Mengenal Keanekaragaman Hayati Indonesia di Berbagai Wilayah

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Keanekaragaman hayati Indonesia memiliki jumlah yang sangat tinggi dan masih banyak yang belum dimanfaatkan secara optimal. Bahkan, beberapa jenis tumbuhan dan hewan di Indonesia belum diidentifikasi secara ilmiah.
Indonesia menjadi salah satu lima negara yang mempunyai tingkat keanekaragaman hayati terbesar dan sebanding dengan Brazil. Indonesia juga dikenal sebagai Mega Diversity dan Mega Center keanekaragaman hayati di dunia.
Artikel ini akan mengungkap berbagai jenis keanekaragaman hayati di Indonesia serta tumbuhan satwa liar yang dilindungi oleh Undang-Undang. Sebelum itu, simaklah pengertian keanekaragaman hayati pada uraian berikut.
Pengertian Keanekaragaman Hayati
Keanekaragaman hayati diartikan sebagai keberagaman makhluk hidup yang ada di muka bumi termasuk di dalam materi genetik dan ekosistem.
Menurut UU Nomor 5 Tahun 1994, keanekaragaman hayati didefinisikan sebagai keberagaman makhluk hidup dari semua sumber, baik dari daratan, lautan, atau jenis perairan lainnya.
Kenakaragaman hayati juga dikenal sebagai biodiversitas. Keberagaman tersebut dapat dilihat dari berbagai variasi bentuk, penampilan, sifat hidup, tempat hidup, dan jumlah.
Menyadur buku Biologi yang disusun oleh M. Wildan Tijanuddarori, dkk., keanekaragaman hayati dapat terjadi karena faktor keturunan dan faktor lingkungan.
Faktor keturunan atau genetik disebabkan adanya gen yang akan memberi sifat dasar yang diwariskan secara turun temurun. Namun, sifat tersebut kadang tak muncul karena dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan.
Oleh karena itu, mempelajari keanekaragaman hayati sangat penting dilakukan sejak dini. Bukan sekadar mengetahui bahwa ada banyak spesies di muka bumi, melainkan memahami peranan tiap spesies bagi kelangsungan bumi dan kelangsungan hidup makhluk lainnya.
Lalu, seperti apa keanekaragaman hayati di Indonesia? Berikut ini penjelasan lengkapnya.
Keanekaragaman Hayati di Indonesia
Indonesia merupakan negara yang terletak pada garis 6’LU-11’ LS dan 95’BT -141’BT. Letak astronomis tersebut membuat negara ini memiliki iklim tropis dan dilewati garis khatulistiwa. Hal itu juga menyebabkan Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi.
Menyadur buku Biologi SMA/MA Kelas X yang disusun oleh Gunawan Susilowarno, dkk., Indonesia memiliki 42 tipe ekosistem alam daratan dan 5 tipe ekosistem laut. Dari jenis tumbuh-tumbuhan, Indonesia memiliki 25.000 jenis atau 10% flora di dunia.
Indonesia juga memiliki 35.000 jenis lumut dan ganggang, yang sekitar 40% dari jumlah tersebut merupakan jenis endemik atau hanya terdapat di Indonesia dan tidak terdapat di negara lainnya.
Dari kenakeragaman hewan, Indonesia memiliki 220.000 jenis fauna yang terdiri atas serangga, mamalia, reptil, burung, ikan, hingga amphibi.
Dua ilmuwan zoologi Alfed R Wallace dan Weber membagi wilayah persebaran hewan dan tumbuhan Indonesia menjadi tiga kelompok berdasarkan zona, yaitu orientalis atau Asia, peralihan, dan Australis. Artinya, hewan dan tumbuhan di Indonesia ada yang mirip dengan jenis flora dan fauna di benua Asia dan benua Australia.
1. Daerah orientalis
Orientalis merupakan bagian barat Indonesia yang meliputi Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. Daerah tersebut memiliki keragaman hewan yang mirip di wilayah benua Asia, tetapi tetap memiliki keunikan dan ciri khas yang unik. Ciri-cirinya, yaitu:
Memiliki spesies mamalia berukuran besar seperti gajah, banteng, harimau, dan badak.
Memiiki berbagai macam kera, seperti bekantan, tarsius, dan orang utan.
Memiliki hewan endemik, seperti badak bercula satu, binturong, monyet, dan kukang.
Memiliki burung-burung dengan warna kurang menarik tetapi dapat berkicau. Terdapat jenis burung endemik seperti jalak bali, elang jawa, murai mengkilat, dan elang putih.
2. Daerah Peralihan
Daerah peralihan merupakan daerah yang terletak di antara garis Wallace dan garis Weber yang terbentang dari Sulawesi sampai Kepulauan Maluku.
Daerah ini memiliki hewan-hewan yang mirip daerah orientalis dan sebagian mirip daerah Australis. Contoh fauna yang terdapat di daerah ini adalah tarsius, anoa, burung maleo, dan babi rusa.
3. Daerah Australis
Daerah Australis merupakan bagian timur Indonesia meliputi Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara. Jenis hewan di daerah ini relatif sama dengan hewan di benua Australia. Ciri-cirinya, yaitu:
Mamalia di daerah ini memiliki ukuran yang kecil.
Terdapat berbagai jenis hewan berkantung, seperti kanguru dan kuskus.
Tidak memiliki spesies kera.
Memiliki berbagai jenis burung dengan warna yang beragam, dan yang paling terkenal adalah burung Cendrawasih.
