Musim Kemarau 2026 Kapan? Cari Tahu Cara Menghadapinya di Sini

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Saat ini, banyak masyarakat yang bertanya tentang musim kemarau 2026 kapan dimulai di Indonesia? Berdasarkan prakiraan terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi akan memasuki musim kemarau lebih awal dibandingkan sebelumnya.
Kondisi tersebut dipengaruhi oleh perubahan fenomena iklim global yang saat ini sedang berlangsung. Teuku Faisal Fathani sebagai Kepala BMKG menjelaskan bahwa fenomena La Niña Lemah yang sebelumnya memengaruhi cuaca Indonesia telah berakhir pada Februari 2026 dan kini beralih ke fase Netral.
Meskipun begitu, peluang munculnya El Niño kategori lemah hingga moderat di pertengahan tahun 2026 cukup besar, yaitu sekitar 50–60 persen. Kondisi ini berpotensi membuat musim kemarau menjadi lebih kering dan berlangsung panjang di sejumlah wilayah.
Musim Kemarau 2026 Kapan Sesuai Prediksi BMKG?
Dikutip dari www.bmkg.go.id, menurut data BMKG, musim kemarau 2026 diprediksi akan mulai terjadi secara bertahap di berbagai daerah.
Pada April 2026, terdapat sekitar 114 Zona Musim (ZOM) atau 16,3% wilayah Indonesia mulai memasuki kemarau. Wilayah yang terdampak yaitu pesisir utara Jawa bagian barat, sebagian Jawa Tengah hingga Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan sebagian kecil Kalimantan dan Sulawesi.
Kemudian pada Mei 2026, sebanyak 184 ZOM atau 26,3% wilayah lainnya menyusul memasuki musim kemarau. Pada Juni 2026, sekitar 163 ZOM atau 23,3% wilayah Indonesia mulai mengalami kemarau.
Ada sekitar 46,5% wilayah Indonesia yang diprediksi mengalami awal musim kemarau yang lebih cepat dari biasanya. Wilayah yang terdampak antara lain sebagian besar pulau Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan bagian selatan dan timur, sebagian Sulawesi, serta Maluku dan Papua.
BMKG memprediksi puncak musim kemarau di Indonesia akan terjadi pada beberapa periode berikut:
Pada Juli 2026, sekitar 12,6% wilayah mulai mengalami puncak kemarau.
Kemudian Agustus 2026 menjadi puncak utama kemarau di Indonesia dengan cakupan sekitar 61,4% wilayah.
Pada September 2026, sebagian wilayah seperti NTT, Lampung, dan beberapa daerah di Sulawesi serta Maluku mengalami puncak kemarau.
Selain itu, ada sekitar 64,5% wilayah Indonesia yang diprediksi mengalami kemarau yang lebih kering dari biasanya. Bahkan durasi kemarau di lebih dari separuh wilayah diperkirakan lebih panjang dari kondisi normal.
Menghadapi musim kemarau yang diprediksi lebih kering, masyarakat perlu melakukan berbagai langkah antisipasi, diantaranya:
Menghemat penggunaan air untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Menyesuaikan jadwal tanam bagi petani, termasuk memilih varietas tanaman yang tahan dengan kekeringan dan membutuhkan air lebih sedikit.
Menjaga lingkungan dari risiko kebakaran hutan dan lahan, terutama bagi yang berada di daerah rawan karhutla.
Meningkatkan kesiapan sumber daya air, contohnya seperti memperbaiki irigasi, waduk, dan saluran distribusi air.
Dengan memahami musim kemarau 2026 kapan dimulainya dan bagaimana cara menghadapinya, masyarakat dapat lebih siap menghadapi perubahan cuaca dan menjaga ketersediaan air serta ketahanan pangan di berbagai daerah. (Aya)
Baca juga: Kapan Musim Kemarau 2026 Menurut BMKG
