Mengenal Patung dalam Karya Seni dan Proses Pembuatan Patung Nusantara

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Patung adalah karya seni tiga dimensi yang memiliki ukuran tinggi, lebar, dan panjang. Patung telah ada di Indonesia sejak zaman kerajaan hingga saat ini, dengan bentuk dan motif yang semakin beragam.
Terdapat dua jenis media yang dapat digunakan dalam pembuatan patung. Dikutip dalam buku Seni dan Budaya karya Harry Sulastianto, dkk., berikut adalah jenis-jenis media tersebut.
Media lunak, yaitu media yang memiliki karakter lunak seperti lilin, atau bahan yang sebelumnya bersifat cair dan jika di suhu ruang akan membeku/mengeras, seperti cairan resin dan semen.
Media keras, yaitu meliputi segala bahan dalam pembuatan patung yang memiliki karakter keras, dengan tingkat kekerasan yang berbeda-beda tiap medianya. Contohnya adalah kayu, besi, pohon, dan sebagainya.
Sementara itu, patung dibuat oleh seniman patung dengan maksud dan tujuan tertentu. Ada yang berukuran kecil, yang digunakan sebagai hiasan semata. Ada pula yang memiliki ukuran panjang dan besar, yang disebut sebagai patung monumental.
Dikutip dalam sumber yang sama, patung dapat dibedakan berdasarkan ukuran dimensi dan penggambarannya, di antaranya adalah sebagai berikut.
Patung berdiri, merupakan patung yang penggambaran objeknya secara utuh.
Patung dada (bust) atau potret, yang hanya menampilkan figur kepala manusia atau sosok dewa.
Patung tokoh militer, yang digambarkan sedang menunggangi kuda.
Relief, yaitu patung yang memanfaatkan bidang datar.
Patung yang bergerak, dengan memanfaatkan tenaga alam, seperti angin atau buatan.
Proses Pembuatan Patung Nusantara
Patung nusantara adalah salah satu bentuk patung yang memiliki ekspresi, gagasan, dan ide dari Indonesia, mulai dari sejarah, kekayaan alam, dan para tokoh perjuangan. Patung nusantara dapat dibuat menggunakan media lunak maupun media keras.
Proses pembuatan patung nusantara tidak terpaku hanya kepada satu teknik saja, melainkan sang seniman dapat berinovasi untuk dapat menghasilkan karya seni berkualitas.
Adapun proses pembuatan patung dalam buku Pendidikan Seni Rupa karangan Dedi Nurhadiat dikenal dengan nama membentuk. Teknik membentuk antara lain sebagai berikut.
Teknik lintingan, pembuatan patung dengan menyusun lintingan-lintingan kecil.
Teknik pijitan, yaitu pembuatan patung dengan menyusun keratan lempengan bahan sesuai dengan kehendak dari pematung.
Teknik butsir, adalah mengurangi sedikit demi sedikit media menggunakan sudip hingga pola patung terbentuk.
Teknik putar, merupakan proses pembuatan patung dengan menggunakan alat kickwell/handwell.
Tokoh Seni Patung Nusantara
Walaupun tidak mengalami perkembangan yang pesat seperti karya seni lainnya, seni patung nusantara tetap hidup dan mampu melahirkan karya seni yang indah dan bernilai harganya.
Perkembangan seni patung nusantara tidak luput dari para seniman, yang berusaha untuk menghasilkan karya seni patung yang mampu membanggakan Indonesia. Beberapa nama tokoh yang merupakan seniman patung nusantara dan karyanya, yaitu:
Dolorosa Sinaga: Monumen Semangat ‘66 di Jakarta Selatan.
Edhi Sunarso: Patung Selamat Datang di Bundaran HI.
Gregorius Sidharta Soegijo: Patung Soekarno di makam Soekarno di Blitar.
(HDP)
Frequently Asked Question Section
Apa saja jenis media yang dapat digunakan dalam pembuatan patung?

Apa saja jenis media yang dapat digunakan dalam pembuatan patung?
Media lunak dan media keras.
Apa yang dimaksud dengan media lunak dalam pembuatan patung?

Apa yang dimaksud dengan media lunak dalam pembuatan patung?
Media lunak, yaitu media yang memiliki karakter lunak seperti lilin, atau bahan yang sebelumnya bersifat cair dan jika di suhu ruang akan membeku/mengeras, seperti cairan resin dan semen.
Apa yang dimaksud dengan media keras dalam pembuatan patung?

Apa yang dimaksud dengan media keras dalam pembuatan patung?
Media keras, yaitu meliputi segala bahan dalam pembuatan patung yang memiliki karakter keras, dengan tingkat kekerasan yang berbeda-beda tiap medianya.
