Konten dari Pengguna

Modul Ajar Kelas 2 Kurikulum Merdeka: Komponen dan Contohnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Modul Ajar Kelas 2 Kurikulum Merdeka, Foto: Unsplash/Jubal Kenneth Bernal
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Modul Ajar Kelas 2 Kurikulum Merdeka, Foto: Unsplash/Jubal Kenneth Bernal

Modul ajar kelas 2 Kurikulum Merdeka kini menjadi bagian dari upaya guru dalam menyiapkan perangkat pembelajaran yang lebih kontekstual dan bermakna untuk siswa SD.

Modul ajar berfungsi sebagai panduan bagi guru dalam merancang pembelajaran. Dalam penyusunannya, guru berperan penting untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi agar materi sesuai dengan kebutuhan belajar.

Modul Ajar Kelas 2 Kurikulum Merdeka

Ilustrasi Modul Ajar Kurikulum Merdeka, Foto: Unsplash/Element5 Digital

Berikut ini penjelasan mengenai komponen modul ajar kelas 2 Kurikulum Merdeka beserta contohnya:

Mengutip jurnal Analisis Modul Ajar Berbasis Kurikulum Merdeka oleh Salsabilla, dkk (2023), modul ajar merupakan perangkat pembelajaran yang disusun berdasarkan kurikulum yang berlaku dan digunakan untuk mencapai standar kompetensi yang ditetapkan.

Pada Kurikulum Merdeka, modul ajar dirancang agar pembelajaran lebih bermakna, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik.

Untuk Kelas 2 Sekolah Dasar, modul ajar disesuaikan dengan karakteristik usia siswa yang masih berada pada tahap awal perkembangan berpikir konkret.

1. Informasi Umum Modul Ajar

Informasi umum berisi identitas dasar modul ajar yang memberikan gambaran awal tentang pembelajaran yang akan dilakukan.

Komponen ini membantu guru, kepala sekolah, maupun pihak lain memahami konteks modul. Informasi umum dalam modul ajar Kelas 2 meliputi:

  • Jenis satuan pendidikan dan jenjang (SD/MI)

  • Fase dan kelas (Fase A, Kelas 2)

  • Mata pelajaran

  • Penanda kebutuhan khusus (jika ada)

  • Judul modul ajar

  • Deskripsi singkat modul ajar

  • Identitas penyusun modul (nama dan asal organisasi)

  • Gambar sampul (opsional)

Contoh:

Modul ajar berjudul “Mengenal Lingkungan Sekitar” untuk mata pelajaran IPAS Kelas 2 yang berfokus pada pengenalan lingkungan rumah dan sekolah melalui kegiatan mengamati, berdiskusi, dan menggambar.

2. Tujuan Modul

Tujuan modul menjelaskan arah umum pembelajaran yang ingin dicapai. Tujuan ini disusun dengan mengacu pada alur tujuan pembelajaran yang digunakan sebagai acuan dalam penyusunan keseluruhan isi modul ajar.

Tujuan modul ajar Kelas 2 menggambarkan kemampuan yang diharapkan muncul pada peserta didik setelah menyelesaikan rangkaian pembelajaran dalam satu modul.

Contoh:

Peserta didik mampu mengenali lingkungan sekitar rumah dan sekolah serta menunjukkan sikap peduli terhadap kebersihan dan kerapian lingkungan.

3. Rancangan Penggunaan Modul

Rancangan penggunaan menjelaskan bagaimana modul ajar digunakan dalam proses pembelajaran. Bagian ini bersifat fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kondisi satuan pendidikan. Rancangan penggunaan modul ajar mencakup:

  • Total alokasi jam pelajaran

  • Moda pembelajaran (tatap muka, daring, atau campuran)

  • Target peserta didik (opsional)

  • Jumlah peserta didik

  • Sarana dan prasarana pendukung (opsional)

  • Prasyarat kompetensi peserta didik (opsional)

Contoh:

Modul digunakan selama 6 jam pelajaran dengan moda pembelajaran tatap muka, melibatkan 28 siswa, menggunakan media gambar, lingkungan sekitar sekolah, dan alat tulis sederhana.

