Museum Passport 2026 MCB dan Cara Mendapatkannya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Program Museum Passport 2026 dari MCB (Museum dan Cagar Budaya) adalah salah satu inovasi terbaru di dunia museum Indonesia. Kehadiran Museum Passport ini bertujuan meningkatkan minat masyarakat untuk berkunjung ke museum.
Dikutip dari rri.co.id, Museum Passport resmi diperkenalkan dalam peringatan Hari Museum Internasional 2026 dan akan tersedia bagi masyarakat pada Juni 2026 mendatang. Inovasi ini menghadirkan pengalaman wisata budaya yang lebih interaktif dan berkesan.
Program ini menarik perhatian masalah karena mengusung konsep koleksi analog yang saat ini tengah kembali digemari oleh generasi muda, terutama Generasi Z dan Generasi Alpha.
Museum Passport 2026 MCB untuk Wisata Budaya
Museum Passport adalah buku jejak partisipatif yang dapat membuat pengunjung mengumpulkan cap atau stempel dari museum-museum yang dikunjungi. Konsep ini terinspirasi dari kebiasaan para pelancong lama yang mengoleksi cap perjalanan sebelum era digital berkembang pesat.
Indira Estiyanti sebagai Kepala Museum dan Cagar Budaya, Nurjadin menjelaskan bahwa Museum Passport dirancang menjadi buku cap yang istimewa. Program ini kedepannya diharapkan mampu membangun hubungan lebih dekat antara masyarakat dan warisan budaya Indonesia.
Di dalam Museum Passport, pengunjung akan menemukan peta museum dan halaman khusus menyerupai paspor asli untuk menyimpan stempel kunjungan. Hal ini menjadikan Museum Passport sebagai cendera mata dan kenang-kenangan dari perjalanan budaya.
Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan Museum Passport 2026, terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan, antara lain:
1. Membeli di IHA Shop Museum
Museum Passport akan tersedia pada Juni 2026 melalui IHA Shop yang berada di museum-museum di bawah pengelolaan Museum dan Cagar Budaya. Pengunjung dapat membelinya secara langsung saat datang ke museum.
2. Menunggu Penjualan di Gramedia
MCB juga sedang membuka peluang kerja sama dengan Gramedia agar Museum Passport dapat dijual melalui jaringan toko buku ini. Meskipun saat ini masih dalam tahap wacana, langkah ini akan mempermudah akses masyarakat untuk mendapatkan Museum Passport.
3. Mengikuti Informasi Resmi MCB
Masyarakat juga disarankan untuk memantau pengumuman resmi dari Museum dan Cagar Budaya mengenai daftar museum peserta, harga Museum Passport, dan jadwal distribusi resminya.
Selain itu, Fadli Zon sebagai Menteri Kebudayaan juga menilai Museum Passport masih relevan di tengah perkembangan teknologi saat ini. Baginya, masyarakat masih membutuhkan bentuk budaya material yang dapat dipegang, dimiliki, dan dijadikan bagian dari pengalaman personal.
Fadli Zon juga mencontohkan bahwa beberapa negara seperti Jerman telah lebih dahulu menerapkan konsep ini melalui Culture Passport untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan budaya.
Kehadiran Museum Passport 2026 diharapkan mampu menjadi daya tarik di dunia museum Indonesia. Program ini memberikan pengalaman unik yang dapat mendorong masyarakat menjelajahi museum-museum di berbagai daerah. Dengan konsep koleksi analog unik, Museum Passport dapat menjadi tren baru wisata budaya di Indonesia. (Win)
Baca juga: Apa Saja Permasalahan dan Kendala Penerapan Otonomi Daerah? Ini Jawabannya
