Konten dari Pengguna

Mengenal Unsur Seni Rupa pada Karya Seni Dua dan Tiga Dimensi

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa saja unsur-unsur seni rupa dalam suatu karya seni? Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Apa saja unsur-unsur seni rupa dalam suatu karya seni? Foto: Pixabay

Seni rupa merupakan cabang dari seni yang bertujuan untuk menghasilkan suatu karya dengan kualitas terbaik. Dalam setiap karya seni tersebut, seniman perlu melengkapinya dengan unsur seni rupa, seperti titik, garis, bentuk, dan lainnya.

Tujuan unsur-unsur tersebut agar fungsi dari seni rupa dapat tersampaikan dengan baik kepada para pengamat seni. Berbicara tentang fungsi seni rupa, apa sajakah fungsi yang dimilikinya?

  1. Fungsi pemenuhan kebutuhan fisik, hakikatnya manusia menyukai hal-hal yang indah dan juga membutuhkan benda untuk dipakai.

  2. Fungsi pemenuhan kebutuhan emosional, artinya manusia memenuhi kebutuhan emosionalnya dengan mengunjungi pameran seni untuk sekedar melihat suatu karya seni.

  3. Fungsi komunikasi, seniman bisa menyampaikan ide atau gagasannya ke dalam lukisan agar orang lain bisa menerima dengan baik maksud yang disampaikan.

  4. Fungsi edukasi, seni bisa memberikan informasi baik tersirat maupun tersurat yang dapat mebimbing dan mendidikan bagi para pecinta seni.

  5. Fungsi agama, seni rupa dapat menyampaikan pesan yang diinginkan oleh agama untuk umatnya, seperti kaligrafi dan lain sebagainya.

Setelah mengetahui fungsi-fungsi seni rupa di atas, apa saja unsur yang ada di dalam seni rupa? Untuk mengetahuinya, simak informasi berikut ini.

Unsur Seni Rupa Titik

Unsur seni rupa yang paling sederhana adalah unsur seni rupa titik. Itu karena unsur ini sangat mendasar dan memiliki ukuran yang palig kecil. Menurut buku Estetika Seni Rupa Nusantara karangan Dharsono Sony Kartika, unsur seni rupa titik merupakan unsur yang paling sering dijumpai dan merupakan awal untuk membentuk garis ataupun bidang.

Unsur Seni Rupa Garis

Unsur seni rupa garis bisa disebut juga dengan goresan. Foto: Unsplash

Unsur seni rupa yang dimanfaatkan dalam teknik linear adalah garis atau goresan dari suatu benda, bidang, ruang, tekstur, warna, dan lainnya.

Menyadur buku Nirmana: Dasar-Dasar Seni dan Desain karangan Sadjiman Ebdi Sanyoto, garis adalah bentuk yang lebih panjang dari titik dan bisa dibedakan menjadi beberapa bentuk. Bentuk-bentuk dari unsur seni rupa garis ini, di antaranya:

  • Garis lurus

  • Garis melengkung

  • Garis panjang

  • Garis pendek

  • Garis horizontal

  • Garis vertikal

  • Garis diagonal

  • Garis putus-putus

Unsur Seni Rupa Bidang

Lebih lanjut, ada juga unsur seni rupa yang dihasilkan dari pertemuan beberapa garis disebut bidang. Dalam seni rupa, bidang memiliki dimensi sendiri yaitu panjang dan lebar yang bisa disebut juga dengan pipih. Contoh bidang-bidang yang digunakan dalam karya seni rupa adalah bidang biomofosis, bidang geometris, bidang tak beraturan, dan bidang bersudut.

Unsur Seni Rupa Bentuk

Unsur seni rupa bentuk sering ditemui dalam karya seni dua dan tiga dimensi. Foto: Unsplash

Dalam seni rupa dua dan tiga dimensi, unsur seni rupa bentuk jadi hal yang sering dijumpai. Tidak heran, unsur ini sering disebut sebagai unsur yang paling komplek karena terdiri dari panjang, lebar, dan tinggi.

Contoh unsur seni rupa bentuk yang sering dijumpai adalah kotak, bundar, ornamental, kubistik, hingga silindris.

