Konten dari Pengguna

Nada Dering Sahur selama Ramadan supaya Bangun Tepat Waktu

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Nada Dering Sahur, Foto:Unsplash/Sid Balachandran
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Nada Dering Sahur, Foto:Unsplash/Sid Balachandran

Selama bulan suci, nada dering sahur selama Ramadan supaya bangun tepat waktu sering menjadi penyelamat banyak orang dari risiko kesiangan.

Suasana dini hari memang berbeda yaitu udara terasa lebih sejuk, lampu rumah masih temaram, dan kantuk biasanya sedang lekat-lekatnya.

Karena itu, memilih alarm yang tepat bukan sekadar perkara bunyi keras, melainkan juga tentang bagaimana suara tersebut mampu mengetuk kesadaran dengan cara yang nyaman namun tegas.

Nada Dering Sahur selama Ramadan

Ilustrasi Nada Dering Sahur, Foto:Unsplash/Abdullah Arif

Nada dering sahur menjadi bagian penting yang kerap menentukan kelancaran seseorang menjalani makan sebelum fajar.

Pada bulan Ramadan, waktu dini hari terasa begitu sunyi, udara lebih dingin, sementara tubuh masih ingin terlelap lebih lama.

Karena itulah, keberadaan alarm bukan hanya sekadar fitur pada ponsel, melainkan jembatan yang menghubungkan istirahat dengan tanggung jawab yang segera ditunaikan.

Setiap individu memiliki respons yang berbeda terhadap bunyi tertentu. Ada yang mudah terbangun hanya dengan suara lembut, namun ada pula yang memerlukan nada lebih kuat dan berulang agar kesadaran benar-benar pulih.

Oleh sebab itu, pemilihan suara sebaiknya mempertimbangkan kebiasaan masing-masing. Lantunan ayat suci atau salawat dapat menghadirkan ketenangan batin sekaligus membangkitkan suasana religius.

Sementara itu, irama yang cepat dan tegas sering kali menjadi pilihan bagi mereka yang membutuhkan rangsangan lebih kuat untuk membuka mata.

Di samping jenis bunyi, pengaturan waktu pengulangan memegang peranan yang tidak kalah penting. Alarm yang hanya berbunyi satu kali berpotensi dimatikan tanpa sadar, lalu membuat seseorang kembali tertidur.

Sebaliknya, interval beberapa menit memberi kesempatan untuk benar-benar bangkit dari tempat istirahat. Dengan cara tersebut, persiapan sahur untuk puasa dapat berlangsung lebih teratur sehingga makan dan minum tidak dilakukan secara tergesa.

Untuk membantu memastikan alarm berfungsi sebagaimana mestinya, langkah pengaktifannya dapat diperhatikan melalui beberapa tahapan berikut yang sebagaimana dikutip dari akun TikTok @agungdarmawn:

  • Buka aplikasi jam atau fitur alarm pada perangkat.

  • Tentukan waktu sahur yang diinginkan sesuai jadwal imsak.

  • Pilih nada dering yang dirasa paling efektif membangunkan.

  • Atur pengulangan atau interval bunyi bila diperlukan.

  • Pastikan volume berada pada tingkat yang cukup terdengar.

  • Letakkan perangkat agak jauh dari tempat tidur setelah pengaturan selesai.

Jenis nada dering alarm sahur yang populer pun semakin beragam. Sebagian orang memilih suara unik seperti teriakan lucu Mimi Peri, sementara yang lain merasa lebih mudah terbangun melalui sapaan ceria karakter Upin & Ipin.

Selain itu, audio viral dari TikTok, misalnya gaya musik akordeon Prancis atau remiks alarm yang enerjik, sering digunakan karena mampu menghadirkan kejutan yang efektif.

Pilihan lainnya tetap mencakup rekaman suara manusia, lagu sahur bernuansa tradisional, serta instrumen bertempo cepat yang memberi dorongan untuk segera beranjak.(DANI)

Baca juga: Niat Puasa Ramadhan 2026 serta Kemuliaan dan Keutamaannya