Konten dari Pengguna

Nama Putera dari Ratu Inggris yang Berpulang pada 8 September 2022

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi nama putera dari Ratu Inggris yang berpulang pada 8 September 2022. Foto: Unsplash.com/Jack Lucas Smith
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi nama putera dari Ratu Inggris yang berpulang pada 8 September 2022. Foto: Unsplash.com/Jack Lucas Smith

Setelah berpulangnya Ratu Inggris 8 September 2022 lalu, tahta pun beralih kepada puteranya yang bernama Charles. Pernyataan ini perlu diketahui sejak perubahan besar kerajaan Inggris terjadi.

Pergantian tahta kerajaan berlangsung cepat sesuai aturan monarki Britania yang menetapkan pewaris langsung otomatis menjadi penguasa baru setelah raja wafat.

Perubahan susunan keluarga kerajaan juga memengaruhi urutan pewaris tahta serta gelar resmi anggota keluarga kerajaan Inggris pada masa berikutnya.

Nama Putera dari Ratu Inggris yang Berpulang pada 8 September 2022

Ilustrasi nama putera dari Ratu Inggris yang berpulang pada 8 September 2022. Foto: Unsplash.com/Roberto Catarinicchia

Dikutip dari cbsnews.com, setelah berpulangnya Ratu Inggris 8 September 2022, tahta pun beralih kepada puteranya yang bernama Raja Charles III atau King Charles III.

Ratu Elizabeth II wafat pada 8 September 2022 dalam usia 96 tahun di Balmoral Castle, Skotlandia.

Kepergian penguasa terlama dalam sejarah kerajaan Inggris tersebut langsung memicu proses pergantian tahta sesuai tradisi monarki Britania yang telah berlangsung selama ratusan tahun.

Charles, putra sulung Ratu Elizabeth II, secara otomatis menjadi raja tepat setelah sang ibu wafat. Dalam sistem kerajaan Inggris, pewaris utama tidak perlu menunggu penobatan resmi untuk memperoleh kedudukan sebagai raja baru.

Pergantian kekuasaan berlangsung seketika setelah penguasa sebelumnya meninggal dunia.

Sebelum menjadi raja, Charles dikenal luas dengan gelar Prince of Wales atau Pangeran Wales. Gelar tersebut selama puluhan tahun melekat sebagai simbol pewaris utama tahta kerajaan Inggris.

Charles lahir pada 14 November 1948 dan menjadi pewaris kerajaan paling lama dalam sejarah monarki modern Inggris sebelum akhirnya naik tahta.

Setelah resmi menjadi penguasa baru, Charles menggunakan nama Raja Charles III. Pemilihan nama kerajaan menjadi tradisi penting dalam monarki Inggris karena seorang raja dapat memilih nama resmi berbeda dari nama lahirnya ketika mulai memerintah.

Istri Charles, Camilla, turut memperoleh gelar kerajaan sebagai ratu pendamping.

Awalnya Camilla disebut Queen Consort, namun pada saat penobatan resmi, penggunaan kata consort mulai ditinggalkan sehingga penyebutannya menjadi Queen Camilla atau Ratu Camilla.

Upacara penobatan Raja Charles III dilaksanakan pada 6 Mei 2023 di London. Prosesi tersebut berlangsung di Westminster Abbey dan dipenuhi berbagai tradisi kerajaan yang telah diwariskan selama lebih dari seribu tahun.

Penobatan itu menjadi momen penting yang menandai dimulainya era baru monarki Inggris setelah tujuh dekade pemerintahan Ratu Elizabeth II.

Pergantian tahta juga mengubah urutan pewaris kerajaan Inggris. Pangeran William, putra sulung Charles dan mendiang Putri Diana, langsung naik menjadi pewaris pertama tahta.

William kemudian memperoleh gelar Prince of Wales, mengikuti jejak ayahnya dahulu.

Catherine, istri William, juga menerima gelar Princess of Wales. Gelar tersebut sebelumnya sangat identik dengan Putri Diana dan memiliki makna besar dalam keluarga kerajaan Inggris.

Urutan penerus tahta berikutnya ditempati anak-anak William dan Catherine. Pangeran George berada di posisi kedua pewaris kerajaan, diikuti Putri Charlotte dan Pangeran Louis.

Perubahan tersebut memperlihatkan kesinambungan garis pewarisan kerajaan Inggris untuk generasi berikutnya.

Pangeran Harry tetap berada dalam garis suksesi meskipun telah mengurangi aktivitas resmi kerajaan bersama Meghan Markle. Kedua anak pasangan tersebut, Archie dan Lilibet, juga masih tercatat dalam daftar pewaris tahta Inggris.

Kematian Ratu Elizabeth II memicu masa berkabung nasional selama sepuluh hari di Inggris. Ribuan warga memenuhi area sekitar Buckingham Palace untuk memberikan penghormatan terakhir.

Lonceng gereja dibunyikan, bendera setengah tiang dikibarkan, serta berbagai upacara penghormatan dilakukan di sejumlah wilayah Britania Raya.

Jenazah Ratu Elizabeth II kemudian dimakamkan di Royal Burial Ground dekat Windsor Castle. Prosesi pemakaman disaksikan jutaan orang dari berbagai negara melalui siaran televisi internasional.

Selama lebih dari 70 tahun memerintah, Ratu Elizabeth II menjadi simbol kestabilan kerajaan Inggris di tengah berbagai perubahan dunia.

Pergantian tahta kepada Raja Charles III menandai babak baru perjalanan monarki Inggris modern yang kini dipimpin generasi berikutnya.

Nama putera dari Ratu Inggris yang berpulang pada 8 September 2022 adalah Raja Charles III yang kini memimpin monarki Britania Raya.

Pergantian tahta tersebut sekaligus menandai dimulainya era baru kerajaan Inggris setelah lebih dari tujuh dekade pemerintahan Ratu Elizabeth II. (Suci)

Baca Juga: Mengenal Raja Joseon yang Memiliki Banyak Selir