang dari perunggu dan besi.
Deutero Melayu merupakan ras yang datang dari Indochina bagian utara yang membawa peradaban dan budaya baru ke wilayah nusantara berupa perkakas dan senjata besi. Kebudayaan ini disebut dengan kebudayaan Dongson.
Karena membawa kebudayaan Dongson, penduduk Deutero Melayu akhirnya disebut sebagai orang-orang Dongson. Peradaban mereka lebih tinggi daripada rasa Proto Melayu.
Mengenal Bangsa Deutero Melayu dan Peradabannya (204273)
searchPerbesar
Salah satu hasil kebudayaan Dongson adalah neraka perunggu. Foto: Wikipedia
Menurut Sri Tresnaningsih, dkk dalam Manusia Pra Aksara dan Asal Usul Nenek Moyang di Indonesi beserta Hasil Budayanya, berikut beberapa peradaban bangsa Deutero Melayu, yaitu:
1. Peralatan dari Logam
Perkakas dan peralatan yang digunakan oleh Deutero Melayu dikerjakan dari logam, bukan lagi dari batu. Peradaban mereka ditandai dengan keahlian mengerjakan logam dengan sempurna.
ADVERTISEMENT
Karena bangsa ini menyebar ke seluruh wilayah nusantara, alat-alat ini pun turut tersebut dan ditinggalkan di beberapa kepulauan di Indonesia, yaitu berupa kapak persegi panjang.
Peradaban ini dapat dijumpai di Malaka, Sumatera, Kalimantan, Filipina, Sulawesi, Jawa, dan Nusa Tenggara Timur.
2. Pengolahan Tanah
Bangsa Deutero Melayu juga mengalami perkembangan dalam peradaban dan kebudayaan dalam mengelola tanah atau lahan.
Dalam bidang pengolahan tanah, mereka mempunyai kemampuan untuk membuat irigasi pada tanah-tanah pertanian yang berhasil mereka ciptakan, dengan membabat hutan terlebih dahulu.
3. Pelayaran
Bangsa Deutero Melayu juga dikenal dengan peradabannya di bidang transportasi, yakni pelayaran. Teknologi pelayaran yang dilakukan diperkirakan lebih lebih maju dari pendahulunya karena bangsa ini telah menguasai ilmu perbintangan yang membantu mereka ketika berlayar.
ADVERTISEMENT
(SAI)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020