Nefritis, Penyakit pada Ginjal Akibat Adanya Kerusakan Nefron

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penyakit pada ginjal akibat adanya kerusakan nefron disebut nefritis. Nefron sendiri merupakan sel-sel pada ginjal yang membentuk unit fungsional terkecil. Ketika sel ini mengalami peradangan atau infeksi, dari sinilah penyakit nefritis muncul.
Nefritis dibedakan menjadi beberapa jenis. Setiap jenisnya dibedakan berdasarkan pada bagian ginjal yang mengalami nefritis. Tiga bagian utama yang biasa terkena nefritis adalah golemerulus, tubule, dan jaringan renal interstisial.
Berikut uraian lengkap tentang penyebab, gejala, serta cara mengobati nefritis, yang dikutip dari berbagai sumber.
Penyebab Penyakit Nefritis
Penyebab penyakit nefritis membuat penyakit ini dibedakan menjadi beberapa jenis. Dirangkum dalam buku Bupelas Pemetaan Materi dan Bank Soal Ilmu Pengetahuan Alam Kelas 8 SMP terbitan Tim Maestro Group Genta (2020: 25), jenis-jenis penyakit nefritis adalah sebagai berikut.
Glomerulonefritis, yaitu penyakit peradangan pada pembuluh kapiler kecil di dalam ginjal yang bernama glomerulus, yang berfungsi untuk menyaring darah. Ketika mengalami peradangan, glomerulus tidak akan dapat menyaring darah dengan baik.
Nefritis Interstisial, yaitu peradangan yang terjadi pada bagian di antara nefron yang bernama insterstitium renal. Terkadang penyakit ini juga dikenal sebagai nefritis tubulointerstisial.
Pyelonephritis, yaitu peradangan mulai timbul di daerah kandung kemih dan menjalar ke ureter sampai ginjal. Dalam kondisi peradangan ini, kotoran yang dikeluarkan oleh darah akan dihantarkan ke kandung kemih melalui tabung yang bernama ureter.
Gejala Utama Penyakit Nefritis
Walaupun nefritis dibedakan menjadi berbagai jenis dan disebabkan oleh berbagai faktor, sebagian besar gejala yang ditimbulkan tidaklah berbeda. Gejala penyakit nefritis yang paling umum, meliputi:
Demam
Tekanan darah tinggi
Urine yang keruh dan mengandung darah atau nanah
Nyeri perut yang menjalar sampai ke bagian punggung
Sering buang air kecil, tetapi mengalami kesulitan setiap buang air kecil
Bagian tubuh tertentu mengalami pembengkakan (edema)
Sering muntah
Gejala-gejala di atas tidak hanya sering terjadi pada semua jenis nefritis, akan tetapi juga pada penyakit dan gangguan kesehatan lainnya. Apabila sering mengalami gejala tersebut, segera lakukan konsultasi ke dokter.
Apabila dokter mencurigai adanya nefritis atau apabila gejalanya sangat berkaitan dengan gangguan ginjal, kemungkinan seseorang akan dirujuk pada ahli urologi.
Ahli urologi akan meminta untuk menjalani tes dan pemeriksaan darah, sehingga dapat mengonfirmasi keberadaan nefritis atau mengetahui penyebab pasti dari nefritis tersebut.
Berdasarkan buku Ajar Manajemen Komplikasi Pasien Hemodialisa Karya Cholina Trisa Siregar (2019: 114), beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan, yaitu:
Biopsi ginjal: sampel jaringan ginjal akan diambil dan dipelajari di laboratorium.
CT Scan: pengambilan gambar yang terperinci dari perut dan panggul penderita, untuk membantu dokter mendiagnosis kondisinya.
Tes urin dan darah: adanya bakteri dan infeksi akan menyebabkan hasil tes urine dan darah menjadi tidak normal.
Setelah dokter menentukan adanya penyakit nefritis dan telah berhasil mendiagnosis penyebab pastinya, penderita akan menjalani pengobatan.
Kemungkinan besar, dokter akan mengobati penyebab utama dari penyakit nefritis ini. Apabila penyebabnya tidak dapat diketahui, penderita akan diberi obat-obat tertentu untuk mengobati infeksi ginjal.
Obat-obatan yang paling umum digunakan adalah obat penghilang rasa sakit dan antibiotik. Obat untuk mengatur tekanan darah juga akan diberikan bagi penderita, yang sekaligus memiliki tekanan darah tinggi.
Apabila infeksi disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif atau kelainan pada sistem kekebalan tubuh, penderita akan diberi obat penekan sistem kekebalan tubuh, misalnya kortikosteroid.
Selain menjalani pengobatan, penderita juga harus melakukan perubahan gaya hidup secara drastis untuk membantu melawan infeksi ginjal tersebut.
Perubahan gaya hidup tersebut, meliputi peningkatkan jumlah konsumsi air putih serta pengurangan jumlah konsumsi sodium dalam tubuh. Dengan mengonsumsi air putih kinerja ginjal dapat terbantu, sekaligus menghilangkan kotoran dari darah.
Sementara itu, dengan mengurangi sodium, penderita dapat mengurangi risiko penimbunan air, yang dapat menyebabkan komplikasi seperti edema (pembengkakan) pada bagian tubuh tertentu.
(VIO)
