Konten dari Pengguna

Mengenal Penyebab Terjadinya Perubahan Ekosistem Hutan dan Sungai

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ekosistem di lingkungan alam. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ekosistem di lingkungan alam. Foto: Pixabay

Perubahan lingkungan yang terjadi secara terus menerus lambat laun akan mengganggu keseimbangan ekosistem di dalamnya. Pada dasarnya, ekosistem merupakan hubungan timbal balik antarmakhluk hidup dengan lingkungannya.

Bayangkan jika lingkungan alam dalam keadaan tercemar, sudah pasti makhluk hidup akan terganggu kelangsungan hidupnya. Perubahan lingkungan sendiri dapat diakibatkan berbagai hal, baik faktor alam maupun ulah manusia sendiri.

Lantas apa saja penyebab terjadinya perubahan ekosistem? Berikut diuraikan penyebab terjadinya perubahan ekosistem di hutan hingga sungai yang dirangkum dalam berbagai sumber.

Penebangan hutan secara liar dapat menyebabkan perubahan ekosistem. Foto: Pixabay

Penyebab Terjadinya Perubahan Ekosistem di Hutan

Hutan merupakan paru-paru dunia yang berperan penting bagi kehidupan. Apabila hutan tidak dilestarikan dengan baik, perubahan ekosistem hutan yang berdampak pada ketidakseimbangan ekosistem hutan akan terjadi.

Merangkum buku Saya Ingin Pintar Ilmu Pengetahuan Alam karangan Momon Sulaeman (200: 117), perubahan ekosistem di hutan dapat terjadi oleh beberapa hal, yaitu:

1. Penebangan pohon secara liar

Penebangan pohon secara liar untuk dijadikan lahan pertanian dan perkebunan akan mengganggu habitat hewan tertentu. Apalagi jika penebangan pohon dilakukan secara tidak bijaksana tanpa adanya sistem tebang pilih.

Selain itu, manusia juga akan merasakan dampak negatif dari penebangan pohon secara liar seperti terjadinya banjir. Jika hutan rusak atau habis ditebang, air hujan akan langsung mengalir ke sungai dan menyebabkan banjir di pemukiman warga.

2. Kebakaran hutan

Kebakaran hutan yang terjadi baik akibat musim kemarau yang berkepanjangan maupun ulah manusia merupakan bencana bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lain yang berada di sekitarnya.

Kebakaran hutan dapat memusnahkan hewan dan tumbuhan. Hewan akan kehilangan tempat tinggal dan tempat mencari makan. Akibatnya, mereka akan mencari tempat tinggal baru sebagai tempat tinggal dan mencari makan hingga memasuki kawasan tempat tinggal manusia.

Banjir juga dapat menyebabkan perubahan ekosistem. Foto: Pixabay

Penyebab Perubahan Ekosistem di Sungai

Sungai merupakan habitat bagi ikan dan tumbuhan air. Apabila sungai tercemar, maka ikan dan tumbuhan air di sungai akan mati karena kadar oksigennya kian menipis.

Penyebab kerusakan ekosistem di sungai terdapat dua faktor, yaitu faktor alam dan ulah manusia. Dikutip dalam buku Top Book Sekolah Dasar Kelas 4 oleh Tim Sigme (2016: 242), berikut hal-hal yang menyebabkan perubahan ekosistem di sungai.

1. Banjir bandang

Curah hujan yang tinggi dan terus menerus hingga menyebabkan kapasitas air di dalam sungai tidak dapat dibendung, akan mengakibatkan meluapnya air sungai.

Meluapnya air sungai akan berdampak terjadinya banjir bandang yang dapat meluluhlantakkan isi sungai yang terdiri dari berbagai macam komunitas, seperti ikan dan tanaman sungai. Faktor alam ini tidak dapat dicegah karena kehadirannya tidak dapat diprediksi.

2. Ulah manusia

Ulah manusia yang dapat merusak ekosistem di sungai, yaitu pembuangan sampah, limbah rumah tangga, dan limbah pabrik di dalam sungai. Akibatnya, air sungai menjadi kotor dan terkontaminasi oleh zat-zat kimia beracun, berbau tidak sedap dan menjadi sarang penyakit.

Selain itu, menangkap ikan dengan menggunakan aliran listrik atau bahan peledak juga dapat merusak komunitas makhluk hidup di sungai. Cara ini memang memudahkan untuk mendapatkan ikan, akan tetapi cara ini dapat membunuh hewan lain dan membahayakan manusia.

(VIO)