Mengenal Mpox, Penyakit Infeksi Emerging Mirip Cacar Air

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Mpox adalah salah satu penyakit yang digolongkan oleh Kementerian Kesehatan sebagai kasus infeksi emerging, yakni penyakit yang muncul dan menyerang suatu populasi untuk pertama kalinya dan telah ada sebelumnya, tapi meningkat dengan sangat cepat.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, jumlah kasus konfirmasi Mpox di Indonesia terus bertambah. Tercatat dalam periode 4-17 Agustus, kasus Mpox di DKI Jakarta 59, Jawa Barat 13, Banten 9, Kepulauan Riau 1, Jawa Timur 3, dan Yogyakarta 3.
Hingga kini, tidak ada kasus meninggal dunia karena Mpox dalam periode laporan terakhir. Agar lebih waspada tentang kasus Mpox, simaklah pengertian, gejala, cara penularan, pengobatan, hingga cara pencegahannya pada uraian berikut.
Pengertian Mpox
Mpox adalah penyakit yang disebabkan oleh virus monkeypox, yakni virus langka penyakit zoonosis atau infeksi yang ditularkan di antara hewan vertebrata dan manusia.
Mpox dikenal luas dengan nama cacar monyet. Penyakit Mpox mirip dengan cacar air pada manusia. Meskipun jauh lebih ringan, penyakit ini bisa berakibat fatal.
Menyadur buku Epidemiologi di Berbagai Aspek yang disusun oleh Hasnawati, dkk., virus monkeypox pertama kali diidentifikasi pada sekumpulan monyet yang dipelihara di Denmark tahun 1958.
Kemudian pada tahun 1970, kasus Mpox ditemukan menginfeksi seorang anak berusia sembilan bulan di negara Kongo. Sejak saat itu, 11 negara Afrika telah melaporkan adanya kasus cacar monyet.
Sementara di Indonesia, penyakit Mpox pertama kali ditemukan pada tubuh laki-laki berusia 27 tahun dengan riwayat perjalanan ke beberapa negara seperti Belanda, Swiss, Belgia, dan Prancis.
Kasus pertama ini disampaikan oleh Kementerian Kesehatan dalam keterangan pers pada 20 Agustus 2022.
Baca Juga: Ini Beda Gejala Cacar Monyet dan Cacar Air
Gejala Mpox
Dikutip dari laman resmi Infeksi Emerging milik Kementerian Kesehatan RI, penyakit Mpox dapat menyebabkan berbagai tanda dan gejala.
Mpox diawali dengan gejala demam, sakit kepala hebat, nyeri otot, saking punggung, lemas, pembengkakan kelenjar getah bening di leher, ketiak, atau selangkangan.
Selain itu, muncul ruam atau lesi kulit pada tubuh yang dapat berkembang mulai dari bintik merah seperti cacar, menjadi lepuh berisi cairan bening, lepuh berisi nanah, dan mengeras atau keropeng kemudian rontok.
Ruam tersebut dimulai dalam satu sampai tiga hari sejak demam. Jumlah lesi pada setiap individu dapat berkisar dari beberapa saja hingga ribuan.
Ruam tersebut dapat muncul di beberapa bagian tubuh seperti wajah, telapak tangan, dan telapak kaki. Namun, dalam beberapa kasus ruam ini dapat ditemukan di mulut, alat kelamin, dan mata.
Gejala ini bisa berlangsung dua sampai empat minggu dan bisa sembuh sendiri. Namun, untuk beberapa individu, penyakit Mpox dapat menyebabkan komplikasi medis hingga kematian.
Bayi baru lahir, anak-anak, dan orang dengan gangguan kekebalan tubuh berisiko mengalami gejala yang lebih serius dan kematian akibat Mpox.
Meski begitu, presentasi kematian dari penyakit ini hanya 1-10 % dengan sebagian besar kasus kematian terjadi pada kelompok usia muda.
