Mengenal Tokoh Teater N. Riantiarno, Pendiri Teater Koma

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Seorang penikmat pertunjukan seni teater maupun pegiat seni pementasan mungkin mengenal tokoh teater N. Riantiarno. Beliau merupakan seorang sutradara, penulis lakon, dan aktor ternama di Indonesia.
Nama N. Riantiarno juga identik dengan Teater Koma, yang tak lain adalah nama paguyuban teater yang didirikannya. Hingga saat ini, laman situs Teater Koma masih bisa dikunjungi di teaterkoma.org.
Ada banyak sekali naskah lakon terkenal yang sudah ditulisnya. Salah satunya pementasan Opera Kecoa yang durasinya mencapai tiga jam. Selain itu, ia juga banyak menulis sandiwara pendek untuk tayangan di televisi.
Mengenal Tokoh Teater N. Riantiarno
Merujuk dari situs resmi Teater Koma, Nobertus Riantiarno atau yang dikenal dengan Nano Riantiarno lahir pada 6 Juni 1949 di Cirebon, Jawa Barat. Ia telah menggeluti dunia teater sejak 1965.
Setelah tamat dari SMA, ia melanjutkan pendidikan kuliah di Akademi Teater Nasional Indonesia (ATNI), Jakarta, yang didirikan Usmar Ismail dan Asrul Sani.
Berdasarkan buku Seni Budaya yang ditulis Sem Cornelyoes Bangun dkk., banyak tokoh teater yang lahir dari ATNI. Selain N. Riantiarno, tokoh-tokoh lainnya, yaitu Wahyu Sihombing, Teguh Karya, Tatiek Malyati, Pramana Padmodarmaja, Kasim Achmad, Slamet Rahardjo, dan banyak lagi.
Di tengah kesibukan kuliah, N. Riantiarno menyempatkan diri untuk berguru kepada Arifin C. Noer dan menjadi bagian dari Teater Kecil. Menurut situs Ensiklopedia Sastra Indonesia, di sanalah ia bertemu Ratna Madjid. Ia pun menikah dengannya pada 28 Juli 1978.
Seputar Teater Koma
Setelah cukup lama terlibat dalam berbagai pementasan dan dunia keaktoran, N. Riantiarno mendirikan kelompok teaternya sendiri 1 Maret 1977 yang dinamakan Teater Koma.
Dalam situs resmi Teater Koma, hingga 2006 Teater Koma telah menggelar sekitar 111 produksi panggung dan televisi. Di antaranya Rumah Kertas, J.J Atawa Jian Juhro, Maaf.Maaf.Maaf, Kontes 1980, Trilogi OPERA KECOA (Bom Waktu, Opera Kecoa, dan Opera Julini), Konglomerat Burisrawa, Pialang Segitiga Emas, Suksesi, Opera Primadona, Sampek Engtay, dan masih banyak lagi.
Karya-Karya N. Riantiarno Lainnya
Berikut adalah beberapa karya sandiwara pendek untuk panggung dan televisi yang ditulis N. Riantiarno sebagaimana dikutip dari situs resmi Teater Koma.
Nyaris
Jam Dinding yang Berdetak
Pelangi
Doa Natal
Titik Silang
Cermin I (Monolog)
Cermin II
Gigi Busuk
Anak Kandung
Potret
Lubang
Sebuah Operet
Matahari-Matahari
Ibu (berdasarkan Malam Semakin Kelam)
Gelas Retak
Benang-Benang Rapuh
Operat Harijadi
Lingkaran Putih
Tiga Merpati
Merah dan Putih
Karina
Operet Burung-Burung
Percintaan Senja
Memburu Kekasih
Jumilah Kembang Kota Paris
Pesta Emas
Rembulan yang Terluka
Juwita
Perawan-Perawan
Atikah
Rumah Jompo
Pecundang
Cermin dan Kecoa, Kumpulan Monolog
(AMP)
Frequently Asked Question Section
Apa nama paguyuban yang didirikan N. Riantiarno?

Apa nama paguyuban yang didirikan N. Riantiarno?
Teater Koma.
Sebutkan lima karya dari tokoh teater N. Riantiarno!

Sebutkan lima karya dari tokoh teater N. Riantiarno!
Nyaris, Jam Dinding yang Berdetak, Pelangi, Doa Natal, dan Titik Silang.
Selain N. Riantiarno, siapa saja tokoh teater yang lahir dari ATNI?

Selain N. Riantiarno, siapa saja tokoh teater yang lahir dari ATNI?
Wahyu Sihombing, Teguh Karya, Tatiek Malyati, Pramana Padmodarmaja, Kasim Achmad, Slamet Rahardjo, dan banyak lagi.
