Muslim yang Baik Menaati Ulil Amri Selama Tidak Bertentangan dengan Alquran

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengapa sebagai seorang muslim yang baik harus menaati ulil amri selama kebijakan mereka tidak bertentangan dengan Alquran dan hadis merupakan pertanyaan yang mengajak setiap muslim memahami hubungan antara ketaatan kepada pemimpin dan ajaran Islam.
Pembahasan ini tidak hanya berkaitan dengan sikap menghormati pemegang kekuasaan, tetapi juga menekankan pentingnya menjadikan Al-Qur'an dan Hadis sebagai pedoman dalam menjalankan kehidupan.
Pemahaman mengenai batas-batas ketaatan menjadi hal yang penting agar seorang muslim dapat bersikap sesuai tuntunan agama.
Muslim yang Baik Menaati Ulil Amri Selama Kebijakan Pemimpin Tidak Bertentangan dengan Alquran
Mengapa sebagai seorang muslim yang baik harus menaati ulil amri selama kebijakan mereka tidak bertentangan dengan Alquran dan hadis merupakan salah satu pembahasan dalam buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VII yang diunggah buku.kemendikdasmen.go.id.
Materi ini menjelaskan bahwa seorang muslim tidak hanya diperintahkan taat kepada Allah Swt dan Rasulullah saw, tetapi juga kepada ulil amri atau pemegang kekuasaan. Namun, ketaatan tersebut memiliki batas yang jelas, yaitu selama kebijakan yang ditetapkan tidak bertentangan dengan Al-Qur'an dan Hadis sebagai sumber utama ajaran Islam.
Sebagai seorang muslim yang baik harus menaati ulil amri selama kebijakan mereka tidak bertentangan dengan Alquran dan hadis karena Islam mengajarkan bahwa pemimpin memiliki peran dalam mengatur kehidupan masyarakat sehingga perintah yang baik perlu dipatuhi.
Ulil amri berarti pemegang kekuasaan atau pimpinan. Ketaatan kepada ulil amri mencakup ketaatan kepada pemimpin pemerintahan maupun para ulama selama tidak memerintahkan perbuatan maksiat.
Dalam ajaran Islam, ketaatan pertama ditujukan kepada Allah Swt. dengan mengamalkan isi Al-Qur'an. Seorang muslim juga diperintahkan menaati Rasulullah saw. dengan menjalankan sunah-sunahnya.
Rasulullah saw. diutus untuk menjelaskan kandungan Al-Qur'an agar manusia dapat memahami perkara agama dengan benar dan mampu membedakan antara yang hak dan yang batil.
Al-Qur'an menjadi pedoman utama dalam menjalani kehidupan, sedangkan Hadis berfungsi memberikan penjelasan dan rincian terhadap ajaran yang terdapat di dalam Al-Qur'an. Setiap muslim hendaknya menjadikan kedua sumber tersebut sebagai dasar dalam bersikap dan mengambil keputusan.
Seorang muslim juga dianjurkan meyakini bahwa setiap perintah Allah Swt. membawa kemaslahatan bagi kehidupan, sedangkan setiap larangan-Nya bertujuan menghindarkan manusia dari kemudaratan.
Walaupun dalam pelaksanaannya terkadang terasa berat, perintah Allah Swt. tetap harus dijalankan karena mengandung kebaikan. Demikian pula ajaran Rasulullah saw. perlu diamalkan sebaik-baiknya sebagai penjelas dari Al-Qur'an.
Rasulullah saw. bersabda, "Tidak dibenarkan taat kepada makhluk di dalam hal-hal yang merupakan maksiat kepada Khalik (Allah Swt.)." (H.R. Ahmad). Hadis tersebut menunjukkan bahwa ketaatan kepada Allah Swt. tetap berada di atas segala bentuk ketaatan kepada manusia.
Mengapa sebagai seorang muslim yang baik harus menaati ulil amri selama kebijakan mereka tidak bertentangan dengan Alquran dan hadis karena Al-Qur'an dan Hadis mengajarkan pentingnya menaati pemimpin yang menjalankan kebijakan sesuai syariat.
Ketaatan kepada ulil amri merupakan bagian dari pelaksanaan ajaran Islam, tetapi tidak berlaku apabila perintah tersebut mengarah pada kemaksiatan.
Dengan menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman dan Hadis sebagai penjelasnya, seorang muslim dapat menjalankan kehidupan sesuai tuntunan agama dengan benar. (Rahma)
Baca juga: Manusia Harus Saling Menasehati dalam Menghadapi Ujian dengan Apa? Cek di Sini