Unsur Seni Rupa Tekstur

Menurut buku Seni dan Budaya Dayak: Kajian Seni Rupa dan Persepsi Budaya karangan Iwan Pranoto, S.Pd., M.Pd, tekstur merupakan bagian dari unsur seni rupa yang sifatnya bisa diraba, mulai dari halus, licin, kasar, hingga berkerut.

Dalam permukaan karya seni, unsur dapat dibuat menggunakan media tertentu dan dibantu menggunakan alat-alat. Ada pun tekstur visual yang di dalam unsur seni rupa, biasanya tekstur ini akan menciptakan kesan yang kasar jika dilihat oleh mata, tetapi halus saat diraba.

Sebuah tekstur juga dapat diartikan sebagai sebuah tiruan, abstract, hingga buatan. Perlu diketahui bahwa setiap bagian tekstur yang dimunculkan merupakan bagian dari kreativitas seniman dalam menuangkan idenya.

Unsur Seni Rupa Warna

Unsur seni rupa warna di dalam sebuah karya seni. Foto: Unsplash

Warna merupakan unsur seni rupa yang dapat divisualkan secara langsung, sehingga memberikan kesan pada setiap dimensi di karya seni rupa. Tidak hanya itu, warna juga bisa memantulkan cahaya dari permukaan benda dan yang ditangkap oleh indra penglihatan.

Pantulan cahaya tersebut juga dipengaruhi oleh pigmen yang terdapat di permukaan benda, sehingga direspon baik oleh otak dan pada akhirnya menimbulkan kesan pada objek yang dapat ditangkap secara visual.

Untuk menciptakan suat warna, ada bahan-bahan alami yang dapat digunakan, yaitu tumbuh-tumbuhan, tanah, batu, hingga kayu. Penggunaan warna pada suatu karya seni juga dapat diperoleh dengan berbagai macam cara, seperti meleburkan warna, menyiram, mencelupkan, hingga menggunakan media bantu yang lainnya.

Unsur Seni Rupa Gelap Terang

Unsur seni rupa yang berikutnya adalah gelap terang. Dalam buku Art Fundamentals karnagan Otto G. Ocvirk, gelap terang merupakan suatu bagian ruangan atau benda yang terkena cahaya yang tidak rata, sehingga terdapat beberapa cahaya yang lebih dominan pada suatu benda.

Terdapatnya suatu kesan pada obje tersebut menjadi suatu bagian menjadi lebih menarik serta memiliki nilai estetis pada suatu karya seni rupa. Hal tersebut juga bisa terlihat pada bagian yang ditonjolkan saat membuat gelap terang dalam sebuah objek seni.

Dalam proses pembuatan gelap terang, cara yang digunakan adalah mengarsisr dan menimbulkan kesan tekstur bayangan pada objek gambar. Adanya goresan pensil yang keras dan tebal akan memberikan kesan gelap. Sementara itu, goresan pensil yang ringan akan memberikan kesan yang lebih terang.

Unsur Seni Rupa Seni Ruang

Unsur seni rupa ruang terbagi menjadi dua jenis, yaitu ruang dua dimensi dan tiga dimensi. Foto: Unsplash

Unsur seni rupa yang terakhir adalah ruang atau kedalaman. Ruang adalah sebuah bentuk dari seni rupa itu sendiri. Dalam hal ini, ruang bisa dibedakan menjadi dua jenis yaitu ruang dua dimensi (dwimatra) dan tiga dimensi (trimatra). Berikut penjelasannya!

1. Ruang dua dimensi

Ruang dua dimensi bisa disebut juga dengan ruang semu atau khayalan. Disebut ruang semu karena ruang ini hanya bisa dirasakan melalui penglihatan saja.

Contoh ruang dua dimensi ini adalah lukisan bangunan yang seolah-olah memiliki ruangan. Biasanya penggambaran dari lukisan ini menggunakan perspektif, penambahan sisi gelap terang, dan perbedaan warna.

2. Ruang tiga dimensi

Ruang tiga dimensi atau ruang nyata adalah ruang yang bisa dirasakan langsung dengan indera peraba manusia. Biasanya ruang jenis ini ditemukan pada karya seni rupa tiga dimensi.

Contoh dari ruang tiga dimensi ini adalah ruangan pada sebuah kamar dan rongga pada sebuah patung.

(JA)