Daerah Nusa Tenggara memiliki hewan endemik kadal terbesar di dunia atau Komodo yang ada di Pulau Komodo.
Baca Juga: 3 Tingkatan Keanekaragaman Hayati dan Manfaatnya
Jenis Tanaman Satwa Liar Dilindungi di Indonesia
Keanekaragaman hayati merupakan aset yang harus dijaga agar terhindar dari kepunahan. Pemerintah Indonesia sudah menetapkan berbagai jenis tanaman satwa liar dilindungi dalam Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.
Tanaman satwa liar adalah tumbuhan dan satwa yang hidup di alam bebas dan atau dipelihara yang masih mempunyai kemurnian jenisnya.
Menurut database Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Repulik Indonesia, ada 562 jenis burung yang dilindungi, 137 jenis mamalia, 37 jenis reptil, 26 jenis insekta, 20 jenis ikan, 127 jenis tumbuhan, dengan total 919 jenis tumbuhan dan satwa liar yang dilindungi.
Penetapan ratusan jenis tanaman satwa liar dilindungi bertujuan untuk mencegah tumbuhan dan satwa dari kepunahan akibat kerusakan habitat dan perdagangan yang tak terkendali.
Berikut daftar terbaru beberapa jenis tanaman satwa liar dilindungi dalam Peraturan Menteri LHK No.P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018.
Tumbuhan Langka yang Dilindungi Undang Undang
Bungai Bangkai Raksasa
Damar Putih
Palem Jawa
Edelwais
Rafflesia
Anggrek Bulan Raksasa
Pohon Dungun Besar
Daun Sang Gajah
Kantong Semar
Gaharu Buaya
Bindang
Palem ekor ikan
Palem jawa
Daun sang gajah
Wanga
Pinang jawa
Palahlar mursala
Palahlar nusakambangan
Upan
Kokoleceran
Resak jawa
Satwa Liar yang Dilindungi Undang-Undang
Badak bercula satu
Komodo
Burung Malero
Tapir
Orang utan
Cendrawasih
Macam kumbang
Penyu hijau
Jalak bali
Gajah Sumatera dan Kalimantan
Berbagai jenis paus seperti paus tombak, minke, sei, edeni, biru, omura, dan bongkok
Banteng
Anoa
Kambing hujan
Monyet
Beruk Mentawai
Lutung
Rusa bawean
Kucing liar
Gajah asia
Owa
Mawas
Landak jawa
Kukang
Kanguru
Trenggiling
Codot
Babi rusa
Nokdiak
Tapir tenuk
Beruang Madu
Elangalap
Boha wasur
Kuntul
Kakatua
Takur
Cerek
Upaya Pelestarian Keanekaragamaan Hayati Indonesia
Dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 upaya pelestarian Indonesia dilakukan secara in situ dan ex situ. In situ adalah upaya pelestarian yang dilakukan di tempat-tempat yang dilindungi, di mana segala flora dan fauna ada di dalamnya dan tak boleh diganggu.
Sementara pelestarian ex situ adalah jenis usaha pelestarian spesies makhluk hidup di luar habitat asli. Pelestarian ini dilakukan pada hewan maupun tumbuhan yang langka dan hampir punah.
Berikut contoh jenis upaya pelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia.
1. Suaka Margasatwa
Kawasan yang dilindungi yang karena keberadaan jenis hewan yang khas. Contohnya Suaka Margasatwa Baluran dan Meru Betiri di Jawa Timur
2. Cagar Alam
Cagar alam adalah kawasan dilindungi dengan berbagai jenis hewan, tumbuhan, dan ekologi yang khas. Contohnya Cagar Alam Nusa Kambangan di Jawa Tengah dan Pangandaran di Jawa Barat
3. Taman nasional
Taman nasional adalah kawasan pelestarian alam yang memiliki ekosistem asli dan dikelola dengan sistem zonasi. Contohnya Taman Nasional Kepulauan Karimunjawa, Taman Nasional Ujung Kulon, Taman Nasional Kerinci Sebat, Nasional Way Kambas, Taman Nasional Teluk Cendrawasih, Taman Nasional Gunung Halimun.
4. Taman Laut
Taman laut adalah kawasan laut yang dijadikan cagar alam, suaka margasatwa atau taman wisata, contohnya Taman Laut Bunaken di Sulawesi Utara
5. Taman Wisata
Taman wisata adalah kawasan yang secara khusus dibina dan dipelihara untuk kepentingan pariwisata. Contohnya taman wisata Tangkuban Perahu, Kebun Raya Cibodas, Kebun Raya Purwodadi, dan Kebun Raya Bogor.
Mengetahui dan mempelajari keanekaragaman hayati sejak dini bisa dilakukan dengan berbagai cara. Misalnya, belajar dari buku, internet, hingga berwisata ke kebun binatang maupun wisata alam lainnya.
Mengenalkan anak-anak pada hewan memiliki banyak manfaat, seperti mengembangkan rasa empati, meningkatkan pengetahuan tentang keanekaragaman hayati, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan.
Interaksi langsung dengan hewan juga dapat membantu anak-anak mengurangi rasa takut dan menumbuhkan rasa cinta terhadap alam. Di Festival Hari Anak 2024, jangan lewatkan kunjungan ke Taman Satwa yang memungkinkan anak-anak untuk berinteraksi langsung dengan berbagai hewan.
Untuk informasi lengkap dan pendaftaran, kunjungi kum.pr/fha2024. Jangan lupa ikuti kami di Instagram @kumparanmom untuk update terbaru dan keseruan lainnya!
(IPT)
