Konten dari Pengguna

Mengenal Gejala Geografi dalam Kehidupan Sehari-hari

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi gejala geografi dalam kehidupan sehari-hari yang tercermin dalam berbagai peristiwa alam. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi gejala geografi dalam kehidupan sehari-hari yang tercermin dalam berbagai peristiwa alam. Foto: Pixabay

Gejala geografi dalam kehidupan sehari-hari tercermin dalam berbagai hal, antara lain dalam persebaran pemukiman, persebaran pusat-pusat aktivitas penduduk, peristiwa alam, dan masih banyak lagi.

Menurut buku Geografi untuk SMA Kelas X oleh Amir Khosim dkk (2008: 14), gejala geografi adalah suatu rangkaian peristiwa yang saling berhubungan satu sama lain. Gejala-gejala geografi inilah yang mampu memengaruhi kehidupan manusia dalam kesehariannya.

Apa saja gejala geografi dalam kehidupan sehari-hari? Agar lebih memahaminya, simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Ilustrasi alam yang mengalami berbagai gejala geografi. Foto: Pixabay

Gejala Geografi dalam Kehidupan Sehari-hari

Dikutip dari buku Geografi Jelajah Bumi dan Alam Semesta untuk Kelas X SMA karya Hartono (2007: 21), gejala geografi dalam kehidupan sehari-hari dibagi menjadi lima macam, di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Gejala pada Atmosfer

Gejala yang terjadi pada lapisan atmosfer, biasanya berkaitan dengan perubahan musim maupun iklim. Gejala ini mampu memengaruhi peristiwa dalam kehidupan sehari-hari, seperti:

  • Komoditas yang akan ditanam di sawah. Contohnya, ketika musim kemarau para petani memilih untuk menanam palawija, sedangkan ketika musim hujan petani akan menanam padi.

  • Jenis pakaian yang dikenakan penduduk. Contohnya, penduduk yang bertempat tinggal di wilayah yang beriklim dingin, pasti akan menggunakan pakaian berbahan tebal. Sebaliknya, di daerah beriklim panas, penduduknya pasti akan menggunakan pakaian dengan bahan yang menyerap keringat.

2. Gejala pada Hidrosfer

Gejala pada hidrosfer adalah gejala yang berkaitan dengan air, baik itu air tanah, air permukaan, atau air laut. Gejala ini mampu memengaruhi peristiwa dalam kehidupan sehari-hari, seperti:

  • Besar kecilnya volume limpasan air permukaan selain dipengaruhi oleh curah hujan dan penggunaan lahan oleh manusia.

  • Besar kecilnya volume cadangan air tanah dipengaruhi oleh banyak sedikitnya lahan terbuka untuk peresapan air ke dalam tanah. Semakin boros manusia dalam menggunakan lahan, maka semakin sedikit pula volume air tanah yang terkandung di dalamnya.

Ilustrasi gejala pada hidrosfer yang berkaitan dengan cadangan air di alam semesta. Foto: Pixabay

3. Gejala pada Litosfer

Gejala pada litosfer ini berkaitan dengan kondisi tanah, baik jenis batuan, jenis tanah, dan lain sebagainya. Gejala pada litosfer mampu memengaruhi peristiwa dalam kehidupan sehari-hari, seperti:

  • Untuk mengurangi tingkat pengikisan tanah (erosi) pada lahan miring, maka metode konservasi seperti terasering dapat dilakukan.

  • Pemanfaatan lahan harus memperhatikan daya dukung atau kemampuan lahannya untuk menghindari penurunan daya dukung lahan.

Contohnya ketika ingin membuat sebuah kawasan perumahan elite, pastikan terlebih dahulu lapisan tanah di bawahnya, bukan berada di atas tanah yang rawan.

4. Gejala pada Biosfer

Gejala pada biosfer ditunjukkan dengan adanya keragaman flora dan fauna, yang berdampak pada keanekaragaman konsumsi bahan pangan manusia. Gejala pada biosfer ditunjukkan pada fenomena berikut ini.

  • Daerah penghasil padi mayoritas penduduknya pasti mengkonsumsi nasi dari beras. Sementara itu, di daerah penghasil jagung, mayoritas penduduknya menjadikan jagung sebagai sumber karbohidrat.

  • Keberadaan hewan juga bisa berpengaruh. Misalnya, di Indonesia penggunaan hewan seperti kuda, sapi, dan kerbau dapat membantu meringankan pekerjaan sehari-hari.

Gejala pada antroposfer berkaitan dengan interaksi manusia satu dengan manusia lainnya. Foto: Pixabay

5. Gejala pada Antroposfer

Gejala pada antroposfer berkaitan dengan kehidupan manusia dalam menjalankan kebiasaan, adat, dan budaya. Hal inilah yang menjadikan adanya perbedaan interaksi antara satu daerah dengan daerah lainnya.

Namun, adanya perbedaan ini bukan menjadi sebuah kelemahan. Justru manusia akan saling menguatkan, membutuhkan, hingga tolong-menolong terhadap sesama.

(VIO)

Frequently Asked Question Section

Sebutkan salah satu peristiwa yang dipengaruhi gejala pada atmosfer!

chevron-down

Penduduk yang bertempat tinggal di wilayah yang beriklim dingin, pasti akan menggunakan pakaian berbahan tebal. Sebaliknya, di daerah beriklim panas, penduduknya pasti akan menggunakan pakaian dengan bahan yang menyerap keringat.

Sebutkan salah satu gejala yang terjadi pada hidrosfer!

chevron-down

Besar kecilnya volume cadangan air tanah dipengaruhi oleh banyak sedikitnya lahan terbuka untuk peresapan air ke dalam tanah.

Apa yang dimaksud dengan gejala antrosposfer?

chevron-down

Gejala pada antroposfer berkaitan dengan kehidupan manusia dalam menjalankan kebiasaan, adat, dan budaya. Hal inilah yang menjadikan adanya perbedaan interaksi antara satu daerah dengan daerah lainnya.