Konten dari Pengguna

Mengenal Jenis-Jenis Fauna Indonesia Tipe Asiatis dan Contohnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Badak bercula satu merupakan salah satu contoh fauna tipe Asiatis. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Badak bercula satu merupakan salah satu contoh fauna tipe Asiatis. Foto: Pixabay

Menurut tinjauan zoologi, Indonesia memiliki perbedaan jenis fauna antara bagian barat, tengah, dan timur. Dari perbedaan inilah, Garis Wallace membagi fauna Indonesia menjadi tiga tipe, yaitu Asiatis, Peralihan, dan Australis. Lalu, seperti apa jenis-jenis fauna Indonesia tipe Asiatis?

Dikutip dari buku IPS Terpadu Jilid 2A oleh Y. Sri Pujiastuti (2012: 21), wilayah fauna tipe Asiatis sering pula disebut wilayah fauna Indonesia barat atau wilayah fauna Tanah Sunda.

Wilayah Indonesia yang bercorak Asiatis terdapat di Indonesia bagian barat, yang meliputi Pulau Sumatera, Jawa, Bali, dan Kalimatan, serta pulau-pulau kecil sekitarnya. Dahulu, pulau-pulau tersebut masih satu daratan dengan Benua Asia, sehingga fauna dan floranya mirip dengan yang ditemukan di Benua Asia.

Pada wilayah fauna tipe Asiatis, banyak ditemukan jenis fauna yang menyusui dan berukuran besar, kera, ikan air tawar, serta burung berwarna.

Lebih jelasnya, simak jenis-jenis fauna yang mendiami wilayah Indonesia barat ini. Pembahasannya merujuk pada buku Geografi Jelajah Bumi dan Alam Semesta untuk Kelas XI SMA karangan Hartono (2014: 18).

Hewan-hewan mamalia termasuk ke dalam jenis fauna tipe Asiatis. Foto: Pixabay

Jenis-Jenis Fauna Tipe Asiatis

1. Mamalia

Hewan kelas vertebrata ini memiliki ciri-ciri adanya kelenjar susu, neokorteks, rambut, dan tiga tulang di telinga tengah. Contohnya adalah kerbau, beruang, gajah, badak bercula satu, rusa, tapir, macan tutul, macan kumbang, tikus, bajing, landak, babi hutan, kancil, kukang, anjing hutan, kijang, dan orang utan.

2. Reptilia

Reptilia adalah kelompok hewan vertebrata berdarah dingin yang memiliki sisik untuk menutupi tubuhnya. Reptilia termasuk dalam kelompok tetrapoda yang embrionya diselubungi oleh membran amniotik.

Contoh reptil tipe Asiatis yaitu kadal, ular, tokek, bunglon, biawak, buaya, kura-kura dan trenggiling.

3. Burung

Burung adalah anggota kelompok hewan bertulang belakang yang memiliki bulu dan sayap. Contohnya adalah jalak, merak, ayam hutan, burung hantu, kutilang, dan berbagai macam jenis unggas lainnya.

4. Ikan

Ikan adalah anggota vertebrata poikilotermik yang hidup di air dan bernapas dengan insang. Contoh ikan fauna Asiatis antara lain mujair, arwana, dan pesut.

5. Serangga

Serangga merupakan hewan beruas dengan tingkat adaptasi yang sangat tinggi. Ukuran serangga relatif kecil dan menjadi hewan yang pertama kali sukses berkolonisasi di bumi.

Contohnya terdiri dari berbagai jenis kumbang, kupu-kupu, serta jenis serangga yang bersifat endemik lainnya.

Ilustrasi sabana dan stepa yang termasuk keanekaragaman flora di Indonesia. Foto: Pixabay

Selain fauna, terdapat pula aneka ragam flora yang tersebar di Indonesia. Mengutip buku Bahas Tuntas 1001 Soal IPS SD Kelas 4, 5, 6 susunan Forum Tentor (2017: 77), jenis flora ini diklasifikasikan berdasarkan tempat tinggalnya, yaitu:

1. Hutan hujan tropis

Hutan hujan tropis terdapat di sekitar garis khatulistiwa. Tumbuhannya sangat beragam, sehingga sering disebut hutan heterogen. Wilayahnya mencakup daerah Pulau Sumatra, Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi, dan Pulau Papua.

2. Hutan musim

Hutan musim adalah hutan yang terdapat di daerah yang memiliki musim kemarau cukup panjang. Jenis tumbuhan yang hidup di hutan ini sangat sedikit, bahkan cenderung sejenis.

Hutan musim sering disebut hutan homogen. Contoh hutan musim adalah hutan jati dan hutan pinus. Wilayah Indonesia yang banyak terdapat hutan musim adalah Jawa Timur, Nusa Tenggara, dan Sulawesi Selatan.

3. Hutan sabana dan stepa

Hutan sabana adalah hutan padang rumput yang ditumbuhi banyak semak-semak. Sementara itu, stepa adalah padang rumput yang luas, tanpa ditumbuhi semak.

Keduanya terdapat di daerah yang kering, dengan curah hujan yang sedikit. Hutan ini banyak terdapat di Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Madura. Daerah ini cocok dimanfaatkan sebagai daerah peternakan.

4. Hutan lumut

Hutan lumut adalah hutan yang hanya ditumbuhi oleh padang lumut. Hutan ini tumbuh di daerah gunung atau pegunungan yang memiliki ketinggian 1.500-3.000 meter sekaligus berudara lembab.

(VIO)