4. Tujuan Pembelajaran

Tujuan pembelajaran merupakan rumusan kemampuan spesifik yang harus dicapai peserta didik dalam satu atau beberapa pertemuan. Tujuan ini ditulis secara jelas, terukur, dan sesuai tahap perkembangan Kelas 2.

Contoh:

Melalui kegiatan pengamatan lingkungan sekolah, peserta didik dapat menyebutkan minimal tiga bagian lingkungan sekolah dengan bahasa sederhana dan benar.

5. Rencana Asesmen

Rencana asesmen menjelaskan cara guru menilai proses dan hasil belajar peserta didik. Pada Kurikulum Merdeka, asesmen tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga pada proses belajar. Rencana asesmen dapat meliputi:

  • Asesmen diagnostik

  • Asesmen formatif

  • Asesmen sumatif

Teknik penilaian seperti observasi, unjuk kerja, dan penugasan sederhana

Contoh:

Guru melakukan observasi saat diskusi kelompok, menilai hasil gambar lingkungan sekolah, serta memberikan pertanyaan lisan untuk mengetahui pemahaman siswa.

6. Langkah-Langkah Pembelajaran

Langkah pembelajaran merupakan inti dari modul ajar. Bagian ini menjelaskan alur kegiatan pembelajaran dari awal hingga akhir.

Langkah pembelajaran umumnya terdiri dari:

  • Kegiatan pendahuluan (apersepsi dan motivasi)

  • Kegiatan inti (mengamati, menanya, mencoba, dan berdiskusi)

  • Kegiatan penutup (refleksi dan penguatan)

Contoh:

Pada kegiatan pendahuluan, guru mengajak siswa berbincang tentang lingkungan sekolah. Pada kegiatan inti, siswa diajak berkeliling sekolah untuk mengamati lingkungan. Pada kegiatan penutup, siswa menceritakan hasil pengamatannya secara lisan.

7. Media Pembelajaran

Media pembelajaran adalah alat bantu yang digunakan untuk mendukung pemahaman siswa. Untuk Kelas 2, media sebaiknya bersifat konkret, visual, dan menarik. Contoh media pembelajaran:

  • Gambar atau poster

  • Lingkungan sekitar sekolah

  • Kartu gambar

  • Buku bacaan bergambar

8. Materi, Asesmen, dan Referensi

Bagian ini memuat isi pembelajaran secara lengkap dalam satu modul ajar. Komponen ini mencakup:

  • Materi pembelajaran yang disesuaikan dengan tujuan

  • Bentuk asesmen yang digunakan

  • Referensi atau sumber belajar (opsional)

Contoh:

Materi berupa penjelasan sederhana tentang lingkungan sekolah, asesmen berupa tugas menggambar dan bercerita, serta referensi dari buku tematik Kelas 2 dan lingkungan sekitar.

Kriteria Modul Ajar yang Baik

Modul ajar Kurikulum Merdeka harus memenuhi beberapa kriteria utama, yaitu:

  • Esensial, yang berfokus pada pemahaman konsep melalui pengalaman belajar.

  • Menarik, bermakna, dan menantang, sehingga mendorong minat belajar peserta didik.

  • Relevan dan kontekstual, sesuai dengan pengalaman dan lingkungan peserta didik.

  • Berkesinambungan, mengikuti tahapan perkembangan belajar siswa.

  • Penyajian sederhana, menggunakan bahasa dan visual yang mudah dipahami.

  • Lengkap, memuat seluruh komponen yang dibutuhkan dalam pembelajaran.

Itulah gambaran komponen modul ajar kelas 2 Kurikulum Merdeka yang dapat dijadikan acuan bagi guru dalam menyusun perangkat pembelajaran yang kontekstual, bermakna, dan berpusat pada kebutuhan peserta didik. (Fikah)

Baca juga: Contoh Tugas Mandiri Modul 3 Pengembangan Perangkat Pembelajaran Guru Kelas MI