Konten dari Pengguna

Mengenal Jenis dan Rumus Persilangan Golongan Darah

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi rumus persilangan golongan darah. Foto: Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi rumus persilangan golongan darah. Foto: Unsplash.com

Pada saat belajar materi Biologi, sebagian dari kita telah mengenal rumus persilangan golongan darah. Rumus tersebut dipelajari untuk mengetahui jenis golongan darah yang diwariskan oleh suatu pasangan ke keturunannya.

Menyadur buku berjudul Mengenal Lebih Dekat Golongan Darah O yang disusun Muhammad Ridwan, pengetahuan manusia yang berkaitan dengan golongan darah diperkenalkan oleh Dr. Karl Landsteiner pada 1900.

Ia mengemukakan bahwa berdasarkan ketersediaan aglutinin dalam plasma darah dan kadar aglutinogen dalam eritrosit, darah terbagi menjadi empat golongan, yaitu golongan darah A, B, AB, dan O.

Untuk menambah pemahaman tentang golongan darah dan rumus persilangan di dalamnya, simak uraian selengkapnya berikut ini.

Mengenal Jenis Golongan Darah

Melansir laman sumber.belajar.kemdikbud.go.id, golongan darah dapat dikenali berdasarkan keberadaan antigen dan antibodi A dan B dalam darah. Berikut penjelasannya masing-masing:

  • Golongan darah A mengandung antigen atau aglutinogen A dan antibodi atau aglutinin B.

  • Berbeda dengan golongan darah A, kelompok darah B memiliki antigen atau aglutinogen B dan mengandung antibodi atau aglutinin A.

  • Sementara itu, golongan darah AB mempunyai antigen atau aglutinogen A dan B, tetapi tak memiliki antibodi atau aglutinin.

  • Sedangkan golongan darah O tak mengandung antigen maupun aglutinogen apa pun.

Lantas, bagaimana cara mengetahui rumus persilangan golongan darah?

Rumus Persilangan Golongan Darah

Persilangan golongan darah erat kaitannya dengan prinsip hereditas dalam studi genetika. Menurut buku Hafalan Rumus Biologi SMA Kelas X, XI & XII yang disusun Maya Fatimah, genetika merupakan ilmu yang mempelajari pewarisan sifat dari induk pada keturunannya.

Adapun sistem persilangan golongan darah pada manusia, secara umum dapat digolongkan menjadi tiga macam, di antaranya:

Sistem ABO

Persilangan golongan darah sistem ABO dapat dipahami melalui tabel berikut:

Tabel sistem golongan darah ABO. Sumber: Maya Fatimah dalam buku Hafalan Rumus Biologi SMA Kelas X, XI & XII.

Untuk mempermudah pemahaman mengenai sistem persilangan golongan darah yang satu ini, perhatikan contoh kasus berikut:

Sepasang suami-istri masing-masing bergolongan darah A heterozigot dan B heterozigot, maka kemungkinan anak yang lahir bergolongan darah:

A >< B → IAIO >< IBIO

Tabel persilangan golongan darah sistem ABO. Sumber: Maya Fatimah dalam buku Hafalan Rumus Biologi SMA Kelas X, XI & XII.

Jadi, potensi golongan darah keturunannya, yakni A, B, AB, dan O.

Sistem MN

Sistem persilangan golongan darah ini ditemukan oleh Landsteiner dan Levine pada 1927. Adapun penggolongannya terbagi menjadi tiga macam, yakni golongan darah M, N, dan MN.

Tabel golongan darah sistem MN. Sumber: Maya Fatimah dalam buku Hafalan Rumus Biologi SMA Kelas X, XI & XII.

Untuk memahami sistem persilangan darah MN, simak contoh kasus berikut:

Seorang wanita bergolongan darah N yang menghasilkan gamet IN, menikah dengan pria bergolongan darah MN yang menghasilkan gamet IM dan IN. Maka keturunan keduanya berpotensi memiliki golongan darah MN sebesar 50 persen dan golongan darah N sebesar 50 persen.

Sistem Rh

Sementara pada 1940, Landsteiner dan Weiner menemukan sistem penggolongan darah Rhesus (Rh). Sistem pengelompokkan darah Rh digolongkan menjadi Rh positif dan Rh negatif.

Persilangan golongan darah sistem Rhesus dapat dipahami melalui contoh kasus berikut:

Sepasang orang tua memiliki Rhesus positif, dengan demikian masing-masing orang tua memiliki gen Rhesus positif heterozigot (Rh+rh-). Maka kemungkinan anaknya memiliki Rhesus positif sebesar 75 persen dan Rhesus positif sebesar 25 persen.

Itulah penjelasan tentang jenis dan rumus persilangan golongan darah pada manusia. semoga bermanfaat!

(ANM)