Mengenal Teori Nilai Lebih yang Dicetuskan oleh Karl Marx

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Teori nilai lebih pertama kali dicetuskan oleh seorang pakar ekonomi, Karl Marx yang berasal dari Jerman.
Menurut Karl Marx, barang dinilai berdasarkan pada biaya rata-rata tenaga kerja di masyarakat. Karl Marx juga berpendapat bahwa upah yang diberikan kepada buruh tidak sesuai dengan harga barang yang dijual sehingga terjadi pemerasan terhadap buruh.
Laba yang diterima pengusaha didapat dari selisih nilai jual dengan biaya produksi yang rendah karena pemerasan terhadap buruh disebut nilai lebih. Oleh karena itu, teori ini disebut teori nilai lebih.
Mengutip berkas dari DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) yang diunggah dalam Pusat Kajian Anggaran, teori nilai lebih mendapat kritikan sebab dalam dunia nyata tidak ada istilah nilai lebih melainkan harga yang terwujud dan nyata.
Selain itu, ada kritikan lain yaitu mengenai keharusan perubahan dari masyarakat kapitalis menuju masyarakat sosialis dengan jalan revolusi yang mengakibatkan kelanggengan kehidupan ekonomi kapitalis.
Pemikiran Karl Marx
Tidak hanya teori nilai lebih, Karl Marx juga mengeluarkan beberapa pemikiran-pemikirannya yang berhubungan dengan dunia ekonomi.
Berikut adalah beberapa pemikiran yang dimiliki oleh Karl Marx, seperti yang dikutip dari jurnal tentang Pemikiran Karl Marx karya M Chairul Basrun Umanailo, yakni:
1. Pembangunan Ekonomi
Teori pembangunan ekonomi atau ekonomi marxian merupakan teori yang ditulis oleh Karl Marx dalam karya ilmiahnya.
Ketika menyumbangkan teori ini, Karl mengungkapkan bahwa ada tiga hal, yaitu penafsiran sejarah dari sudut ekonomi, kekuatan yang mendorong perkembangan kapitalis, dan menawarkan jalan alternatif tentang pembangunan ekonomi terencana.
2. Evolusi perkembangan manusia
Lebih lanjut, Karl juga pernah membagi pemikirannya tentang evolusi perkembangan manusia. Berikut adalah tiga evolusi perkembangan manusia menurut Karl Marx, yakni:
Feodalisme. Pada masa feodalisme tercermin kondisi yang masih bersifat tradisional di mana tuan tanah merupakan pelaku ekonomi yang memiliki posisi tawar menawar relatif tinggi dibanding pelaku ekonomi yang lain.
Kapitalisme. Pada masa kapitalisme, para pengusaha merupakan pihak yang memiliki posisi tawar menawar yang relatif tinggi dibandingkan dengan pihak lain khususnya para buruh, hal ini menyebabkan terjadinya eksploitasi.
Sosialisme. Fase ini merupakan titik awal tata masyarakat sosialis yang mana terjadi perubahan, yaitu pemupukan modal pada masa kapitalis diganti dengan pemerataan kesempatan pemilikan sumber daya sehingga semua pihak memiliki posisi yang sama dalam hal tawar menawar.
Biografi Singkat Karl Marx
Karl Marx merupakan seorang filsuf, pakar ekonomi politik, dan teori kemasyarakatan dari Prusia. Ia lahir pada tanggal 5 Mei 1818 di Trier, daerah tenggara Jerman. Lebih lanjut, Karl sudah menjadi seorang radikal sejak dirinya duduk di bangku perkuliahan.
Tidak sampai di situ, Karl juga rutin mengeluarkan berbagai karya tulis ilmiah, seperti Tesis tentang Feuerbach (1845), Kemiskinan Filsafat (1847), Manifesto Partai Komunis (1847), Upah Harga dan Laba (1865), dan lain sebagainya.
(JA)
Frequently Asked Question Section
Siapa itu Karl Marx?

Siapa itu Karl Marx?
Karl Marx merupakan seorang filsuf, pakar ekonomi politik, dan teori kemasyarakatan dari Prusia.
Sebutkan tiga karya tulis ilmiah Karl Marx!

Sebutkan tiga karya tulis ilmiah Karl Marx!
Tesis tentang Feuerbach (1845), Kemiskinan Filsafat (1847), Manifesto Partai Komunis (1847), dan Upah Harga dan Laba (1865).
Sebutkan tiga evolusi perkembangan manusia menurut Karl Marx!

Sebutkan tiga evolusi perkembangan manusia menurut Karl Marx!
Feodalisme, kapitalisme, dan sosialisme.
