Konten dari Pengguna

Nama Roket untuk Meluncurkan Misi Artemis II yang Perlu Diketahui

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Nama Roket untuk Meluncurkan Misi Artemis II yang Perlu Diketahui. Foto: Pexels/Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Nama Roket untuk Meluncurkan Misi Artemis II yang Perlu Diketahui. Foto: Pexels/Pixabay

Banyak masyarakat yang penasaran dan mencari tahu apa nama roket paling kuat di dunia yang digunakan untuk meluncurkan Misi Artemis II, mengingat misi ini menjadi tonggak penting kembalinya manusia ke orbit Bulan.

Roket yang digunakan bukan hanya berperan sebagai alat peluncur, tetapi juga menjadi simbol kemajuan rekayasa antariksa modern dengan daya dorong terbesar yang pernah dibuat.

Nama Roket untuk Meluncurkan Misi Artemis II yang Perlu Diketahui

Ilustrasi Nama Roket untuk Meluncurkan Misi Artemis II yang Perlu Diketahui. Foto: Pexels/Pixabay

Apa nama roket paling kuat di dunia yang digunakan untuk meluncurkan Misi Artemis II? Mengutip dari situs nasa.gov, berikut adalah penjelasannya.

Misi Artemis II menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah eksplorasi antariksa modern karena akan menjadi penerbangan berawak pertama NASA menuju orbit bulan setelah lebih dari 50 tahun.

Banyak pihak mencari tahu nama kapsul yang akan digunakan dalam Misi Artemis II dan penjelasannya karena kapsul wahana merupakan bagian utama yang akan menampung dan melindungi para astronaut selama perjalanan sekitar 10 hari.

Menurut NASA, kapsul yang dipilih untuk misi ini adalah Orion, wahana antariksa yang dirancang khusus untuk misi luar angkasa jauh dan memiliki sistem keselamatan serta dukungan hidup bagi awaknya.

Orion merupakan kendaraan luar angkasa multipurpose yang mampu membawa empat astronaut tiga dari NASA dan satu dari Canadian Space Agency dalam perjalanan mereka mengelilingi bulan dan kembali ke bumi.

Kapsul ini diluncurkan oleh roket Space Launch System (SLS) dari Kennedy Space Center di Florida, Amerika Serikat.

Dalam struktur Orion terdiri dari dua bagian, yaitu modul kru tempat astronaut tinggal selama misi dan modul layanan yang menyediakan sumber daya penting seperti tenaga listrik, air, oksigen, dan propulsi dari European Service Module (ESM) yang dibuat oleh European Space Agency.

Desain kapsul Orion memberikan ruang hidup yang cukup sekaligus menjaga keselamatan astronot ketika melintasi lingkungan luar angkasa yang ekstrem.

Orion juga dilengkapi sistem peluncuran dan pendaratan canggih sehingga setelah perjalanan mengitari bulan, kapsul ini akan memasuki kembali atmosfer bumi dan mendarat di Samudra Pasifik dengan perlindungan perisai panas yang kuat.

Pemilihan nama kapsul yang akan digunakan dalam Misi Artemis II ini mencerminkan tujuan program Artemis, tidak hanya membawa manusia lebih jauh dari orbit Bumi, tetapi juga mempersiapkan langkah menuju pendaratan di permukaan Bulan dalam misi berikutnya.

Dengan kinerja dan teknologi canggih Orion, NASA berharap misi ini akan memberikan pengalaman berharga dan data penting untuk ekspedisi antariksa masa depan.

Dengan memahami apa nama roket paling kuat di dunia yang digunakan untuk meluncurkan Misi Artemis II, publik dapat melihat betapa kompleks dan ambisiusnya persiapan NASA dalam menjelajah ruang angkasa. (Dista)

Baca Juga: Tokoh yang Menjelajah Angkasa Luar: Yuri Gagarin hingga Neil Armstrong