Tingkat kematian tersebut bisa disebabkan oleh berbagai faktor, Contohnya sulitnya akses terhadap layanan kesehatan. Kasus meninggal Mpox saat ini dilaporkan terjadi di Regional SEARO, India dan Thailand.
Cara Penularan Mpox
Pada dasarnya, virus Mpox ditularkan dari hewan pengerat, seperti tikus, tupai, dan primata lain. Namun, memiliki penularan terbatas ke manusia. Adapun cara penularan Mpox dari manusia ke manusia dapat menyebar dengan situasi berikut:
Melalui kontak erat dengan seseorang yang memiliki ruam Mpox, seperti melalui tatap muka, kulit ke kulit, mulut ke mulut, atau mulut ke kulit, dan kontak seksual.
Lingkungan dapat terkontaminasi virus Mpox, ketika orang yang terinfeksi menyentuh pakaian, tempat tidur, handuk, hingga permukaan benda lainnya. Orang lain yang menyentuh barang-barang ini kemudian dapat terinfeksi virus Mpox.
Penularan Mpox bisa dari menghirup serpihan kulit atau virus dari pakaian, tempat tidur, atau handuk.
Virus Mpox juga dapat menular melalui kontak langsung dengan mulut, percikan ludah atau cairan hidung, hingga penyakit kulit seperti bisul, lesi, atau luka.
Virus Mpox dapat menyebar dari ibu hamil ke janin melalui kontak dari kulit ke kulit saat melahirkan, atau dari orang tua dengan Mpox ke bayi atau anak selama melakukan kontak erat.
Meskipun infeksi tanpa gejala telah dilaporkan, namun belum pasti apakah orang tanpa gejala dapat menyebarkan virus ini melalui cairan tubuh lain.
Cara Pengobatan Mpox
Hingga saat ini pengobatan yang spesifik untuk penyakit Mpox masih terbatas pada tahap pengembangan. Pengobatan yang dilakukan masih bersifat simptomatis dan suportif.
Orang dengan Mpox harus mengikuti saran dari fasilitas layanan kesehatan. Kabar baiknya, penyakit ini bisa sembuh dan hilang sendiri. Beberapa hal yang perlu dilakukan saat terinfeksi Mpox yaitu:
Memperhatikan takaran konsumsi air secara cukup, makan dengan pola teratur dengan gizi seimbang, dan istirahat yang cukup.
Orang yang terinfeksi Mpox diharuskan melakukan isolasi dan menjaga kesehatan mental dengan melakukan hal-hal santai dan menyenangkan.
Orang dengan Mpox tidak boleh menggaruk kulit dan merawat ruam dengan membersihkan tangan sebelum dan sesudah menyentuh lesi dengan air steril atau antiseptik.
Selanjutnya, menjaga kulit tetap kering dan terbuka, kecuali saat berada di ruangan dengan orang lain harus menutupi lesi sampai dapat melakukan isolasi kembali.
Cara Pencegahan Mpox
Penyakit Mpox tidak menular secara cepat seperti beberapa infeksi lain. Sebab, penyakit ini memerlukan kontak erat dengan orang yang terinfeksi, lingkungan yang terkontaminasi, atau dengan hewan yang terinfeksi.
Jadi, sangat penting adanya kerja sama seluruh pihak untuk menghentikan penyebaran dengan mengetahui risikonya. Adapun langkah-langkah pencegahan dari virus Mpox yaitu:
Melindungi diri dengan membatasi kontak dengan suspek, yang sudah terkonfirmasi Mpox, atau dengan hewan yang berisiko menularkan.
Bersihkan dan disinfeksi lingkungan secara teratur.
Jangan berbagi alat makan dan minum dengan penderita Mpox.
Selalu pakai masker, rajin cuci tangan dengan air bersih setelah bertemu dengan pasien Mpox.
Periksa diri dan orang yang memiliki kontak erat jika mengalami gejala Mpox di atas .
Lakukan isolasi secara mandiri atau di fasilitas layanan kesehatan sampai seluruh ruam-ruam kulit kering, mengelupas, dan terbentuk lapisan kulit baru.
(IPT)
